.

.

.

Minggu, 15 April 2018

Dishub Gelar Razia Kendaraan Roda Tiga, Ratusan Sitor Terjaring di Torut

Tampak petugas Dishub Torut menyemprot bak Sitor yang diperpanjang masa berlaku KEUR-nya di halaman Kantor Bupati Torut, Kamis (12/4/2018).

TORAJA, Tabloid SAR- Salah satu jenis angkutan umum yang menjadi alat transportasi paling banyak digandrungi oleh  masyarakat di sekitar Rantepao Ibukota Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel), adalah Sitor (Taxi Motor) atau kendaraan bermotor roda tiga.

Bahkan jumlah angkutan umum jenis Sitor di Kabupaten Torut yang beroperasi di sekitar Kota Rantepao dan Bolu, mecapai ratusan unit. Mengingat kendaraan bermotor roda tiga yang menyerupai Becak tersebut, banyak diminati oleh masyarakat ketika hendak bepergian di sekitar pusat-pusat kota karena harganya terjangkau, sebab calon penumpang bisa menawar tarif angkutan Sitor dengan pengendaranya (sopir Sitor- red) sebelum ia menumpanginya.

Selain tarifnya yang relative murah dan bisa didawar oleh calon penumpang, Sitor juga terkesan lebih memanjakan penumpang karena bisa mengantar mereka sampai di depan pintu rumahnya. Sebab Sitor bisa menjangkau jalan-jalan yang sempit dalam kota, seperti lorong-lorong dan gank.

Berbeda dengan angkutan umum kendaraan roda empat (mobil- red) yang umumnya hanya dapat melalui jalan raya sesuai rutenya dan agak sulit memasuki lorong-lorong kecil, apa lagi gank.

Kendati demikian, untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Torut melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Torut menggelar operasi pemeriksaan kelengkapan Sitor di Jalan Ratulangi, Singki’ Rantepao, tepatnya di depan Kantor Bupati Torut, Kamis (12/4/2018).

Dalam operasi tersebut, Dishub Torut bekerjasama dengan jajaran Polisi Lalu Lintas Polsek Rantepao dan Kodim 1414 Tana Toraja (Tator).

Operazi ini, berhasil menjaring ratusan unit Sitor yang melanggar dan tidak lengkap surat-surat kendaraannya. Sitor yang terjaring razia tersebut, dialihkan masuk kedalam halaman Kantor Bupati Torut.

Menariknya di halaman Kantor Bupati, Petugas Dishub Torut langsung melayani perpanjangan KEUR dan atau Surat Tanda Uji Kendaraan (STUK) Roda Tiga, serta Kartu Pengendalian Operasional Kendaraan Bermotor Roda Tiga (Sitor- red).

Sitor yang diperpanjang KEUR-nya langsung disemprot sesuai tanggal masa berlakunya untuk tenggang waktu enam bulan kedepan oleh petugas Dishub Torut di halaman Kantor Bupati setempat. Demikian pula dengan kartu pengendalian Sitor yang masa berlakunya satu tahun, juga diperpanjang langsung di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Torut oleh petugas Dishub Torut yang melakukan razia.

Ratusan Sitor yang terjaring razia tersebut, baru dibolehkan keluar dari halaman Kantor Bupati Torut, setelah seluruh surat-surat atau dokumennya diperpanjang oleh petugas Dishub Torut.

Sedangkan, Sitor yang masa berlaku STNK dan atau SIM pengendaranya ditilang oleh Polisi Lalu Lintas dari Polsek Rantepao yang dilibatkan dalam operasi tersebut.

Menurut, Kepala Bidang Lalu Lintas (Kabid Lantas) Dishub Torut Pebri, bahwa dalam operasi ini Dishub Torut bekerjasama dengan jajaran TNI dan Polri.

