.

.

Wednesday, 1 August 2018

Adik Tokoh Aktivis Pembela Arus Bawah Maju Caleg Melalui Partai NasDem di Dapil IV Kabupaten Luwu

 
Bastem Karim

Tawarkan Program Kesejahterakan Petani dan Nelayan

LUWU, Tabloid SAR – Tahapan pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) telah mulai dibuka oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara serentak baik pada tingkat daerah (provinsi/kabupaten dan kota) maupun pada tingkat pusat.

Seperti halnya sejumlah Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mendaftarkan nama-nama Bacalegnya pada KPU di daerah tersebut, termasuk partai Nasional Demokrasi (NasDem).

Salah satu Bacaleg yang didaftarkan oleh partai besutan HM Judas Amir di Kabupaten Luwu tersebut adalah saudara kandung seorang tokoh Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat Karim Foxchy.

Adik kandung Rahmat tersebut, bernama Bastem Karim yang maju di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Luwu, meliputi Kecamatan Bua, Kecamatan Bua Ponrang (Bupon), Kecamatan Ponrang dan Kecamatan Ponrang Selatan (Ponsel).

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Eksekutif LSM Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat, saat dikonfirmasi wartawan media ini, beberapa waktu lalu ketika sedang mengantar adiknya itu di kantor Pengadilan Negeri Palopo, dalam rangka mengurus salah satu dokumen yang menjadi bagian dari salah satu persyaratan untuk digunakan mendaftar sebagai Bacaleg.

Menurut aktivis yang kerab disapa Bang Ories ini, bahwa pihaknya bersama sahabat dan kerabat mendorong saudara itu, untuk maju menjadi Caleg pada Dapil IV Kabupaten Luwu.

“Saya bersama sahabat dan kerabat yang mendorong Bastem Karim untuk maju menjadi Caleg DPRD Kabupaten Luwu,” ujar Bang Ories.

Ia menambahkan bahwa mereka yang mendorong Bastem Karim untuk maju jadi Caleg telah berpesan dan membuat komitmen dengan adiknya tersebut, supaya jika terpilih menjadi anggota DPRD Luwu nantinya, agar jangan seperti anggota legislatif yang sudah duduk di DPRD hingga saat ini.

“Mereka yang duduk di DPRD Luwu saat ini, umumnya sebatas menunjukkan diri mereka secara simbolis sebagai wakil rakyat. Sebab jarang sekali berkontribusi dalam upaya untuk mendorong penguatan ekonomi rakyat, khususnya konstituen mereka,” jelas Bang Ories.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa anggota DPRD Luwu selama ini, hanya terkesan mengurus dirinya sendiri dan sama sekali tidak mengurus rakyat yang diwakilinya.

“Pikiran mereka hanya berorientasi pada proyek-proyek jatah Dapil (proyek aspirasi–red), layaknya mafia proyek,” terang aktivis yang dikenal vokal membongkar sejumlah kasus korupsi di Tana Luwu tersebut.

“Kita sangat mengharapkan supaya calon anggota DPRD terpilih nantinya, agar tidak lagi menganut prinsip-prinsip wakil rakyat yang hanya sebatas datang, duduk, demonstratif (sok kritis- red) dan duit atau sering disebut dengan istilah D4, terlebih lagi jika bermental mafia proyek,” ungkapnya.

Makanya itu yang kami tekankan pada saudara saya, lanjut Bang Ories menyampaikan, apabila memiliki rejeki menjadi anggota legislatif nantinya, jangan duduk sebagai wakil rakyat yang gemar menipu rakyat dengan cara-cara D-4 dan bermental proyek.

“Tapi jadilah anggota DPRD yang betul-betul mengurus kesejahteraan hidup rakyat yang memilihnya,” imbuhnya.

Adapun alasan aktivis yang satu ini, sehingga mendorong saudaranya untuk maju menjadi Caleg melalui Partai NasDem pada Dapil IV Kabupaten Luwu. Karena saudaranya (Bastem Karim- red) tersebut, memiliki jaringan yang luas dengan kalangan eksportir, dan produsen, khususnya para pengusaha yang bergerak pada komuditas pertanian.

