.

.

.

Senin, 26 Maret 2018

Amsal Sampetondok : Tidak Ada Alasan untuk Tidak Pilih BM-SBj di Pilkada Luwu

Salah satu cucu Parengnge' Pocci H Abdul Karim Tuana (kiri), foto bersama Calon Bupati Luwu H Basmin Mattayang (tengah) didampingi oleh Korcam Pemenangan BM-SBj, Kecamatan Bupon, Anton Pajeri (kiri). 

Sejumlah Tokoh Bastem Serukan Agar Segenap Rumpun Bastem Bersatu di Belakang Barisan Rusli Sunali

LUWU, Tabloid SAR- Siapa yang tidak mengenal Amsal Sampetondok, sebagai seorang purnawirawan TNI-AD yang berpangkat kolonel.

Beliau adalah salah satu tokoh kunci Wija to Luwu dan juga salah satu tokoh Kristen yang sudah tidak diragukan reputasinya. Apa lagi, Amsal sangat dikenal sebagai seorang dermawan dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Maka di tengah adanya kecenderungan berbagai macam isu-isu kampanye negatif yang berpotensi memicu konflik horizontal berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), sebagaimana dihembus oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga dapat menciderai prosesi Pilkada Luwu pada tahun 2018 ini.

Membuat tokoh yang berlatar belakang militer, kelahiran daerah Walenrang-Lamasi (Walmas) ini. Pada gilirannya, memilih turun gunung untuk mengkampanyekan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Luwu nomor urut satu, Basmin Mattayang-Syukur Bijak (BM-SBj).

Amsal yang juga salah satu anggota Dewan Pembina Pengurus Besar Kerukunan Keluarga Luwu Raya (PB KKL-Raya) menyerukan kepada segenap masyarakat Luwu supaya mendukung dan memenangkan, serta memilih Paslon BM-SBj.

Tokoh Walmas yang mempersunting seorang wanita karier, keturunan Bastem tersebut, menyampaikan kesiapannya turun gunung untuk memenangkan Paslon BM-SBj.

“Saya siap turun gunung. Karena tidak ada alasan untuk tidak bersama Basmin dan Syukur Bijak. Sebab mereka berdua sudah mempunyai pengalaman dan komitmen untuk membangun Luwu yang lebih baik lagi,” tutunya.

Itu sebabnya, Amsal tampil memberikan pembekalan, serta strategi dan taktik (Stratak) untuk memenangkan Paslon BM-SBj di hadapan Tim Relawan, Garnita, Tim Pemuda Baik 2 dan Srikandi di Kediaman Syukur Bijak, Desa Batustanduk, Sabtu (24/03/2018).

Dalam kesempatan itu, Amsal mengingatkan para tim sukses dan relawan Paslon BM-SBj agar tidak terlena dengan elektabilatas kandidatnya.

“Ayo kita bergerak bersama, jangan terlena dengan keunggulan elektabilitas Pak Basmin dan Syukur Bijak yang unggul saat ini. Ajak seluruh keluarga, sahabat dan kerabat untuk memilih Paslon Nomor 1, BM-SBJ. Karena tidak ada alasan untuk tidak mereka, jika mau melihat Luwu lebih baik kedepannya,” himbau Amsal.
Lalu ia menyampaikan kepada segenap tim dan relawan yang hadir dalam kegiatan ini, agar senantiasa mentaati aturan perundang-undangan.

“Jangan ada yang melawan aturan. Kita wajib mengikuti seluruh perintah undang-undang, dan aturan, serta mekanisme yang berlaku. Jangan mudah terpancing dengan sesuatu hal yang tidak jelas,” imbuhnya.

Purnawirawan TNI yang juga terkenal sebagai salah seorang pengusaha sukses dari Tana Luwu ini, menyerukan pula agar tidak ada sekat-sekat atau perpecahan diantara masyarakat Luwu dalam momentum Pilkada tersebut.

“Jadi mari kita tetap fokus untuk bergerak memenangkan pasangan BM-SBj pada Pilkada ini,” serunya mengajak.

