.

.

.

Jumat, 31 Agustus 2018

Ayoo ke Toraja Nikmati Sensasi Wisata Patung Yesus, Tidak Perlu ke Brazil !

Destinasi wisata Patung Yesus berukuran raksasa di Bukit Burake, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja

Belum Digunakan “Teras Kaca” Patung Yesus di Burake Sudah Retak, Pengunjung Jadi Kesal ?

TORAJA, Tabloid SAR- Seorang gadis kelahiran Jakarta bernama, Julianty Parera Foxchy Putri pada liburan hari raya baru-baru ini, datang berwisata di Toraja.

Salah satu objek wisata yang dikunjunginya adalah Patung Yesus berukuran Raksasa di Bukit Burake, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Putri blasteran Bastem-Betawi tersebut, mengatakan bahwa patung Yesus di Bukit Burake adalah sebuah sensasi ala Brazil yang ada di Toraja.

“Gue serasa nikmatin sensasi wisata Patung Yesus di Brazil yang sudah mendunia itu,” tutur gadis cantik nan periang yang akrab disapa July oleh teman-teman sekampusnya.

Alumni Universitas Indonesia (UI) tersebut, mengungkapkan bahwa pihaknya berharap agar Pemerintah Kabupaten Tana Toraja (Tator), semakin intens mempromosikan Patung Yesus yang berada di atas Bukit Burake ini, sehingga kedepannya dapat menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Kendati demikian, July menggaku agak sedikit kecewa terkait dengan keberadaan ‘Jembatan Kaca’ di kawasan Patung Yesus tersebut. Pasalnya apa yang dilihat di lokasi itu, tidak sesuai dengan isi pemberitaan media-media during (online) sebagaimana yang pernah dibaca olehnya.

Menurutnya, itu bukanlah Jembatan Kaca, tapi hanya merupakan sebuah teras yang terbuat dari kaca.

“Ini sih, bukan jembatan kaca namanya tapi teras kaca. Mana belum sempat digunakan, eh malah kacanya udah keburu pada retak duluan,” ketus July dengan logat Jakartanya yang sangat kental.

Meski sedikit merasa kecewa, namun Alumni Jurusan Akuntan UI yang berprofesi sebagai auditor pada sejumlah perusahaan swasta di Jakarta ini, sangat mengapresiasi kreativitas dan inovasi Pemerintah Kabupaten Tator yang berhasil membangun destinasi wisata Patung Yesus di Bukit Burake, karena selalu dipadati para pengunjung baik domestik maupun asing.
Julianty Parera Foxchy Putri, berpose di sekitar lokasi Patung Yesus berukuran raksasa di Bukit Burake. Pada background tampak jejeran anak tangga, jalan menuju destinasi wisata terfavorit di Kabupaten Tana Toraja ini.   
Selain itu, gadis berdarah campuran Bastem-Betawi tersebut, mengaku bahwa kedatangannya di tempat itu, bukan dalam rangka berwisata religi.

“Bang, gue inikan seorang Muslim, jadi gue datang kesini bukan untuk berwisata religi. Tapi kepengen aja ngobatin rasa penasaran gue, sebenarnya seperti apa sih sensasi objek wisata ini. Alhamdulillah, ternyata memang panorama alamnya sangat indah,” ucapnya dengan rada puas.

Ia menambahkan bahwa landscape panorama alam terdiri dari deretan pegunungan dengan beberapa lereng, kawah dan puncaknya yang diselimuti gumpalan awan, sangat exsotis, indah nan sejuk terasa sangat menghibur hati. Ketika pengunjung memandang dari lokasi destinasi wisata Patung Yesus yang berada di atas Bukit Burake.

“Wooouuuwww..... keren habis lho. Exsotis banget deh pemandangannya. Pokoknya ngak rugi donk datang ke sini,” terangnya dengan penuh rasa kagum.

Lebih lanjut, gadis yang akrab dipanggil Utty pada lingkungan keluargnya tersebut, berharap agar sejumlah fasilitas pendukung di lokasi wisata Patung Yesus yang ada di Bukit Burake, dapat ditambah dan diperbaiki.

“Kalau boleh gue pengen ngusul nih sama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, agar fasilitas berupa toilet di lokasi ini dapat dibenahi dan ditambah jumlahnya. Karena padatnya wisatawan yang datang berjubel pada hari-hari libur seperti ini, tentu butuh lebih banyak toilet,” usul Utty, sembari menuturkan bahwa dirinya sempat kebelet sebab harus mengantri cukup lama baru kemudian bisa masuk toitet di lokasi itu.

Yang tak kalah pentingnya, wisatawan asal Jakarta ini mengusulkan agar  pemerintah setempat juga membangun fasilitas rumah ibadah di lokasi tersebut.

“Kalau anggaran pemerintah memungkinkan, sebaiknya bangun juga Mushallah di lokasi ini. Kan sangat banyak tuh, wisatawan Muslim yang datang kesini. Tujuannya supaya umat Muslim yang berwisata kesini, tetap bisa menjalankan kewajiban ibadahnya setiap waktu shalat. Sekarang kalau kita mau shalat, kan nggak ada mushollahnya,” pinta Utty dengan sedikit mengeluhkan fasilitas ibadah.

Utty mengusulkan pula, agar semangat toleransi dan kerukunan antar umat beragama lebih nampak di lokasi Patung Yesus itu, maka selain mengusulkan pembangunan sebuah mushallah. Ia juga berharap agar gereja dapat dibangun secara berdampingan dengan mushallah di lokasi itu. Termasuk rumah ibadah pemeluk agama lainnya.

“Tentu tujuannya untuk lebih mempermudah para wisatawan agar dapat beribadah menurut agama yang dianutnya, saat berwisata di sini,” kuncinya.
.
Berdasarkan pantauan media ini, pada Minggu (26/08/2018) lalu, wisatawan baik lokal dan domestik, maupun wisatawan mancanegara berjubel memadati destinasi wisata Patung Yesus Raksasa di Bukit Burake tersebut.

Penulis   : Solihin Pedo’
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.