.

.

Monday, 23 April 2018

Mahasiswa Asal Luwu Raya Peringati Paskah dan Hari Kartini Bersama Anak-Anak Panti Asuhan

Ketua Umum IMPL Raya, Herland Indrianto (kanan) menyerahkan bantuan kepada Pengurus Panti Asuhan Kristen Tangmentoe, Pdt. Bertha Biantong, S.Th, seusai menggelar ibadah Paskah yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini, Sabtu (21/4/2018)  
Pdt. Bertha Biantong, S.Th : Kami Sungguh Bersuka Cita dan Berbahagia Atas Kepedulian Adik-Adik Mahasiswa Asal Tana Luwu yang Tergabung dalam IMPL Raya

TORAJA, Tabloid SAR- Bagi setiap orang atau kelompok, ada beragam cara untuk memperingati momentum penting atau hari-hari istimewa dalam hidupnya.

Demikian pula dengan peringatan ‘Hari Raya Paskah’ bagi segenap umat Kristen pada seluruh penjuru dunia.

Momentum Paskah bagi umat Kristen umumnya diperingati sebagai ‘Hari Kematian dan Kebangkitan Nabi Isa Almasih (Yesus Kristus- red).’

Dimana pada peristiwa kematian Yesus Kristus bagi umat Kristen diyakini sebagai hari penebusan dosa, segenap umat yang percaya kepada Tuhan Allah, Sang Pencipta langit, bumi dan segala isinya.

Selain itu, Paskah juga merupakan hari penting bagi umat Kristen, karena tiga hari setelah kematian Yesus Kristus, Ia bangkit dari antara orang mati dan naik kesorga.

Momentum kebangkitan Yesus Kristus, tentu merupakan peristiwa suka cita bagi umat Kristen karena kuasa Tuhan Allah nyata dalam mengalahkan maut.

Secara umum pula peristiwa kematian Isa Almasih atau Yesus Kristus oleh umat Kristen diperingati sebagai ‘Hari Jumat Agung’ dan peristiwa kebangkitannya dari antara orang mati pada hari ketiga diperingati sebagai ‘Hari Paskah.’

Tahun ini, peristiwa kematian Yesus Kristus diperingati pada Jumat 30 Maret 2018  dan kebangkitaNya pada Minggu 1 April 2018.

Sementara di Indonesia, setiap tanggal 21 April 2018 kaum perempuan memperingati momentum hari  bersejarah yakni peringatan ‘Hari Kartini’.

Hari Kartini bagi kaum hawa di Indonesia merupakan hari pembebasan kaum perempuan dari belenggu diskriminasi karena factor gender.

Hari bersejarah tersebut, juga diperingati sebagai ‘Hari Emansipasi Kaum Perempuan’ atau hari perjuangan kesetaraan gender, dimana kaum perempuan dan laki-laki setara dalam berbagai hal. Kecuali hal-hal yang menyangkut kodrati.

Menariknya di Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel) mahasiswa asal Luwu Raya yang meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo dari berbagai Perguruan Tinggi di Toraja (Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara- red) yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Palopo Luwu Raya (IMPL Raya) memperingati kedua momentum hari bersejarah tersebut.

IMPL Raya memperingati Hari Paskah dan Hari Kartini dengan berbagi suka cita bersama anak-anak Panti Asuhan Kristen Tangmentoe di Kelurahan Rante Tagari, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Torut, Sabtu (21/4/2018).

Pada sore harinya, IMPL Raya mengadakan sejumlah rangkaian lomba atau permainan hiburan rakyat, antar anak-anak panti di Panti Asuhan Kristen Tangmentoe yang berada tepat di samping SMK Kristen Tagari, Kabupaten Torut.

Permainan atau hiburan rakyat yang diperlombakan pada panti asuhan itu, antaralain lomba menyanyi, makan kerupuk, lari kelereng, estapet karet dan berbagai macam jenis lomba lainnya.

Pada malam harinya, IMPL Raya mengadakan ibadah bersama dengan anak-anak panti dan para pengurus, serta pengasuh Panti Asuhan Kristen Tangmentoe di aula panti tersebut.

Menjelang dimulainya ibadah malam itu, para hadirin disuguhi penampilan salah satu kader IMPL Raya, Fheby Veniola yang membacakan sebuah puisi berjudul ‘Raden Ajeng Kartini’ karya, Muhammad Arfan Irsyad Rowis.

Sementara, mahasiswi semester akhir Fakultas Teologia Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKIT), Lian Membalik Bethony memimpin ibadah tersebut, secara khikmat.