Kemudian Amsal, menyampaikan harapannya kepada keluarga dan sahabatnya, serta segenap lapisan masyarakat Kabupaten Luwu tanpa terkecuali, agar memilih Paslon BM-SBj pada Pilkada Luwu yang akan berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

“Jika ingin Luwu maju, hanya pasangan Pak Basmin dan Syukur Bijak adalah pilihan yang terbaik,” pungkasnya.

Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat asal Bastem tidak ketinggalan pula menyerukan pemenangan Paslon BM-SBj yang bertagline ‘BIAK JILID’ pada Pilkada Luwu tahun ini.

Seperti, antara lain H Abdul Karim Tuana, salah satu tokoh adat Bastem dari Kaparengngesan Banua Sura’ Langi’ ri Ojo.

Cucu Parengge’ Pocci yang satu ini, mengharapkan agar segenap rumpun keluarga Bastem di manapun berdomisili di wilayah Kabupaten Luwu, supaya bersatu untuk memenangkan Paslon BM-SBj.

“Pak Basim sudah terbukti membangun ketika menjadi Bupati Luwu sepuluh tahun yang lalu. Jadi harapan saya agar segenap keluarga Bastem bersatu untuk memilih Pak Basmin dan Pak Syukur Bijak,” himbau tokoh masyarakat Bastem yang satu ini.

Menurutnya, bahwa dengan kembali terpilihnya Pak Basmin menjadi Bupati Luwu. Hal  itu, juga bisa menjadi jembatan bagi generasi muda dari Bastem, untuk dapat menjadi pemimpin Luwu pada masa akan datang.

Apalagi ada cucunda Rusli Sunali, sambung dia, yang menjadi Ketua Tim Sukses Pak Basmin dan Pak Syukur Bijak.

“Jangan kita kecewakan generasi muda kita dari Bastem, dalam meniti karier politiknya,” tutur tokoh adat Bastem yang telah lama berdomisi di Noling, Kecamatan Bupon tersebut.

Jadi harapan saya, kata dia lagi, jika segenap rumpun keluarga Bastem belajar bersatu di bawah komando Rusli Sunali sebagai cucu kita atau kemanakan kita, dalam memenangkan pasangan Pak Basmin dan Pak Syukur Bijak.

“Itu dapat menjadi ukuran, untuk bisa mengantarkan generasi Bastem pada tampuk kepemimpinan di Luwu kedepannya,” kata tokoh masyarakat Bastem yang lebih akrab disapa Puang Kakeknya Utty tersebut.

Lanjut ia mengatakan, bahwa sudah saatnya kita rumpun Bastem bersatu di bawah payung filosofi leluhur kita mengenai ungkapan, “mesa’ kada dipatuo pantan kada dipomate, sang tirimbakan pajo-pajo, sang nonian la’pa-la’pa,” jika menginginkan generasi Bastem dapat bicara pada tampuk pemerintahan daerah Luwu ke depan.

Kemudian ia menambahkan, saya ini sudah tua, dan dari generasi-kegenerasi telah melihat, serta merasakan secara langsung buah dari kepemimpinan para Bupati Luwu selama ini.

“Dari pengalaman itu, saya meyakini bahwa Pak Basmin-lah, diantara bupati Luwu sebelumnya  yang paling layak dan dapat memimpin Kabupaten Luwu kearah lebih baik seperti pada masa 10 tahun silam, ketika beliau diberi kesempatan menahkodai daerah kita,” tegas pensiunan PNS yang berprofesi sebagai guru tersebut.

Maka untuk kali ini, saya mengharapkan agar semua rumpun keluarga Bastem, supaya bersatu di belakang barisan cucunda Rusli Sunali, guna bersama-sama memenangkan Pak Basmin dan Pak Syukur Bijak pada Pilkada Luwu tahun ini.

Jadi pesan saya, jangan mempermalukan harga diri kita sebagai orang Bastem atau keturunan para leluhur orang Bastem, hanya karena kebodohan dalam memilih pemimpin. Apalagi sampai menjual suara, sebab itu sama saja bermental budak.

“Jika itu yang terjadi, maka sama saja merendahkan harkat dan martabat sebagai orang Bastem,” kunci H Abdul Karim Tuana.

Penulis   : Jirham & Abdul Rahman
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.