“Jadi melalui hubungan baik itu, sehingga para pengusaha tersebut diharapkan dapat pula menjadi mitra dagang bagi petani baik dalam pengadaan bibit unggulan maupun pembelian produk komuditas pertanian lainnya, sehingga harga tidak lagi dipermainkan oleh para tengkulak yang banyak mencekik atau merugikan para petani,” tukasnya.

Lebih lanjut Bang Ories, menegaskan bahwa paling tidak ada nilai tambah pendapatan bagi petani dalam menjual hasil-hasil pertaniannya. Karena petani sudah bertransaksi secara langsung dengan pihak eksportir dan pengusaha pabrikan.

Kendati demikian, tokoh kunci LSM Pembela Arus Bawah tersebut, mengungkapkan perlunya membentuk badan usaha yang sifatnya berbasis ekonomi kerakyatan. Nantinya badan usaha tersebut dapat berperan menjadi agen penjualan komuditas yang diproduksi para petani.

“Itu maksudnya, supaya dapat memutus mata rantai, panjangnya jaringan perdagangan yang selama ini sangat merugikan petani. Sehingga tidak dapat memberikan dampak positif secara ekonomis dalam mensejahterakan hidup petani itu sendiri,” tutur Bang Ories.

Lanjut Bang Ories menyampaikan, apalagi jika Bupati Luwu H. Basmin Mattayang yang akan memimpin Kabupaten Luwu lima tahun ke depan mengimplementasikan program peningkatan kesejateraan para petani di Luwu nantinya.

“Saya pikir perencanaan program yang juga akan diusung oleh saudara saya (Bastem Karim- red) sebagai Bacaleg melalui Partai NasDem di Dapil IV Kabupaten Luwu tersebut, tidak akan susah diakomodir melalui kebijakan Bupati H. Basmin Mattayang nantinya,” tutur aktivis yang dikenal kritis ini.

Lalu dia pun menjelaskan, pihaknya sudah berpesan kepada adiknya supaya mendukung total kebijakan Bupati H. Basmin Mattayang, tanpa harus mengabaikan fungsi-fungsinya sebagai anggota DPRD, apabila nantinya dapat terpilih.

“Tentunya saya sebagai penggiat LSM pemerhati kebijakan publik, akan mengawal perencanaan program ini, agar kelak dapat diterapkan demi mendorong kesejahteraan hidup petani,” tegas Bang Ories.

Sedangkan dalam hal pemberdayaan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, lanjut Bang Ories menuturkan, sektor tersebut juga akan menjadi perhatian serius supaya pendapatan para nelayan dapat meningkat.

“Tentunya pula nanti kita akan fasilitasi pembentukan program kerja yang bersifat linier terhadap sistem kebijakan publik, demi mendorong kesejahteraan hidup nelayan,” ungkapnya.

Soalnya program-program pemberdayaan nelayan selama ini, sambungnya lagi, khususnya pengadaan kapal dan alat tangkap ikan yang dianggarkan pemerintah ditengarai banyak dikuasai oleh oknum-oknum anggota DPRD tertentu. Bukan dikuasai oleh para nelayan

“Inikan namanya ironis, bantuan untuk nelayan justru diduga dikangkangi oleh oknum-oknum anggota DPRD tertentu. Hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi ke depan, sebab tujuan rakyat memilih wakilnya di DPRD adalah menjadi solusi bagi kesejahteraan hidup rakyat, salah satunya masyarakat nelayan,” begitu Bang Ories berkomentar.

Harapan tokoh Aktivis Pembela Arus Bawah ini, khususnya bagi masyarakat pada Dapil IV Kabupaten Luwu, supaya dapat memberikan dukungannya terhadap Bacaleg Nomor 7 pada partai NasDem bernama Bastem Karim tersebut.

“Bacaleg Partai NasDem yang satu ini, saya garansi akan lebih berpihak pada rakyat, khususnya  udalam upaya mendorong peningkatan kesejahteraan hidup petani dan nelayan,” tandasnya.

Lalu ia menambahkan, saya juga malu sebagai aktivis LSM apabila saudara saya terpilih menjadi anggota DPRD Luwu dari Dapil IV, lantas tidak berpihak pada rakyat.

“Jadi program tersebut saya siap kawal, supaya benar-benar dapat diwujudkan dalam upaya mensejahterakan kehidupan rakyat,” kunci Rahmat.

Penulis   : Andi Muhammad Risaldy
Editor     : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.