“Jajaran TNI dari Kodim 1414 Tana Toraja kita libatkan untuk menjaga keamanan berlangsungnya operasi ini, supaya tidak gaduh dan atau untuk meminilisir adanya perlawanan secara fisik dari pengendara Sitor jika kendaraannya terjaring razia. Sedangkan jajaran Polri dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polsek Rantepao dalam operasi ini, bertugas untuk menghentikan kendaraan Sitor dan memeriksa kelengkapan STNK dan SIM pengendara roda tiga itu, karena dalam undang-undang Polri memiliki kewenangan untuk menghentikan kendaraan bermotor, termasuk memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan seperti STNK, juga SIM pengendara,” jelas Pebri yang ditemui di lokasi razia.

Ia menambahkan bahwa dalam operasi ini, petugas Dishub Torut hanya melakukan pemeriksaan kelengkapan dan surat-surat atau dokumen Sitor sesuai kewenangannya.

“Dalam razia ini sesuai kewenangan, kami melakukan pemeriksaan dan memperpanjang masa belaku KEUR, STUK dan Kartu Pengendalian Operasional Kendaraan Bermotor Roda Tiga atau Sitor,” kata Pebri.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Pemeriksaan Kendaraan Bermotor (Kasi Riksa Ranmor) Dishub Torut Prediman Tondok.

Menurut Prediman, seluruh Sitor yang terjaring razia ini, bisa langsung beroperasi kembali setelah memperpanjang surat-suratnya.

“Yang sudah lewat masa berlaku surat-suratnya, setelah diperpanjang bisa langsung kembali beroperasi. Karena persyaratan perpanjangan surat-surat tersebut, tidak rumit dan biayanya juga sangat murah. Sebab untuk perpanjangan KEUR biayanya cuma Rp 14 ribu dengan masa berlaku 6 bulan, sedangkan surat pengendalian operasional Sitor hanya Rp 10 ribu dengan masa berlaku selama 1 tahun,” sebutnya.

Sementara, Panit I Lantas Polsek Rantepao IPTU Jatmika yang ditemui di sela-sela berlangsungnya razia tersebut, menerangkan bahwa mereka terlibat dalam operasi ini atas dasar permintaan dari Dishub Torut, mengingat tugas dan pokok fungsi polisi lalu lintas (Tupoksi Polantas) sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sesuai kewenangan berdasarkan regulasi dan ketentuan yang berlaku di negara kita, dalam operasi ini, personil kami menghentikan Sitor yang melintas di lokasi razia, lalu memeriksa kelengkapan kendaraan itu, termasuk STNK dan SIM-nya. Jika ada pelanggaran, kami tilang,” terang Jatmika.

Lebih lanjut perwira berpangkat dua balok dipundak tersebut, mengatakan bahwa pengendara Sitor yang ditilang, STNK-nya disita sebagai jaminan dan apa bila tidak memiliki STNK atau STNK-nya sudah tidak berlaku, maka kendaraannya yang disita lalu diamankan di Mapolsek Rantepao atau di Pos Lantas Rantepao.

“Pemilik Sitor yang ditilang bisa mengambil STNK atau kendaraannya yang kami sita, setelah melunasi dendanya sesuai putusan Pengadilan Negeri Makale,” ujar Jatmika sembari mengatakan sidang pelanggaran lalu lintas digelar di Pengadilan Negeri Makale setiap hari Jumat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan Tabloid SAR menyebutkan bahwa meski Pemkab Torut sudah membatasi jumlah Sitor yang boleh beroperasi di daerah tersebut, maksimal 450 unit. Namun faktanya hingga kini masih ada sekitar 650 unit Sitor beroperasi di Kabupaten Torut.

Kebijakan membatasi jumlah Sitor yang boleh beroperasi di Kabupaten Torut, tujuannya adalah untuk mengurangi dan mengurai kemacetan yang sering dialami para pengendara kendaraan bermotor baik roda dua (sepeda motor) maupun roda empat (mobil) di sekitar pusat-pusat perbelanjaan di Rantepao dan Bolu, serta kemacetan di jalan-jalan protokoler pada kedua kota tersebut.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.