.

.

Wednesday, 21 March 2018

SMK Negeri 1 Torut Kembangkan Program Teaching Factory


Kepala SMK Negeri 1 Torut, Amin Fatoni, S.Pd, M.Pd
Siswa-Siswi Kelas XII SMK Negeri 1 Torut Usai Mengikuti UKK Lanjut USBN-BK

TORAJA, Tabloid SAR- Setelah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) resmi mengambil alih seluruh sekolah tingkat SMA dan SMK, serta sederajatnya. Baik swasta maupun negeri di bawah kendali penuh oleh Dinas Pendidikan Sulsel, sejak tahun 2017 lalu.

Maka pada akhir tahun 2017, Dinas Pendidikan Sulsel, mulai mewajibkan para tenaga pengajar yang berniat menjadi Kepala SMA atau SMK Negeri dan sederajatnya di Sulsel, diwajibkan untuk mengikuti seleksi uji kompetensi.

Hasil tersebut, kemudian ditindaklanjuti oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada tanggal, 7 Desember 2017 dengan melantik para peserta seleksi yang dinyatakan lulus menjadi kepala sekolah (Kepsek) negeri.

Para Kepsek itu, kemudian mengikuti acara serah terima jabatan (Sertijab) pada tanggal, 29 Desember 2017.

Kendati demikian, para Kepala SMA dan SMK Negeri, serta sederajatnya baru mulai efektif melaksanakan tugasnya selaku Kepsek sejak tanggal, 8 Januari 2018. Mengingat pasca acara pelantikan dan Sertijab, sekolah-sekolah lagi pada libur semester ganjil Tahun Ajaran 2017/2018.

Dengan demikian, pasca masa liburan semester tersebut, tepatnya pada Senin, 8 Januari 2018 para Kepsek baru mulai efektif bekerja di tempat tugas mereka.

Demikian pula dengan Kepala SMK Negeri 1 Toraja Utara (Torut) Amin Fatoni, SPd, MPd, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 2 Torut (SMK Negeri 1 Kesu’).

Ia baru mulai efektif menjalankan tugas barunya sebagai Kepala SMK Negeri 1 Torut (SMK Negeri 1 Tallunglipu) setelah masa libur semester ganjil usai.

Dalam mengawali tugasnya sebagai orang yang menahkodai SMK Negeri 1 Torut, Amin mulai mengembangkan program Teaching Factory (pengajaran pabrik- red) sejak awal semester genap Tahun Ajaran 2017/2018.

Teaching Factory adalah sebuah program pengajaran untuk mendekatkan peserta didik SMK Negeri 1 Torut pada dunia kerja yang nyata sesuai fakta di lapangan dunia  usaha dan industri.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala SMK Negeri 1 Torut, Amin saat ditemui wartawan Tabloid SAR di ruang kerjanya, Senin (19/3/2018) siang.

Menurutnya program Teaching Factory merupakan sebuah langkah konkrit untuk mempersiapkan para alumni SMK Negeri 1 Torut menjadi tenaga siap pakai baik pada dunia usaha maupun di dunia industri.

“SMK memang seharusnya menjadi lumbung untuk mempersiapkan peserta didiknya menjadi tenaga kerja siap pakai pada dunia usaha dan industri setelah tamat. Disamping itu, SMK juga harus mempersiapkan siswa-siswinya untuk dapat melanjutkan studinya pada jenjang Perguruan Tinggi, guna memantapkan kompetensi dan keahliannya,” kata Amin.

Alumni S1Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan Universtitas Veteran Republik Indonesia (FKIP UVRI) Makassar Jurusan PPKN tahun 1993 tersebut, mengatakan bahwa, itu sebabnya dalam setiap pelaksanaan Prakerin (Praktek Kerja Industri) atau PKL (Praktek Kerja Lapangan) bagi siswa-siswi Kelas XI (Kelas 2- Red) pada semester genap, pihak SMK selalu bekerjasama dengan pihak luar baik swasta maupun negeri untuk menampung peserta didiknya yang akan praktek di luar sekolah.

Selain itu, Kepala SMK Negeri 1 Torut juga menjelaskan, bahwa hal serupa juga dilakukan pihak SMK ketika siswa-siswinya hendak mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) pada semester akhir, pihak sekolah selalu melibatkan dan bekerjasama dengan pihak luar.

“Dalam setiap pelaksanaan Prakerin atau PKL dan UKK pihak sekolah pasti bekerjasama dengan pihak luar, umumnya kerjasama dengan pengusaha yang bergerak pada bidang usaha perdagangan dan industri,” jelas Amin.

Dalam kesempatan ini, guru PPKN yang pernah menjabat selama 7 tahun sebagai Kepala SMK Negeri 2 Torut tersebut, juga menuturkan bahwa pada tanggal, 22 Februari- 3 Maret 2018 lalu, sebanyak 366 orang anak didiknya mengikuti UKK atau ujian praktek dengan melibatkan pihak luar sekolah.

“Waktu siswa-siswi kami mengikuti UKK beberapa minggu lalu, kami bekerjasama dengan pihak luar. Karena dalam pelaksanaan UKK semua jurusan di SMK Negeri 1 Torut, baik itu Jurusan Administrasi Perkantoran, maupun Jurusan Bisnis Pemasaran, termasuk Jurusan Akutansi, serta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), mau-tidak mau kita harus melibatkan pihak luar sekolah untuk kerjasama menguji anak didik kami,” tuturnya.

Lebih lanjut, Alumni Pasca Sarjana (S2) Manajemen Administrasi Pendidikan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini, menerangkan bahwa setiap peserta didik SMK pada semester akhir wajib mengikuti ujian sebanyak tiga kali tahapan untuk menyelesaikan studinya.

“SMK beda dengan SMA, siswa-siswinya cuma dua kali mengikuti ujian yakni Unjian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), berbeda dengan kami, sebelum mengikuti USBN-BK dan UNBK, anak didik kami terlebih dahulu wajib mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian (UKK),” terang Amin.

Untuk diketahui, sejak Selasa (15/3/2018) sebanyak 366 orang siswa-siswi Kelas XII SMK Negeri 1 Torut dari seluruh jurusan, mengikuti USBN-BK. Ujian ini akan berlangsung hingga Rabu (24/3/2018) medatang. Usai mengikuti USBN-BK, para peserta didik semester akhir tersebut, masih akan mengikuti UNBK, pada tanggal, 2-5 Maret 2018 mendatang.

Kali ini, sebanyak 15 orang peserta didik SMK Toraja Wisata Rantepao yang berada di Kelurahan Karassik, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Torut, juga mengikuti USBN-BK di SMK Negeri 1 Torut. Mereka juga dijadwalkan mengikuti UNBK di sekolah ini nantinya.

Penulis   : William Marthom & David Luase
Editor     : Zottok

No comments:

Post a Comment

.

.