.

.

.

Rabu, 08 Agustus 2018

Aktivis Palopo Galang Dana untuk Korban Gempa di Lombok-NTB



PALOPO, Tabloid SAR- Sejumlah aktivis dari berbagai organisasi yang ada di Kota Palopo membentuk sebuah aliansi untuk melakukan aksi solidaritas penggalangan dana bagi para korban bencana gempa bumi yang melanda daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya.

Para aktivis Kota Palopo tersebut, menamakan dirinya “Aliansi Peduli Bencana Gempa Bumi Lombok”, mereka berasal dari Serikat Rakyat Miskin Demokratik (SRMD), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), serta Himpunan Mahasiswa Basse Sangtempe (HAM BASTEM).

Aksi penggalangan dana bagi para korban gempa bumi di Lombok-NTB ini, digelar oleh para aktivis Kota Palopo di perempatan Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Mungkasa, tepatnya di sekitar Kantor Walikota Palopo, Selasa (07/08/2017) pagi hingga sore hari.

Dalam aksi tersebut Aliansi Peduli Bencana Gempa Bumi Lombok, berhasil mengumpulkan sumbangan hingga jutaan rupiah dari warga Kota Palopo dan warga sekitarnya yang melintas di ruas jalan tempat aksi ini dilaksanakan.

Menurut Koordinator Aliansi Peduli Bencana Gempa Bumi Lombok, Erbon Bondang Sarira bahwa para pengguna jalan yang melintas di ruas jalan tempat mereka menggelar pengumpulan donasi tersebut, sangat antusias menyumbang.

“Puji Tuhan, warga Kota Palopo dan sekitarnya yang melintas di ruas jalan tempat kami menggalang aksi solidaritas bagi saudara-saudari kita di Lombok-NTB, begitu simpatik dan antusias berdonasi. Alhasil aksi yang kami gelar selama sekitar lima jam tersebut, berhasil mengumpul sumbangan dari para pengguna jalan sebanyak Rp 5.752.500,” ujar Erbon didampingi rekan-rekan sealiansinya ketika ditemui di Sekretariat GMKI Cabang Palopo yang berada di Jalan Veteran, sesaat setelah aksi penggalangan dana ini, Selasa (07/08/2018) petang.

Lebih lanjut, Ketua BPC GMKI Palopo ini menerangkan bahwa ia bersama rekan-rekannya akan mengupayakan secepatnya agar sumbangan yang berhasil mereka kumpulkan itu segera dapat disalurkan bagi para korban bencana gempa di Lombok-NTB.

“Kami akan sesegera mungkin mengirimkan donasi ini, kepada rekan-rekan aktivis yang berada di lokasi gempa sebagai relawan, supaya sumbangan ini dapat segera disalurkan bagi para korban di sana,” jelas Erbon.   

Hal senada diungkapkan, Sekretaris GMNI Kota Palopo, Awaluddin Akib ketika dihubungi wartawan media ini.

Menurutnya, donasi yang berhasil mereka kumpulkan di Kota Palopo akan segera dikirim via bank agar secepatnya dapat disalurkan bagi para korban bencana gempa di Lombok-NTB.

“Supaya sumbangannya dapat segera tersalurkan, maka kami akan secepatnya mengirim via bank kepada kontak kami yang menjadi relawan di lokasi gempa. Soal teknis penyalurannya, nanti kawan-kawan yang berada di lokasi menyesuaikannya. Sumbangan itu, mau dikonversi dalam bentuk barang apa, tentu orang yang berada di lokasi gempa atau lokasi pengungsian lebih tahu,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan aktivis Serikat Rakyat Miskin Demokratik (SRMD) Cabang Palopo, Putra Surya Pratama mengungkapkan bahwa untuk sementara aksi solidaritas penggalangan dana bagi korban bencana gempa di Lombok-NTB tersebut, baru digelar sehari sebagai respon awal.

“Aksinya baru kita gelar sehari, mengingat ini sebagai respon awal karena situasinya memang mendesak dan perlu respon cepat. Apa lagi banyak organisasi lain di kota ini yang sementara melakukan aksi serupa dan masih banyak lagi yang baru mau menyusul,” tandasnya sembari mengatakan, aksi serupa tidak menutup kemungkinan masih akan digelar jika gempa susulan terus berlangsung.

Selain itu, Putra mengutarakan harapannya, supaya aksi-aksi serupa juga digelar oleh para aktivis khususnya elemen mahasiswa yang ada di segala punjuru NKRI.

“Kita berharap aksi penggalangan dana bagi korban bencana gempa di Lombok-NTB, juga dilaksanakan oleh para aktivis di daerahnya masig-masing. Dengan harapan, semakin banyak sumbangan yang berhasil dikumpulkan, bisa membantu meringankan beban saudara sebangsa dan setana air kita yang lagi dilanda musibah di Lombok-NTB,” harapnya.
Para aktivis Kota Palopo yang tergabung dalam Aliansi Peduli Bencana Gempa Bumi Lombok
Untuk diketahui, gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB, pada Minggu (29/07/2018). Sepekan kemudian, gempa susulan kembali mengguncang wilayah yang sama dengan kekuatan lebih besar, yakni 7 SR, Minggu (05/08/2018) sekitar pukul 18.46 WITA..

Gempa tersebut, dirasakan warga di daerah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja, Gianyar dan beberapa wilayah di Pulau Bali.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diketahui bahwa pusat gempa bumi tersebut berada pada koordinat 8,4 lintang selatan dan 116,55 bujur timur dengan kedalam 10 kilo meter.

Kendati demikian, gempa yang terjadi akibat akivitas Sesar Naik Flores ini, disebutkan tidak berpotensi tsunami, namun puluhan kali gempa susulan terus berlangsung dengan intensitas gempa yang lebih kecil.

Hingga berita ini dipublikasikan diketahui, bencana tersebut telah menelan 105 korban jiwa, 236 orang luka-luka, dan ribuan rumah rusak, serta sekitar 200 ribu orang mengungsi.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.