.

.

.

Sabtu, 14 April 2018

SMA Kristen Barana’ Selenggarakan USBN & UNBK Tahun 2018 Berdasarkan POS

Ketua Panitia USBN & UNBK SMA Kristen Barana' Marthen Payung Langi', S.Pd

TORAJA, Tabloid SAR- Setelah melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada tanggal, 19-27 Maret 2018. Selanjutnya SMA Kristen Barana’, menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) selama empat hari, mulai Senin (9/4/2018) hingga Kamis (12/4/2018).

Sebanyak 160 orang siswa-siswi Kelas XII (Kelas 3- red) SMA Kristen Barana’ mengikuti ujian tersebut.

Hal itu, diungkapkan Ketua Panitia USBN & UNBK SMA Kristen Barana’ Marthen Payung Langi’, SPd, saat ditemui di ruang kepanitian, Rabu (11/4/2018) pagi.

Menurutnya, selain 160 orang peserta didik SMA Rujukan di Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut, yang mengikuti UNBK di SMA Kristen Barana’ juga ada 19 orang peserta pengikut dari sekolah lainnya.

“Tahun ini, sebanyak 160 orang anak didik kami yang mengikuti UNBK. Tapi bukan hanya mereka yang ikut UNBK di sekolah ini, karena ada 19 orang peserta pengikut dari SMA Kristen Setia Plus,” kata Marthen.

Lebih lanjut, Wakil Kepala SMA Kristen Barana’ Bidang Kurikulum tersebut, menerangkan pula bahwa sebenarnya tahun ini, ada 22 orang siswa-siswi SMA Kristen Setia Plus dari Ke’pe’ Kecamatan Kapala Pitu, Torut yang dijadwalkan untuk mengikuti UNBK tahun ini, tapi tiga orang diantaranya mengundurkan diri dengan berbagai macam alasan.

“Sebenarnya ada 22 orang dari SMA Kristen Setia Plus yang mestinya mengikuti UNBK di sekolah ini, namun tiga orang mengundurkan diri sebelum USBN dan UNBK dilaksanakan,” tutur Marthen tanpa menyebut alasan mundurnya ketiga murid tersebut.

Selain itu, guru Bahasa Ingris tersebut, menjelaskan bahwa meski USBN dan UNBK adalah hal yang lumrah dan sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya sebagai pra syarat penammatan siswa-siswi Kelas XII bagi seluruh SMA di republik ini.

Namun setiap sekolah, selain wajib mempersiapkan peserta didiknya sejak awal mengenyam pendidikan pada bangku Kelas X, mereka juga harus mempersiapkan secara khusus anak didik mereka untuk mengikuti USBN dan UNBK.

“Persiapan khusus dalam menghadapi USBN dan UNBK adalah dengan menambah jam belajar siswa-siswi Kelas XII pada waktu sore hari, mulai pukul 14.00-17.00 WITA sejak bulan Januari hingga pertengahan Maret 2018,” jelas Marthen.

Alumni Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja tersebut, mengungkapkan pula bahwa dalam penambahan jam belajar bagi peserta didiknya, menjelang pelaksanaan USBN dan UNBK. Mereka melakukan simulasi (latihan- red) mengerjakan soal-soal ujian secara bertahap.

“Ada tiga tahapan simulasi ujian yang kami laksanakan sejak Januari hingga pertengahan Maret tahun ini, yakni mulai dari simulasi awal hingga glady bersih mengerjakan soal-soal yang diprediksi bakal keluar dalam ujian nantinya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Marthen menerangkan bahwa seluruh rangkaian penyelenggaraan ujian di SMA Kristen Barana’ dilaksanakan berdasarkan Prosedur Operasional Standar (POS).

“Selaku Ketua Panitia Pelaksana, saya harus memastikan bahwa penyelenggaraan ujian di sekolah kami ini, sudah sesuai dengan petunjuk pelaksaannya sebagaimana ditetapkan dalam POS USBN dan UNBK,” terangnya.

Sementara, terkait dengan kelulusan para peserta didik di SMA Kristen Barana’, Marthen menegaskan bahwa mereka (pelajar- red) bisa lulus jika dapat memenuhi empat standar kelulusan.

“Keempat standar kelulusan itu, yakni menyelesaikan proses belajar dari semester I hingga VI, berahlak baik atau memperoleh nilai sikap minimal baik, serta mengikuti USBN dan UNBK,” tandasnya.   

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan media ini, menyebutkan bahwa pengumuman kelulusan para peserta ujian tingkat SMA di Sulsel akan diumumkan secara serentak pada pekan pertama awal bulan Mei 2018.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.