.

.

Wednesday, 7 March 2018

Pelayanan Publik di Kantor Lurah Boting, Hanya Menunggu Sekitaran 15 Menit Saja

Lurah Boting, Sudarso, S.Sos

PALOPO, Tabloid SAR – Istilah Boting menurut perspektif legenda Pajung ri Luwu, merupakan sebuah simbol kebesaran “tahta” dalam sistem kedaulatan Batara Guru (Maha Dewa), ketika membawa ajaran-ajaran spiritual tentang prinsip-prinsip penyelenggaraan kerajaan mitos, terhadap peradaban umat manusia pada era kedigdayaan maritim Bugis Purba.

Hanya saja dalam legenda Pajung ri Luwu, dikenal dengan istilah Boting Langi’ artinya “Tahta Tangit”. Maksudnya tempatnya “Sang Maha Dewa, Batara Guru” untuk bertahta dalam membangun sebuah peradaban Maritim Bugis Purba pada era peradaban mitos.

Akan tetapi pada era pemerintahan otonomi Kota Palopo di Sulawesi Selatan (Sulsel) sekarang ini, istilah “Boting” menjadi nama sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Wara. Di mana Kelurahan Boting itu sendiri saat ini, dinahkodai oleh Sudarso, S.Sos.

Sebagai pejabat birokrasi (Aparatur Sipil Negara/ASN) yang mengawali tugasnya untuk menahkodai Kelurahan Boting dari semenjak 23 Maret 2017, setelah sebelumnya dilantik oleh Walikota Palopo pada 2 Maret 2017. Nampaknya sangat memberikan ekspektasi kuat terhadap sistem pelayanan publik, melalui gaya kepemimpinan yang bersifat merakyat.

Sosoknya yang humanis dan kiat-kiatnya dalam memberikan layanan publik, sehingga kehadiran pemerintah tampak sangat dirasakan oleh warga Kelurahan Boting. Hal tersebut, sebab Sudarso senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakatnya.

Hal itu, dikemukakan oleh Faisal, salah satu tokoh pemuda yang berdomosili di RT 002/RW 001 Kelurahan Boting tersebut.

“Kami selaku warga merasa sangat puas di bawah kepemimpinan Pak Lurah Sudarso, karena beliau menganut sistem pelayanan door to door,” tutur salah satu tokoh pemuda yang akrab disapa Acok tersebut.

Hal senada, juga diutarakan oleh Syamsuddin Paiman, adalah juga warga Kelurahan Boting yang berdomisili di RT 002/RW 002.

Lalu ia menambahkan bahwa Pak Lurah Sudarso sangat bagus pendekatannya kepada masyarakat, sehingga membuat Kelurahan Boting ini senantiasa dalam suasana kondusif.

Sejumlah warga di wilayah kelurahan inipun juga mengakui pelayanan publik yang prima di Kantor Kelurahan Boting di bahwa kepemimpinan Sudarso.

Menurut mereka bahwa mengurus administrasi di Kantor Lurah Boting, tidak butuh waktu lama, yakni hanya sekitaran 15 menit saja.

“Bahkan jika berupa pengurusan administrasi yang bersifat prisipil, justru Pak Lurah Sudarso sendiri yang kadang langsung memberikan pelayanan bersifat door to door. Jadi itu yang membuat kita, menjadi sangat merasakan hadirnya pemerintah di Kelurahan Boting ini,” tutur sejumlah Warga Kelurahan Boting lainnya.

Sementara menurut pantauan Tabloid SAR, Senin (5/3/2018) bahwa apa yang dikemukakan oleh warga tersebut, tampaknya itulah keadaan sesungguhnya khusunya mengenai sistem pelayanan publik di Kantor Kelurahan Boting.

Jadi wajar apabila warga di kelurahan ini, sangat merasakan adanya kehadiran pemerintah dalam memberikan sistem layanan publik yang prima.

Pada kesempatan itu pula, Lurah Boting, Sudarso kepada media ini, mengemukakan bahwa tujuan pemerintah itu adalah bagaimana memberikan sistem pelayanan yang sebaik mungkin kepada masyarakatnya.

“Yaa, itulah yang kita terapkan di Kantor Kelurahan Boting ini,” tuturnya.

Apalagi Bapak Walikota, tuturnya lagi, sudah sejak awal telah mencanangkan sistem pelayanan publik yang bersifat paripurna.

“Jadi itu, sudah harus menjadi standar dalam sistem pelayanan publik di Kantor Lurah Boting ini,” kata Sudarso.

Warga di wilayah ini, sudah sangat kenal betul, sambung dia, sebab sebelumnya saya adalah Seklur (Sekretaris Kelurahan) di sini. Jadi dalam menangani permasalahan sosial di kelurahan ini. Patut dikatakan tidak ada kendala yang berarti.

“Alhamdulillah wilayah ini, selalu dalam kondisi aman dan kondusif,” imbuhnya.

Itu karena, kita senantiasa bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat, tambah dia, untuk menyampaikan mengenai pentingnya memelihara Kamtibmas demi mewudkan lingkungan yang aman dan damai.

“Kalau situasi kondusif, selalu kita jaga bersama, maka jelas akan memberikan rasa tentram kepada masyarakat itu sendiri,” pungkas Lurah Boting tersebut.

Penulis   : Ories
Editor     : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.