Ibadah bersama dengan anak-anak panti tersebut, juga dimeriahkan dengan penampilan beberapa peserta yang mempersembahkan lagu-lagu rohani.

Seusai ibadah, para Pengurus IMPL Raya bersama Panitia Pelaksana kegiatan menyerahkan bantuan dan sejumlah paket hadiah kepada anak-anak panti yang berhasil meraih juara dalam lomba yang digelar IMPL Raya pada Sabtu (21/4/2018) sore.

Hadiah Juara Umum I diserahkan oleh Ketua Umum IMPL Raya, Herlan Indrianto kepada pendamping Panti Asuhan Kristen Tangmentoe, Pdt. Bertha Biantong, STh, mewakili Kelompok Katak, anak-anak asuhannya.

Sementara hadiah untuk Juara Umum II diserahkan oleh Wakil Ketua Umum IMPL Raya, Yohanis Parimpung kepada Elis, salah satu pengasuh panti mewakili Kelompok Kingkong anak-anak bimbingannya yang berhasil meraih juara. Sedangkan hadiah bagi Juara Umum III diserahkan oleh Sekretaris Umum IMPL Raya, Rina Sali kepada Nofri, pendamping panti mewakili Kelompok Ikan.  

Dalam Laporan Pertanggungjawaban Ketua Panitia Pelaksana kegiatan tersebut, Linda Raymunda menjelaskan bahwa sumber dana untuk menyelenggarakan kegiatan ini, berasal dari partisipasi anggota dan pengurus, serta para pendiri IMPL Raya. Termasuk, dana yang berhasil dikumpulkan dari berbagai usaha-usaha organisasi secara mandiri yang tidak mengikat dan tidak bertentangan dengan AD/ART organisasi.

Sementara Ketua Umum IMPL Raya, Herland Indrianto dalam sambutannya mengungkapkan rasa suka cita yang mendalam karena mereka (IMPL Raya- red) dapat berbagi suka cita dengan anak-anak panti yang berada di Panti Asuhan Kristen Tangmentoe milik Gereja Toraja tersebut.   

“Segenap Keluarga Besar IMPL Raya, bersyukur dan sangat berbahagia dapat berbagi suka cita dalam merayakan Hari Paskah dan Hari Kartini bersama adik-adik kami yang berada di panti ini,” kata Herland sembari mengucapkan terima kasih kepada segenap Pengurus Yayasan yang menaungi Panti Asuhan Kristen Tangmentoe atas kerjasamanya sehingga kegiatan itu, dapat terlaksana.

Ungkapan senada juga diucapkan oleh Pdt. Bertha Biantong, STh, saat diberikan kesempatan mewakili Pengurus Panti Asuhan Kristen Tangmentoe.

“Kami sungguh bersuka cita dan berbahagia atas kepedulian adik-adik mahasiswa asal Tana Luwu yang tergabung dalam IMPL Raya. Karena berkat kepedulian IMPL Raya, kita dapat meryakan Paskah dan Hari Kartini di tempat ini, bersama anak-anak asuhan kami di sini,” ujar Pdt. Bertha dengan rada penuh haru.

Lebih lanjut, Pendeta yang mendapat tugas khusus untuk mendampingi anak-anak Panti Asuhan Kristen Tangmentoe tersebut, menjelaskan secara singkat bahwa penghuni panti di tempat itu, umumnya adalah anak-anak yatim piatu dan anak yatim atau piatu, serta anak-anak kurang beruntung (miskin- red) yang orangtuanya bercerai hidup.

“Anak-anak panti yang kami dampingi di sini umumnya berasal dari keluarga kurang mampu atau miskin. Ada yang berstatus yatim-piatu, ada pula yatim atau piatu, dan sebagian korban perceraian orangtua mereka,” jelas Pdt. Bertha dengan rada sedikit terbata-bata menahan tangisnya dengan penuh haru, sambil mengusap air mata yang meleleh membasahi pipinya.
Kader-kader IMPL Raya bersama Pengurus dan Pengasuh Panti Asuhan Kristen Tangmentoe, serta anak-anak panti, foto bersama seusai ibadah Perayaan Paskah dan Peringatan Hari Kartini 
Kegiatan ini, selain dihadiri puluhan kader IMPL Raya, dan para pengurus, serta pengasuh panti, juga diikuti 33 orang anak-anak panti yang tinggal di Panti Asuhan Kristen Tangmentoe.

Acara tersebut, ditutup dengan kegiatan ‘Dero Bersama’ oleh para hadirin dan foto bersama kader-kader IMPL Raya dan pengurus panti beserta anak-anak panti.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok





No comments:

Post a Comment

.

.