.

.

Rubrik

.

Sabtu, 10 Maret 2018

Masyarakat Diaspora Asal Luwu Galang Kekuatan Dukung BM-SBj

Dari kanan kekiri: Bastem saat foto bersama dengan Calon Bupati Luwu H Basmin Mattayang (tengah) dan Calon Incumbent Walikota Palopo HM Judas Amir. Ia merupakan warga diaspora asal Kabupaten Luwu yang telah lama berdomisili di Lampung, Pulau Sumatera.
Figur Kepemimpinan Basmin Masih Sangat Dibutuhkan untuk Lebih Memajukan Luwu

LUWU, Tabloid SAR – Kembalinya H Basmin Mattayang (BM) untuk kedua kalinya berpasangan dengan Syukur Bijak (SBj) maju bertarung pada Pilkada Luwu 2018 ini. Sepertinya semakin mendapat dukungan dari berbagai kalangan, tanpa terkecuali dari kalangan masyarakat diaspora (perantau) asal Luwu yang telah berdomisili di berbagai daerah di Nusantara ini.

Bahkan beberapa diantaranya, justru terjun langsung untuk menyerukan dan mengkampanyekan pasangan Nomor Urut 1 (satu) pada Pilkada Luwu ini. Salah satunya warga Kabupaten Luwu yang bernama Bastem, selama ini diketahui merantau di Lampung, Pulau Sumatera.

Menurut Bastem, Putra Luwu berdarah Bastem-Toraja yang juga dikenal berprofesi sebagai pengusaha karbon aktif tersebut. Bahwa dirinya kali ini, kembali ke kampung halamannya untuk sementara waktu dari perantauan, tak lain bertujuan khusus dalam rangka memenangkan pasangan BM-SBj di Pilkada Luwu pada tahun 2018 ini.

Saya pulang kampung jauh-jauh dari Lampung, kata Bastem, sebab saya melihat pembangunan di Luwu selama hampir satu dekade pembangunan infrastrukturnya nyaris jalan di tempat atau tidak ada kemajuan.

Jadi apa yang saya lihat sepuluh tahun yang lampau, kata Bastem lagi, justru hampir tidak ada kemajuan pembangunannya pada bidang infrastruktur jalan.

“Saya melihat di mana-mana jalan poros antar kecamatan (kecuali jalan trans Sulawesi), mengalami kerusakan yang sangat parah,” tuturnya pada awak Tabloid SAR, Sabtu (10/3/2018) sore tadi.

Bagaimana mungkin rakyat Luwu dapat sejahtera, lanjut ia menuturkan, jika jalanan saja yang merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, justru mengalami kerusakan yang sangat parah seperti itu.

Seperti contohnya, ujarnya lagi, waktu pak Basmin menjadi Bupati Luwu, jalan poros Noling aspalnya masih bagus.

“Sekarang, malah menjadi jalan kerikil yang sangat parah kerusakannya,” sebutnya pria paru baya kelahiran daerah terpencil di Kecamatan Bastem tersebut.

Ya, sambung Bastem, bahwa patut dikatakan semua jalan poros kecamatan dan desa yang terkoneksitas langsung dengan jalan trans Sulawesi, pun pada umumnya tampak mengalami kerusakan yang begitu parah.

“Jadi menurut saya, bahwa Luwu sangat butuh figur kepemimpinan Pak Basmin, untuk membenahi infratruktur jalan yang tampak parah di mana-mana,” ujarnya.

Lanjut Bastem menjelaskan, jadi apapun bentuk program dalam mendorong kesejahteraan hidup rakyat, jika jalanan yang merupakan urat nadi perekonomian tidak dibenahi terlebih dahulu rawan menuai kegagalan. Jadi kuncinya adalah jalan yang baik untuk dapat mensejahterakan hidup rakyat.

“Maka saya percaya, apabila Pak Basmin kembali terpilih menjadi Bupati Luwu, sangat yakin akan mampu membenahi infrastruktur jalan yang begitu parah tersebut, demi menggerakkan roda perekonomian masyarakat hingga kepelosok desa-desa,” papar Bastem lagi.

Alasan saya sangat sederhana, ujar Bastem bahwa waktu Pak Basmin menjadi bupati, saat itu, APBD Luwu hanya sekitar Rp 150 miliaran, tapi beliau mampu menyulap Belopa menjadi Ibukota Kabupaten Luwu, hanya dalam waktu tiga tahun saja, Belopa sudah dapat sejajar dengan ibukota daerah lainnya yang sudah lama terbentuk.

Karena begitu komitmennya Pak Basmin, sehingga tampak pembangunan perkantoran pemerintah (SKPD) di Belopa. Termasuk melakukan pembangunan dan pengaspalan jalan hingga pelosok-pelosok yang begitu begitu pesat saat itu.

“Bahkan pada waktu itu juga di Beuma, Ibukota Kecamatan Bastem pun sudah mulai diaspal jalannya,” imbuhnya.

Sekarang ini, APBD Luwu sudah mencapai Rp 1,5 triliun, lanjut Bastem menuturkan, jika anggaran sebesar itu dikelola di bawah kepemimpinan Pak Basmin.

“Apa Luwu untuk lima tahun ke depan tidak akan menjadi daerah yang sangat maju perekonomian masyarakatnya hingga ke desa-desa,” terangnya.

Apalagi Pak Basmin, tutur Bastem lagi, sudah dikenal sangat handal dalam mengurus anggaran pada tingkat pemerintah pusat. Itu karena pengalamannya, baik waktu dirinya menjadi pimpinan proyek pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan maupun saat menjadi Bupati Luwu.

“Saya pikir bahwa figur kepemimpinan Pak Basmin, tentunya masih sangat dibutuhkan untuk lebih memajukan pembangunan Luwu untuk periode lima tahun ke depan,” tandas Bastem lagi.

Lalu ia pun menambahkan, kita sangat menginginkan Pilkada Luwu ini, dapat berlangsung damai.

“Harapan saya pada warga Luwu agar jangan saling mencela dan menebar isu-isu SARA. Sebab itu, yang dapat memicu terjadinya konflik politik yang sifatnya sangat berpotensi mengarah pada tindak-tindak anarkisme massa,” kunci Bastem.

Bastem pun mengaku, jika dirinya sedang menggalang tokoh-tokoh masyarakat diaspora Luwu yang merantau di berbagai daerah, agar sesaat dapat kembali untuk membantu memenangkan pasangan BM-SBj, demi terwujudnya Kabupaten Luwu lebih maju dan masyarakatnya yang makin sejahtera.

Penulis   : Abdul Rahman
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.