.

.

Friday, 16 March 2018

Tahun Ini Dinas Pertanian Torut Akan Membagikan 100 Ribu Bibit Kopi Kepada Petani

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Torut Ir. Daud S. Pongsapan, MM

TORAJA, Tabloid SAR- Meski Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan mengalami devisit anggaran sekitar Rp 70 milliar lebih pada Tahun Anggaran (TA) 2017 lalu, dengan pendapatan asli daerah (PAD) hanya sekitar Rp 42 milliar lebih pada tahun 2017 lalu.

Tentu Kabupaten Torut yang belum cukup satu dasawarsa memekarkan diri dari Kabupaten Tana Toraja (Tator) akan mengalami berbagai macam kendala dalam menyelenggarakan pemerintahan dan mengakselerasi pembangun daerahnya secara maksimal.

Kendati demikian, Bupati Torut Kalatiku Paembonan bersama Wakilnya Yosia Rinto Kadang dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Torut akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan pemerintahan dan memberikan pelayanan yang terbaik, serta membangun Torut dan masyarakatnya secara berkesinambungan.

Upaya membangun Torut tersebut, tidak lepas dari semangat yang kuat disertai dengan keiklasan untuk mewujudkan Visi Kabupaten Torut 2016-2021 yakni “Mekar untuk Sejatera”.

Hal demikian tentunya pula menjadi spirit bagi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Torut Daud S. Pongsapan dalam mengupayakan percepatan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejateraan para petani di Torut.

Meski dengan anggaran yang sangat minim dan terbatas, semangat Daud dalam berupaya menjalankan tugas dan tanggungjawabnya selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) selama menahkodai Dinas Pertanian Torut tidak pernah surut.

Loyalitas dan tanggugjawab tersebut, dapat dilihat dengan kinerja Daud yang tidak berhenti mengupayakan pembangunan pada sektor pertanian dalam berbagai bidang dengan alasan terbatasnya anggaran Pemkab Torut.

Selaku pembantu bupati yang berwenang dan bertanggungjawab pada sektor pertanian, Daud terus berupaya secara kreatif dan inovatif dalam memajukan sektor pertanian meski anggarannya sangat terbatas.

Hal tersebut dapat dilihat pada sejumlah Memorandum Of Understanding (MoU) atau kesepakatan dengan sejumlah pihak dalam bekerjasama untuk meningkatkan SDM dan peningkatan kesejateraan para petani di Kabupaten Torut.

Misalnya, MoU Dinas Pertanian Kabupaten Torut dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta yang ditandatangani pada Januari 2018 lalu.

Dalam kerjasama ini, Dinas Pertanian Torut bekerjasama dengan BPPT Jakarta untuk mengutus dua orang masyarakat Torut ke negara Vietnam guna belajar cara membudidayakan tanaman kopi dan cara pengolahan kopi menggunakan teknologi tepat guna.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Torut Daud S. Pongsapan saat ditemui di kantornya, Kamis (15/3/2018) siang.

Menurutnya, dua orang asal Kabupaten Torut yang akan dikirim ke Vietnam pada tanggal, 3 Mei 2018 mendatang adalah petani kopi dan pengolah hasil pertanian kopi.

“Yang kami kirim untuk belajar ke Vietnam selama 12 hari di sana, ada dua orang petani. Satu orang petani kopi akan belajar khusus mengenai cara membudidayakan tanaman kopi, dan satunya lagi akan belajar khusus cara mengolah hasil produksi kopi,” kata Daud.

Ia menambahan bahwa petani kopi yang diutus untuk belajar bagaimana cara membudidayakan tanaman kopi agar bisa lebih cepat berproduksi (berbuah- red) dan hasil produksinya lebih banyak seperti di Vietnam. Sementara petani yang satunya, akan mempelajari cara atau metode pengolahan hasil produksi kopi (buah kopi- red) sehingga bisa menjadi komoditi pertanian yang lebih berharga dengan nilai jual lebih tinggi.

“Kami sengaja mengutus kedua petani kopi itu, untuk belajar di Vietnam karena hasil produksi kopi kita di Toraja, hanya sekitar 400 kilogram (kg) per hektar, sedangkan di Vietnam hasilnya mencapai 2,5 ton per hektar atau sekitar 2.500 kg per hektarnya,” sebut Daud sembari mengatakan semua biaya dan kebutuhan kedua petani yang diutus ke Vietnam tersebut, sepenuhnya ditanggung oleh BPPT Jakarta.

Selain itu, Daud menerangkan pula bahwa Dinas Pertanian Torut juga membuat MoU dengan PT. Toarco Jaya, Tbk sebuah perusahaan kopi di Kabupaten Torut yang bergerak pada bidang pertanian dan pengolahan, serta perdagangan kopi.

“MoU dengan PT. Toarco Jaya berisi kerjasama dalam hal penyediaan bibit kopi unggulan. Dalam kesepakatan itu, pihak perusahaan menyedikan 50 ribu pohon bibit kopi unggulan per tahun, sedangkan kami yang mendistribusikan bibitnya kepada para kelompok tani yang ada di Torut, sesuai dengan kebutuhan atau berdasarkan luas lahan petani,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Torut juga membeberkan bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian di Jakarta.

