.

.

Rubrik

.

Kamis, 30 Agustus 2018

Antisipasi Kelangkaan dan Pelonjakan Harga, Pertamina Tambah 10 Persen Pasokan LPG 3 Kg di Wajo

Pembokaran LPG 3 Kg dari sebuah truk milik Agen tengah berlangsung di lokasi tempat melangsungkan operasi pasar.

WAJO, Tabloid SAR- Guna mengantisipasi kelangkaan dan pelonjakan harga LPG 3 Kg di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), karena meningkatnya kebutuhan masyarakat yang menggunakan tabung bersubsidi tersebut.

Maka berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, diantaranya adalah dengan menggelar inpeksi mendadak (Sidak) dan pengawasan secara maksimal terhadap Agen dan Pangkalan LPG 3 Kg, termasuk pada tingkat pengecer (kios atau gardu- red)  di daerah berjuluk Bumi Lamaddukelleng itu.

Seperti ketika terjadi kelangkaan dan pelonjakan harga LPG 3 Kg di Kabupaten Wajo menjelang akhir tahun 2017 lalu.

Bupati Wajo H. Andi Burhanuddin Unru saat itu, langsung memerintahkan Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Kabupaten Wajo Muhammad Arwes, selaku Ketua Tim Pengawas dan Monitoring LPG 3 Kg di Wajo untuk segera melakukan Sidak.  

Mengingat LPG 3 Kg merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi warga miskin. Maka saat itu juga, Muhammad Arwes dan Kabag Perekonomian Setda Wajo Andi Musdalifah, bersama Tim Pengawasan dan Monitoring LPG 3 Kg langsung turun ke lapangan melakukan Sidak terhadap sejumlah Agen dan Pangkalan LPG 3 Kg, hingga ketingkat pengecer di Wajo.


Karena hasil Sidak, menemukan fakta bahwa kelangkaan LPG 3 Kg di Wajo saat itu disebabkan karena meningkatnya kebutuhan masyarakat, sementara pasokan jatah LPG 3 Kg dari SPBE/Filling Station atau Depot PT. Pertamina (Persero) Tbk Region VII Sulawesi, kuotanya belum pernah ditambah. Maka Pemkab Wajo mengajukan permohonan penambahan jatah LPG bersubsidi yang diperuntukkan bagi rakyat miskin dan pelaku usaha mikro, kepada pihak terkait.

All hasil, Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi PT. Pertamina (Persero) memenuhi permintaan tersebut, untuk menambah jatah pasokan LPG 3 Kg bagi Kabupaten Wajo, Selasa (28/08/2018).

Penambahan jatah LPG 3 Kg untuk daerah Wajo diberikan sebanyak 36.400 tabung atau 10 persen dari alokasi jumlah jatah sebelumnya.

Menurut, Unit Manager Comunication & CSR MOR Wilayah VII Sulawesi PT. Pertamina (Persero), M. Roby Hervindo, bahwa hal itu dilakukan untuk memenuhi peningkatan konsumsi LPG di Kabupaten Wajo.

“Penambahan pasokan LPG 3 Kg di Kabupaten Wajo ini, akan kami lakukan secara bertahap. Pada tahap pertama kami akan memasok tambahan LPG 3 Kg sebanyak 25.200 tabung. Guna mengantisipasi tingginya permintaan pada saat Idul Adha kemarin. Pasokan tambahan tersebut, mulai disalurkan pada tanggal 6 hingga 31 Agustus 2018. Sedangkan tambahan pasokan tahap kedua dilaksanakan mulai tanggal 28 sampai 31 Agustus 2018, sebanyak 11.200 tabung,” kata Roby, seraya mengatakan bahwa tambahan LPG 3 Kg pada tahap kedua tersebut, disalurkan melalui mekanisme operasi pasar.

Ia menjelaskan bahwa untuk tambahan melalui mekanisme operasi pasar itu, pihak  Pertamina akan menyalurkan alokasi tambahan dalam operasi pasar tersebut secara bertahap mulai tanggal 28-31 Agustus 2018 pada 14 kecamatan yang dibagi menjadi beberapa zona.

“Pada setiap zona terdapat 4 hingga 5 lima kecamatan per-harinya akan mendapat alokasi pasokan masing-masing sebanyak 560 tabung. Dalam penentuan titik lokasi operasi pasar ini, Pertamina akan berkordinasi penuh dengan Pemkab Wajo dan Agen LPG setempat,” jelas Roby.

Lebih lanjut, Roby menguraikan secara rinci bahwa pada hari pertama operasi pasar  akan dilaksanakan di Kecamatan Tempe, Sabbangparu, Pitumpanua, Pammana, dan Gilireng.

“Sementara pada hari kedua besoknya, (Rabu, 29/08/2018) operasi pasar akan dilakukan di Kecamatan Tanasitolo, Majauleng, Penrang, Takallala, dan Keera. Sedangkan pada hari ketiga (Kamis, 30/08/2018) operasi pasar akan digelar di Kecamatan Belawa, Tempe, Sajoanging, Bola, dan Pitumpanua, kemudian di hari terakhir operasi pasar akan kembali dilangsungkan di Kecamatan Maniangpajo, Sabbangparu, Majauleng, Tanasitolo, dan Takkalalla, pada Jumat, (31/08/2018) mendatang,” sebutnya secara rinci.

Selain itu, Roby menerangkan pula bahwa pasokan LPG 3 Kg di Kabupaten Wajo selama ini disuplay oleh 5 Agen dan 414 Pangkalan dengan jatah pada setiap Pangkalan sekitar 32 tabung per-hari. Hingga bulan Agustus 2018 pekan terakhir, jumlah alokasi normal penyaluran LPG bersubsidi yang disalurkan ke Kabupaten Wajo sebanyak 334.320 tabung.

“Rasio jumlah itu, ditetapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wajo. Menurut data BPS tersebut, dinyatakan bahwa sekitar 31 ribu jiwa  penduduk miskin di Wajo. Jadi kalau dihitung kasar, perbandingan antara masyarakat miskin dan alokasi LPG 3 Kg di Wajo, maka dalam 1 bulannya setiap penduduk miskin di Wajo mestinya dapat memperoleh hingga 10 tabung LPG 3 Kg. Akan tetapi kenyataannya tidak bisa demikian, karena masih banyak terdapat penyalahgunaan LPG 3 Kg yang tidak tepat sasaran,” terangnya sembari menyebutkan bahwa tabung LPG 3 Kg di Kabupaten Wajo sebagian besar juga digunakan oleh warga sebagai pengganti bahan bakar mesin pompa air untuk pertanian pada musim kemarau.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.