.

.

Saturday, 7 April 2018

Bupati Lutim Tegaskan Tahun Ini, KUBE Akan Diberi Bantuan Modal dan Pengembangan Usaha Sebesar Rp 25 Juta Per Kelompok

Para peserta Pelatihan Keterampilan Berusaha Bagi Keluarga Miskin yang digelar oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lutim di Aula Hotel I La Galigo, Puncak Indah Malili, berlomba-lomba menyalami Bupati Lutim HM Thoriq Husler (kanan), Kamis (5/4/2018).

LUTIM, Tabloid SAR- Para pemimpin ideal adalah orang yang tahu persis dan paham betul akan keinginan, serta kebutuhan rakyatnya. Ia harus mampu melihat kondisi dan kebutuhan orang-orang yang dipimpinnya secara menyeluruh.

Dengan berbekal pengetahuan demikian, maka seorang pemimpin berkewajiban untuk dapat menangani kondisi yang dialami rakyatnya, termasuk berupaya memenuhi kebutuhan mereka.

Tentu harapan demikian, secara umum yang banyak terlintas di hati dan pikiran rakyat dalam menghadapi setiap momentum kontestasi pemilihan presiden (Pilpres), pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) baik pada tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota.

Meski demikian, tak jarang pula para pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat terbukti mengecewakan pemilih atau konstituen mereka.

Sebab harapan rakyat terkadang berbanding terbalik dengan realitas dan perilaku orang-orang yang telah mereka pilih pada ajang pesta demokrasi.

Namun tidak semua pula, pemimpin menghianati rakyat dan melupakan janji-janji politik yang pernah mereka lontarkan pada momentum kampanye. Tentu pemimpin ideal itu, masih ada  tetapi sangat langkah dan sulit ditemukan di  seantero nusantara.

Ungkapan di atas, sering kita jumpai di tengah-tengah diskusi atau perdebatan rakyat dalam setiap menghadapi suksesi kepemimpinan pada gelanggang politik elektoral. Termasuk menjelang Pilkada Serentak yang akan dihelat pada 27 Juni 2018 mendatang.

Yang pasti kebenaran maupun kekeliruan ungkapan rakyat, tak terkecuali janji-janji manis para peserta kontestan pemimpin itu, baru bisa diketahui secara pasti ketika pemilihan usai dilaksanakan dan pilihan mayoritas rakyat sudah duduk di atas tampuk kekuasaan.

Demikian pula dengan Pilkada Luwu Timur (Lutim) yang digelar pada tahun 2016 lalu. Banyak masyarakat daerah berjuluk Bumi Batara Guru itu, yang optimis dan pesimis terhadap janji-janji politik para kontestan Pilkada tersebut.

Akan tetapi, pasangan Bupati & Wakil Bupati Lutim HM Thoriq Husler dan Irwan Bachri Syam, meski baru setahun lebih menahkodai Kabupaten Lutim, mereka telah banyak membuktikan janji-janji politiknya sebagaimana dikemas dalam Visi : “Luwu Timur Terkemuka 2021”.
Salah satu buktinya adalah janji mereka (Husler dan Irwan) untuk mendorong ‘Ekonomi Kerakyatan’ yang digerakkan oleh masyarakat Lutim.

Upaya dalam mendorong ekonomi kerakyatan di Kabupaten Lutim, kini mulai nampak secara jelas dan terang benderang.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim dalam tahun 2018 ini, akan memberikan bantuan modal usaha hingga puluhan juta rupiah bagi keluarga miskin di Lutim, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Hal tersebut, diungkapkan Bupati Lutim HM Thoriq Husler, ketika  membuka secara resmi acara Pelatihan Keterampilan Berusaha Bagi Keluarga Miskin di Aula Hotel I La Galigo, Puncak Indah Malili yang digelar oleh oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas Sosial P3A) Kabupaten Lutim, Kamis (5/4/2018).

Menurut Husler, impiannya adalah menumbuhkan dan mengembangkan ekonomi kerakyatan yang digerakkan oleh masyarakat di Kabupaten Lutim.

“Menumbuhkan dan mengembangkan ekonomi kerakyatan, seperti ekonomi kreatif, kerajinan, usaha kecil dan menengah yang digerakkan oleh masyarakat Luwu Timur adalah impian dan prioritas kami. Bukan ekonomi konglomerat yang hanya menguntungkan pengusaha besar,” ujarnya

Selain itu, Bupati Lutim menerangkan bahwa pelatihan tersebut, diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat miskin dalam berusaha agar dapat menjadi mandiri dan berhasil dalam usaha yang mereka geluti.

“Upaya pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi kerakyatan di Luwu Timur, menjadi dasar untuk memberikan perhatian khusus kepada keluarga miskin dengan program bantuan bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE),” terang Husler.

“Sehingga dalam tahun 2018 ini, keluarga miskin yang tergabung dalam KUBE akan mendapat kucuran dana bantuan modal atau pengembangan usaha dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp 25 juta per kelompok,” sebut Husler disambut riuh tepuk tangan para peserta pelatihan tersebut.

Kendati demikian, Husler mengakui bahwa penanganan dan pemberdayaan keluarga miskin di Lutim belum berjalan secara maksimal.

“Itu sebabnya dalam setiap kesempatan, saya memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya instansi terkait, untuk terus menelusuri dan mendata secara teliti warga Luwu Timur yang betul-betul masih tergolong keluarga miskin dan pra sejahtera,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Husler mengajak para stakeholder terkait, dan seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mengentaskan masalah kemiskinan yang masih ada di Lutim.

“Persoalan kemiskinan bukan hanya persoalan pemerintah, tapi persoalan kita semua tanpa kecuali. Maka semua pihak diharapkan dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk mengentaskan persoalan ini,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Lutim Sukarti, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan untuk memberikan bantuan kepada 110 KUBE yang ada di Lutim hingga tahun 2021 mendatang.

“Insya Allah kedepannya, kami akan berupaya untuk memberikan bantuan minimal satu KUBE pada setiap desa yang ada di Luwu Timur,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan tersebut, akan berlangsung beberapa hari kedepan dan diikuti oleh keluarga miskin yang tergabung dalam KUBE di Kabupaten Lutim.

“Kegiatan ini, dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 7 April 2018 mendatang dan akan diikuti oleh para peserta dari 22 KUBE,” kunci Sukarti dalam mengakhiri sambutannya.

Editor : William Marthom


No comments:

Post a Comment

.

.