.

.

.

Selasa, 03 April 2018

Kadis Pertanian : Tahun Ini Pemkab Torut Canangkan Program Tanaman Holtikultura di Setiap Lembang

Dari kiri kekanan : Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Torut Owen Dandu, SP, bersama Sekda Torut Roni Rede Bare', SPd, MPd, dan Kadis Pertanian Torut Ir. Daud Pongsapan, MM, saat memberikan pengarahan dalam Rakor Kesiapan Implementasi Program Pencanangan Tanaman Holtikultura TA 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Torut di aula kantornya, Selasa (27/3/2018) siang.

Dinas Pertanian Gelar Rakor Bahas Kesiapan Implementasi Program Pencangan Tanaman Holtikultura

TORUT, Tabloid SAR- Setelah berhasil meningkatkan produksi tanaman holtikultura jenis cabe khas Toraja varietas Katokkon, pada tahun 2017 lalu.

Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara (Torut) dalam Tahun Anggaran (TA) 2018, berupaya untuk meningkatkan produksi tanaman holtikultura khususnya tanaman sayur-sayuran.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Plt Sekda Torut Roni Rede Bare’ mewakili Bupati Torut Kalatiku Paembonan saat menghadiri Rapat Kordinasi (Rakor) Kesiapan Implementasi Program Pencanangan Tanaman Holtikultura TA 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Torut di aula kantornya, Selasa (27/3/2018) siang.

Menurutnya, tahun lalu Pemkab Torut berhasil meningkatkan produksi cabe varietas Katokkon dalam program pencanangan tanaman holtikultura dengan memprioritaskan budibaya cabe jenis varietas Katokkon pada TA 2017 dengan cara bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat Torut untuk membudidayakan cabe Katokkon.

“Program itu, berhasil dan bahkan membuat produksi cabe Katokkon menjadi over produksi. Karena pada saat program ini, digalakkan seluruh masyarakat Torut diajak memanfaatkan lahan dan pekarangan rumah mereka yang masih kosong untuk ditanami cabe Katokkon,” kata Roni Rede.

Asisten I Pemkab Torut tersebut, menambahkan bahwa ketika dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Torut, ia menghimbau para Kepala Sekolah (Kepsek) se- Kabupaten Torut, mulai dari SD hingga SMP baik swasta maupun negeri untuk mendukung program tersebut, dengan ikut membudidayakan cabe Katokkon dan berbagai macam tanaman holtikultura lainnya.

“Meski demikian, tidak semua sekolah berhasil membudidayakan cabe Katokkon. Namun ada juga yang berhasil dan sangat membanggakan, seperti SD Negeri 3 Buntu Pepasan dan SMP Negeri 2 Bangkelekila’, serta sejumlah sekolah lainnya. Jadi Pak Kadis Pertanian, bagusnya kalau Bapak bersurat ke Dinas Pendidikan, supaya mengeluarkan Surat Edaran bagi para Kepsek di Torut agar memanfaatkan lahan mereka yang kosong untuk ditanami tanaman holtikultura jenis sayur-sayuran,” imbuh Roni Rede sembari melirik Kadis Pertanian Torut Daud Pongsapan yang berada disampingnya.

Mantan Plt Kadis Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Torut ini, mengungkapkan bahwa selain menghimbau para Kepsek se Kabupaten Torut saat itu, ia juga menghimbau seluruh Tenaga Pendidik dan Kependidikan (para guru dan staf sekolah- red) untuk menanami pekarangan rumah mereka dengan berbagai macam jenis tanaman holtikultura.

“Jadi saya minta, semua pegawai di jajaran Dinas Pertanian Torut, agar menjadi contoh bagi pegawai lainnya dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk ditanami berbagai macam jenis sayur-sayuran. Sebab kalau masyarakat melihat tanaman sayur-sayuran di pekarangan rumah para pegawai, tentu mereka juga akan tertarik dan termotivasi untuk menanam. Apa lagi kalau tanaman sayurnya subur,” tandasnya.

Usai memberikan pengarahan dalam Rakor tersebut, Roni Rede menyerahkan sejumlah paket benih berisi berbagai macam jenis sayur-sayuran kepada para Koordinator Penyeluh Pertanian dari 21 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Torut.  
Sekda Torut Roni Rede Bare', SPd, MPd (kanan) menyerahkan paket berisi berbagai macam jenis benih tanaman sayur-sayuran kepada Penyuluh Pertanian seusai menggelar Rakor di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Torut. 
Menurut, Kadis Pertanian Torut Daud Pongsapan bahwa benih sayur-sayuran tersebut, akan dibibit pada setiap Kantor BPP yang ada di kecamatan-kecamatan se- Torut.

“Benih itu, nantinya akan disemaikan dan ditanam pada lahan milik BPP untuk dijadikan percontohan bagi masyarakat. Jika ada masyarakat yang tertarik membudidayakan tanaman holtikultura itu, mereka bisa minta benih atau bibitnya secara gratis pada penyuluh pertanian. Karena sejatinya bibit tersebut, memang dipersiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat guna dibudidayakan,” ujar Daud.

Selain itu, Kadis Pertanian Torut menerangkan bahwa Rakor tersebut, bertujuan untuk membahas persiapan para penyuluh pertanian di Torut. Guna memastikan program pencanangan tanaman holtikultura TA 2018, dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Program itu, nantinya akan dibiayai oleh para Kepala Lembang (Desa- red) menggunakan Alokasi Dana Lembang (ADL) Tahun Anggaran 2018 dengan biaya sebesar Rp 20 juta setiap lembang,” terangnya.

Lebih lanjut, Daud menjelaskan bahwa para Kepala Lembang, selain diwajibkan menganggarkan ADL sebesar Rp 20 juta untuk program tersebut, mereka juga diwajibkan menyiapkan lahan seluas satu hektar, guna dijadikan kebun sayur-sayuran percontohan bagi masyarakat di lembangnya.

“Dalam program ini, para Kepala Lembang menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 juta dan lahan seluas satu hektar, maksimal dua titik dalam setiap lembang. Sedangkan kami dari Dinas Pertanian, bertugas untuk melakukan pendampingan, serta penyuluhan  dan menyiapkan alat kultivator atau alat pengolahan lahan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa program ini, bertujuan untuk memacu masyarakat agar lebih kreatif dan inovativ dalam memenuhi kebutuhannya, agar tidak konsumtif.

“Dengan membudidayakan berbagai macam tanaman sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Program ini, kedepannya juga diharapkan dapat menjadi lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat, sehingga bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat,” tandasnya.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.