.

.

.

Jumat, 27 April 2018

SDN 660 Mekar Jaya di Kabupaten Luwu, Butuh Pagar dan Perpustakaan

SDN 660 Mekar Jaya di Dusun Jaya, Desa Kalibamamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, tampak terlihat terbuka tanpa pagar yang membatasi lokasi sekolah ini, dengan lingkungan sekitarnya.

LUWU, Tabloid SAR- Setiap sekolah tentu berharap agar peserta didiknya disiplin dan berprestasi, baik pada bidang akademik maupun non akademik.

Semua itu, sangat ditentukan oleh ketersedian sarana dan prasarana (Sarpras), termasuk komponen para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di sekolah tersebut.

Karena secara umum, untuk meningkatkan mutu pendidikan sebuah sekolah, kuncinya selain semangat optimisme dan kebulatan tekad seluruh komponen sekolah terkait, khusunya pihak pengelolah atau kepala sekolah (Kepsek) beserta seluruh PTK-nya, juga pihak sekolah harus memenuhi delapan standar pendidikan nasional.

Hal tersebut, diungkapkan Kepala SDN 660 Mekar Jaya Sarmiati, S.Pdi, saat di temui jurnalis Tabloid SAR di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Menurutnya, delapan standar pendidikan nasional yang harus dipenuhi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan pada setiap sekolah, yakni meliputi standar isi, proses pembelajaran, PTK (Kepsek, guru-guru dan staf sekolah- red), Sapras, pengelolaan, penilaian, pembiayaan dan standar kelulusan.

Ia menambahkan bahwa hal tersebut, juga berlaku bagi SDN 660 Mekar Jaya yang dinahkodainya.

Kendati demikian, Sarmiati menerangkan bahwa pemenuhan delapan standar pendidikan nasional bukanlah hal mudah dan segampang membalikkan telapak tangan.

“Pemenuhan kedelapan standar itu, tidak mudah. Karena seluruh sekolah tentunya menginginkan hal demikian, sementara negara maupun pemerintah daerah memiliki anggaran yang sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dalam waktu bersamaan,” terangnya.

Lebih lanjut, Kepala SDN 660 Mekar Jaya mengungkapkan bahwa mengingat hal tersebut, pihak sekolah khususnya para Kepsek harus mampu menentukan kebutuhan sekolahnya yang dinilai paling mendesak guna dijadikan sebagai skala prioritas untuk diusulkan kepada pemerintah baik pada tingkat pusat maupun daerah

“Karena anggaran pemerintah sangat terbatas, maka kita harus mampu membedakan antara keinginan dengan kebutuhan. Dengan begitu, kebutuhan-kebutuhan yang paling mendesak, mesti menjadi skala prioritas untuk diusulkan,” ujar Sarmiati.

Selain itu, Sarmiati mengatakan bahwa berdasarkan hal tersebut, maka pihaknya lebih memprioritaskan untuk mengusulkan pemagaran dan pengadaan perpustakaan di sekolahnya.

“Supaya siswa-siswi kami tidak terganggu dengan keadaan lingkungan di luar sekolah ketika mereka sedang belajar, maka kami mengusulkan agar sekolah kami dipagar. Pemagaran tersebut, juga dapat memberikan rasa aman terhadap seluruh aset sekolah kami dari gangguan atau aksi pencurian,” ucapnya.  

Sementara, terkait dengan upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan minat baca anak didiknya, Kepala SDN 660 Mekar Jaya mengusulkan pengadaan perpustakaan di sekolah yang dinahkodainya.

“Perpustakaan ini, tidak kalah pentingnya dengan kebutuhan akan pemagaran sekolah kami. Maka kedua kebutuhan tersebut, kami usulkan kepada stakeholder terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu,” tandasnya.

Mesti demikian, Sarmiati mengakui bahwa baru tahun ini, pihaknya mengajukan ‘Proposal’ untuk pembangunan pagar dan perpustakaan SDN 660 Mekar Jaya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu.

“Memang baru tahun ini, kami ajukan proposal permohonan pembangunan pagar dan perpustakaan sekolah kami. Namun sebelumnya, secara lisan kami sudah berkali-kali mengusulkan hal itu, kepada jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu,” ungkapnya.

Hingga kini, upaya yang dilakukan oleh Kepala SDN 660 Mekar Jaya supaya sekolahnya dapat dipagar dan dibangunkan perpustakaan belum membuahkan hasil.

Sarmiati bersama segenap PTK SDN 660 Mekar Jaya berharap Pemerintah Kabupaten Luwu, khususnya dinas terkait dapat merealisasikan usulan tersebut.

Untuk diketahui, SDN 660 Mekar Jaya dibangun pada tahun 2011 lalu oleh pemerintah di Dusun Jaya, Desa Kalibamamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sekolah ini, mempunyai siswa-siswi sebanyak 132 orang.

Penulis   : Jirham
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.