“Kami juga sudah menandatangani MoU dengan Badan Litbang Pertanian pada tingkat pusat. Dalam kerjasama tersebut, disepakati bahwa mereka akan melakukan pembinaan kepada petani kopi dan tenaga penyuluh pertanian tanaman kopi di Kabupaten Toraja Utara, termasuk pelatihan mengenai tata cara membudidayakan tanaman kopi, minimal dua kali dalam setahun,” ujar Daud.

Lebih lanjut, Daud menjelaskan bahwa dalam MoU ini, tugas Dinas Pertanian Torut, hanya menyediakan atau mengarahkan para petani kopi dan koordinator tenaga penyuluh tanaman kopi untuk mengikuti pembinaan, serta pelatihannya.

“Dalam kerjasama itu, kami hanya berkewajiban untuk menghadirkan sebanyak 279 petani kopi dan 21 tenaga penyuluh kami, guna mengikuti pelatihannya. Kerjasama ini, sudah akan direalisasikan pada akhir Maret mendatang. Badan Litbang Pertanian akan menggelar pelatihan tahap pertama selama dua hari mulai tanggal, 27-28 Maret 2018 mendatang di Kabupaten Torut,” jelasnya.

MoU Dinas Pertanian Torut dengan Badan Litbang Pertanian tidak hanya sebatas itu, mereka juga kerjasama dalam hal pengadaan atau penyediaan 50 ribu pohon bibit kopi unggulan pertahun.

“Kami juga bekerjasama dengan mereka untuk menyiapkan sebanyak 50 ribu pohon bibit kopi unggulan per tahun. Bibitnya nanti kami yang akan bagikan kepada para petani di Kabupaten Toraja Utara. Dengan demikian Dinas Pertanian Toraja Utara, dalam tahun 2018 ini, akan membagikan 100 ribu pohon bibit kopi varietas unggulan kepada petani,” urainya.

Daud menegaskan bahwa penandatanganan sejumlah MoU dengan berbagai pihak dilakukan demi meningkatkan kesejateraan para petani kopi di Kabupaten Torut.

“Selain demi meningkatkan kesejateraan para petani, hal itu juga kami laksanakan sebagai salah satu upaya untuk tetap bisa bekerja membantu para petani, meski anggaran Pemerintah Kabupaten Toraja Utara sangat minim,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan Tabloid SAR, diketahui bahwa luas lahan kebun kopi milik petani di Kabupaten Torut lebih dari 10 ribu hektar, sekitar 500 hektar diantaranya tidak lagi produktif dan akan ditanami ulang dalam tahun ini.

Lahan pertanian kopi tersebut, tersebar di daerah pegunungan yang ketinggiannya rata-rata lebih dari 900 meter di atas permukaan air laut, yakni di wilayah Kecamatan Kapala Pitu, Baruppu’, Awan, Buntu Pepasan, Rinding Allo dan sekitarnya.

Luas lahan pertanian kopi itu, belum termasuk ribuan hektar perkebunan kopi milik PT. Toarco Jaya Tbk, yang berada di sekitar wilayah Kecamatan Buntao’ dan Rantebua.

Petani kopi di Kabupaten Torut, umumnya mengembangkan beberapa jenis varietas kopi yang cocok dibudidayakan di daerah tersebut, yakni varietas kopi Tipika, Lini-S, Andung Soru, dan Usda. Varietas kopi Tipika adalah jenis kopi unggulan asal Toraja, sedangkan varietas lainnya berasal dari pulau Jawa.

Saat ini, potensi pengembangan lahan pertanian kopi di Torut masih dapat dikembangkan hingga 4.000 hektar. Lahan tersebut, dulunya dikelolah oleh lima perusahaan kopi, namun lokasinya sudah ditinggalkan karena Hak Guna Usaha (HGU)-nya telah habis masa kontraknya tahun ini.  

Pemkab Torut dapat mengusulkan lahan tersebut, kepada pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan stakeholder terkait guna dibebaskan agar dapat diserahkan atau dibagikan kepada para petani untuk dikelola, serta ditanami kopi, maupun komoditas pertanian lainnya.

Lahan seluas satu hektar (10.000 meter persegi atau 10.000 m²) dapat ditanami bibit kopi sebanyak 1.700 pohon, dengan jarak 2,5 m x 2,5 m.

Diketahui pula, bahwa selama ini Dinas Pertanian Torut juga sering memberikan berbagai macam bantuan kepada para petani yang meliputi bibit varietas unggulan baik padi, jagung maupun kopi, pestisida (racun hama), herbisida (racun rumput), pupuk, alat sangrai (penggorengan kopi), moisture meter (alat ukur kadar air padi, jagung dan kopi), water pump (pompa air), hand sprayer (penyemprot padi, jagung dan kopi), hand tractor, serta berbagai macam bantuan lainnya.

Hal tersebut, dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Torut Daud.

Penulis   : William Marthom & David Luase
Editor     : Zottok    

No comments:

Post a Comment

.

.