.

.

Rubrik

.

Jumat, 02 Maret 2018

Bupati Lutim Canangkan TPA Ussu Jadi Lokasi Wisata Edukasi Sampah

Bupati Lutim HM Thoriq Husler menyampaikan amanatnya dalam apel bersama seluruh jajaran Pemkab Lutim di TPA Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Lutim, Jumat (2/3/2018)

Yusef Eka Darmawan : Pertama di Indonesia Pemkab Lutim Programkan Bayar Tunggakan Iuran JKN Warganya Menggunakan Sampah

LUTIM, Tabloid SAR- Bupati Lutim HM Thoriq Husler, terus melakukan sejumlah terobosan dan inovasi baru untuk membangun daerah yang dinahkodainya.

Terobosan dan inovasi tersebut, ditandai dengan pencanangan  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ussu yang berada di Kecamatan Malili, Kabupaten Lutim menjadi lokasi wisata edukasi sampah.

Lounching pencanangan TPA Ussu sebagai lokasi wisata edukasi sampah, secara resmi disampaikan Bupati Lutim saat memimpin apel bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim di lokasi TPA Ussu, Jumat (02/03/2018).

“Apel ini, merupakan gerakan awal untuk mensosialisasikan pencanangan TPA Ussu menjadi destinasi wisata edukasi sampah,” kata Husler.

Melalui kesempatan ini mantan Wakil Bupati Lutim tersebut, mengajak seluruh aparatur Pemkab Lutim untuk bersama-sama memperkenalkan TPA Ussu kepada masyarakat umum sebagai tempat wisata edukasi sampah.

“Kalau semua yang hadir saat ini, memperkenalkan TPA Ussu sebagai objek wisata edukasi sampah, maka yakin dan percaya tempat ini akan segera menjadi destinasi wisata yang cukup popular dan banyak digandrungi para wisatawan, baik lokal maupun domestik, termasuk Wisman (wisatawan manca Negara- red),” jelas Husler dengan rada optimis.

Menurutnya, melalui pencanangan TPA Ussu menjadi tujuan wisata edukasi sampah, maka para wisatawan yang berkunjung ke lokasi itu, dapat memahami cara pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga lingkungan di sekitar kita.

“Semakin banyak pengunjung ketempat ini, maka secara tidak langsung semakin banyak pula yang akan mengetahui cara pengelolaan sampah dengan baik dan benar, serta modern. Termasuk dapat membangun kesadaran para pengunjung untuk menjaga lingkungan sekitarnya,” terang orang nomor satu di daerah berjuluk Bumi Batara Guru tersebut.

Dalam mengakhiri amanatnya, Husler menghimbau para hadirin untuk sama-sama mengabadikan dan mengapload foto-foto di lokasi itu ke-media sosial agar publik mengetahui kondisi TPA Ussu, termasuk tertarik untuk mengunjungi lokasi tersebut.
“TPA ini, sangat potensial menjadi salah satu objek wisata terpavorit di Luwu Timur. Karena selain didukung panorama alam yang indah, juga dapat dijadikan tempat belajar mengelola sampah dengan baik dan benar,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, Husler juga menegaskan bahwa kedepannya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lutim, pihaknya akan mendorong semua potensi TPA Ussu dengan membangun sejumlah infrastruktur pendukung, agar pengelolaannya menjadi lebih baik lagi.
Dari kiri kekanan : Bupati Lutim HM Thoriq Husler menyaksikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo Yusef Eka Darmawan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lutim Andi Tabacina Akhmad menandatangani MoU 
Menariknya, seusai menggelar apel bersamadi TPA tersebut, juga digelar penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan  antara Pemkab Lutim dengan BPJS Kesehatan Cabang Palopo.

Pemkab Lutim diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lutim Andi Tabacina Akhmad, sedangkan pihak BPJS Kesehatan diwakili Kepala Cabang BPJS Kesehatan Palopo Yusef Eka Darmawan.

MoU tersebut, berisi kesepakatan tentang pembayaran iuran dan atau tunggakan iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) warga Kabupaten Lutim dengan menggunakan sampah yang dikelola di TPA Ussu.

Dalam sambutannya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo mengungkapkan bahwa program pembayaran iuran dan atau tunggakan peserta JKN kepada BPJS Kesehatan dengan memakai sampah adalah program yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia.

“Program ini adalah inovasi luar biasa dan menyentuh langsung masyarakat yang kurang mampu. Program ini, juga baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia,” ungkap Yusef.

Sementara, Kepala DLH Lutim dalam laporannya menerangkan bahwa ide dan solusi ini, lahir dari sebuah realitas sosial yang terjadi di Lutim.

“Inovasi ini, berangkat dari sebuah ide yang diharapkan dapat menjadi solusi atas kenyataan adanya peserta JKN di Kabupaten Luwu Timur sebanyak 3.749 orang,  menunggak pembayaran iurannya di BPJS Kesehatan. Iuran tersebut, untuk mendapatkan pelayanan fasilitas kesehatan  kelas III dengan total nilai tunggakan sebanyak Rp. 905.113.574,” sebut Andi Tabacina.

Editor : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.