.

.

Tuesday, 27 February 2018

Wow..... Hebat dalam Sepekan Pasar Hewan Menghasilkan Retribusi Sekitar Rp 4 Juta, Bapenda Torut Serahkan Bantuan Kepada Pedagang Kerbau

Kepala Bapenda Torut Magdalena S. Layuk Allo, SE, M.AP menggunakan pengeras suara (mega-phone) saat memberikan pengarahan, sebelum menyerakan bantuan berupa 12 unit kereta sorong (lori-lori) dan 12 buah skop  kepada para pedagang kerbau di Pasar Hewan yang berada di Bolu, Kelurahan Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Torut, Jumat (23/2/2018) sore

TORAJA, Tabloid SAR- Pemerintah hadir untuk melindungi dan menjaga rakyatnya. Bukan sekedar menyelenggarakan pemerintahan dan mengumpulkan upeti berupa pajak, serta retribusi.

Sehingga pemerintah dan rakyat harus saling menopang, serta bahu-membahu untuk mencapai kesejateraan bersama. Karena esensi pemerintahan yang menganut paham demokrasi seperti Indonesia adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat

Gambaran penyelenggaraan roda pemerintahan demokrasi, seperti itulah yang ingin diwujudkan oleh Abraham Lincoln ketika menjabat sebagai Presiden AS pada era kekuasaannya beberapa abad lalu di benua Amerika.

Kesadaran selaku abdi Negara yang demikian pula, juga mengilhami Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Toraja Utara (Torut) Magdalena S. Layuk Allo.

Menurutnya, Bapenda Torut sadar dan paham bahwa mereka selaku bahagian dari penyelenggara roda pemerintahan yang memiliki tugas dan fungsi (Tupoksi) untuk mengkoordinir dan mengupayakan agar sumber-sumber pendapatan daerah, baik Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun pajak daerah dapat berjalan secara maksimal sebagai mana mestinya.

“Dibalik tanggungjawab yang besar untuk memaksimalkan pendapatan daerah, Bapenda Torut juga memiliki hak dan kewajiban, yakni hak memungut retribusi dan pajak daerah, serta kewajiban selaku pemerintah dalam mengupayakan kesejateraan masyarakat Torut,” kata Magdalena saat menyerah bantuan kepada para pedagang kerbau di Pasar Hewan tepatnya di Bolu, Kelurahan Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Torut, Jumat (23/2/2018) sore.
Belasan kereta dorong (lori-lori) dan skop yang diserahkan oleh Bapenda Torut kepada para pedagang kerbau di Pasar Hewan 
Ia mengatakan bahwa sebagai salah satu wujud komitmen Bapenda Torut dalam mendorong terwujudnya kesejateraan bersama antara pemerintah dan masyarakatnya, khususnya para pedagang kerbau di Pasar Hewan tersebut, maka mereka menyalurkan bantuan peralatan untuk membersihakan lokasi Pasar Hewan itu.

“Bantuan berupa kereta dorong (lori-lori) dan skop ini, kami serahkan kepada para Bapak-bapak untuk digunakan mengangkat dan mengangkut sampah dan sisa-sisa pakan kerbau, serta kotoran (tinja) kerbau yang ada dalam pasar ini. Agar lingkungan Pasar Hewan ini, tetap terjaga kebersihannya dengan harapan para pedagang dan ternak dagangannya tetap sehat,” ujar Magdalena di depan para pedagang kerbau saat menyerahkan 12 unit kereta dorong dan 12 buah skop.

Ketika Magdalena menyerahkan bantuan ini, para pedagang kerbau diwakili oleh tiga orang perwakilan dari masing-masing blok yang ada di Pasar Hewan itu.

Pedagang kerbau dari blok 1 diwakili oleh Simuruk, sementara blok 2 diwakili Rasyid, sedangkan blok 3 diwakili Amos. Setiap perwakilan menerima 4 unit kereta dorong dan 4 buah skop. Para perwakilan pedagang menandatangani berita acara penyerahan bantuan tersebut, sebelum mengambil bantuan berupa kereta dorong dan skop itu.
Tampak para pedagang kerbau, mengambil kereta dorong (lori-lori) dan skop bantuan yang diserahkan Bapenda Torut

Dalam kesempatan ini, Kepala Bapenda Torut mengatakan bahwa pihaknya berharap agar bantuan peralatan kebersihan pasar tersebut, dapat digunakan sebagaimana mestinya dan dijaga agar awet supaya lama dimanfaatkan.

“Semoga bantuan ini, bermanfaat dan dapat menunjang keberlangsungan usaha Bapak-bapak. Kami berharap peralatan ini, digunakan dengan baik dan dijaga supaya lebih lama dimanfaatkan,” tandasnya.

Ketika menyerahkan bantuan tersebut, Magdalena didampingi sejumlah stafnya dari Bapenda Torut, termasuk Sekretaris Bapenda Torut Andarias Sampe. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian Torut Daud Pongsapan bersama jajarannya.

Sebelumnya retribusi hewan di Pasar Hewan ini, dikelolah oleh Dinas Pertanian Torut yang membidangi Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Dispernak) di Kabupaten Torut.

Namun dalam rangka lebih memaksimalkan PAD di pasar ini, maka mulai hari pasar pada Sabtu (24/2/2018) retribusi hewan di pasar tersebut, diambil alih dan dikelola langsung oleh Bapenda Torut.

Hal tersebut, diungkapkan Kepala Bapenda Torut ketika menyerahkan bantuan belasan peralatan kebersihan kepada para pedagang kerbau di Pasar Hewan.

Berdasarkan data dan informasi yang berhasil dihimpun media ini, menyebutkan bahwa setiap ekor kerbau dagangan dibawah masuk ke lokasi pasar tersebut, dikenakan retribusi sebesar Rp 10 ribu, sedangkan retribusi untuk babi per-ekornya dikenakan Rp 5 ribu.

Dalam sepekan di Pasar Hewan ini, dilaksanakan dua hari pasar yakni Selasa dan Sabtu. Rata-rata pada hari Sabtu sekitar Rp 3 juta retribusi hewan berhasil dikumpulkan dari pasar ini, sedangkan di hari Selasa hanya sekitar Rp 1 juta. Jadi dalam seminggu pasar tersebut, berhasil menyumbangkan retribusi hewan, sebanyak Rp 4 juta.

Pihak Bapenda Torut optimis dapat meningkatkan retribusi hewan di pasar ini, dengan memaksimalkan pengawasan dan memperketat penjagaan hewan dagangan yang masuk kedalam pasar. Termasuk mengantisipasi adanya kebocoran dan penyalahgunaan retribusi hewan di pasar tersebut.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

No comments:

Post a Comment

.

.