.

.

.

Senin, 13 Agustus 2018

Kapolres Palopo, Dorong Reformasi Mental Personil Polri di Wilayah Kerjanya

Kapolres Palopo AKBP Taswin, S.IK, MH

 Kedepankan Penguatan Spiritual Polisi Berbasis Religius dan Berdedikaf

PALOPO, Tabloid SAR- Sejak mengemban tugasnya sebagai Kapolres Palopo, pada 26 Mei 2017 lalu. AKBP Taswin SIK MH, nampaknya banyak melakukan gebrakan sebagai bentuk konsistensi untuk mewujudkan wilayah kerjanya agar senantiasa dalam situasi kondusif.

Hal tersebut, terbukti pada penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 yang pencoplosannya digelar pada 27 Juni lalu. Kendati di latarbelakangi dengan situasi politik yang begitu dinamis. Bahkan sampai merespons aksi-aksi demonstrasi, khususnya selama pelaksanaan tahapan-tahapan kampanye Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Palopo.

Akan tetapi kondisi politik tetap terkendali dalam suasana aman dan damai. Itu karena adanya sistem pengamanan yang telah bersifat dedikatif dari aparat Polres Palopo yang di-BKO (Bantuan Kendali Operasional) oleh pihak Satuan Brimob dan TNI.

Hal itu, tentunya tak terlepas dari adanya style kepemimpinan bertangan dingin yang diterapkan oleh Kapolres AKBP Taswin terhadap jajarannya beserta segenap angotanya yang bertugas di wilayah kerja Polres Palopo ini. Pada gilirannya penyelenggaraan Pilkada berlangsung damai di kota bertajuk “Idaman” ini.

Padahal Kota Palopo salah satu daerah yang masuk dalam zona merah keamanan. Itu lantaran Pilwalkot pada tahun 2013 lampau, akibat diwarnai konflik politik yang sangat krusial yang ditandai dengan terbakarnya kantor Walikota Palopo yang lama beserta sejumlah perkantoran lainnya.

Selain itu, maka terjaganya Kota Palopo sampai saat ini yang senantiasa dalam suasana kondusif. Hal tersebut, tak terlepas atas adanya gebrakan perwira Polri berpangkat melati dua pada pundaknya tersebut, untuk mensterilkan bekas Ibukota Kesultanan Islam Luwu ini dari peredaraan dan perdagangan segala macam minuman keras (Miras).

Jadi itulah salah satu gebrakan langkah awalnya, semenjak dirinya menduduki kursi nomor satu di Polres Palopo ini. Hal tersebut, sehingga membuat semua café di Tempat Hiburan Malam (THM) pada seputaran Pantai Labombo ditutup, sebab diketahui tidak sesuai dengan perizinannya.

Termasuk warung-warung ballo, pun tak ketinggalan menjadi sasaran operasi penutupan oleh Kapolres, yang juga rupanya berdarah keturunan Raja Luwu tersebut. Dampaknya, maka membuat tingkat kriminalitas di kota ini mengalami penurunan secara signifikan.

Hal lain yang juga menjadi gebrakannya, yakni mendirikan Padepokan Patriatama Babuljannah di Kelurahan Benteng Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. Tujuannya untuk menampung anak-anak terlantar, akibat putus sekolah dan anak-anak di bawah umur yang bermasalah dengan hukum.

Selanjutnya, untuk dibina dan dididik dengan pelajaran umum dan juga diberi pengetahuan keterampilan serta pendidikan agama melalui jalur nonformal. Saat ini telah pula dikoneksitaskan dengan program Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan.

Terlebih lagi, baru-baru ini kembali meluncurkan program Polisi Santri yang saat ini kegiatannya dipusatkan di Masjid Hidayatul Ikhlas yang belokasi di Kompleks Markas Polres (Mapolres) Palopo, tepatnya di Jalan Opu To Sappaile, Kota Palopo.

Adapun program yang dibuka itu, antara lain adalah mengadakan kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an (mengaji –red), tak lain untuk melakukan pembinaan spiritual berbasis religi terhadap anak-anak usia dini, termasuk bagi remaja-remaja yang masih buta baca Kitap Suci Agama Islam tersebut.

Pada Jumat siang, 10 Agustus 2018 lalu, Tim Redaksi Tabloid SAR, saat menunaikan Shalat Jumat pada Masjid Hidayatul Ikhlas Polres Palopo. Nampaknya ada kegiatan yang tidak lazim dilaksanakan seperti pada masjid-masjid lainnya di daerah ini.

Pasalnya ada kegiatan sedekah makan siang bersama seusai Shalat Jumat, pada masjid ini. Hal ini diketahui, setelah Kapolres AKBP Taswin mengajak Tim Redaksi Tabloid SAR pada ruangan yang bersebelahan dengan ruangan Shalat Jumat di masjid tersebut.

Maka tampak pula menu-menu Sedekah Makan Siang Hari Jumat yang disajikan pada nampan-nampan (baki –red), sedang dipersiapkan anak-anak Polisi Santri Binaan dan sejumlah anggota Polres Palopo.

Hal ini semua, tak lain untuk mendorong reformasi mental personil Polri di wilayah kerja Polres Palopo, dengan mengedepankan semangat penguatan spiritual Polisi yang bersifat religius dan berdedikasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kapolres yang rupanya bernama lengkap Andi Muhammad Taswin Karaeng Rewa itu, di sela-sela menikmati menu sedekah makan bersama hari Jumat tersebut.

Menurutnya bahwa semua program ini, seperti antara lain mendirikan padepokan pendidikan nonformal dan kegiatan Polisi Santri, dengan tenaga pembimbing baik dari personil di jajaran Polres Palopo sendiri maupun tenaga pembimbing sukarelawan.

Itu maksudnya, kata dia, maka tentunya sebagai bentuk untuk mendorong rasa kepeduilan kita di lingkup Polres Polopo ini, hingga pada tingkat Bhabinkamtibmas, supaya memiliki semangat solideritas dan berempaty terhadap masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian.

Jadi adanya ide-ide atas pembentukan program ini, tuturnya lebih lanjut, namun yang lebih urgent lagi di sini, agar dapat menjadi instrument bagi personil kepolisian di Polres Palopo ini, dalam membangun karakter jati diri yang sifatnya berbasis spiritual, menurut nilai-nilai kehidupan religius.

“Maka itu juga merupakan bentuk dari agenda Nawacita dalam mendorong reformasi mental personil Polri di lingkup Polres Palopo ini,” ujarnya.

Taswin lebih jauh mengutarakan, bahwa tanpa mengedepankan penguatan spiritual terhadap personil kepolisian yang sifatnya berbasis religius, maka jangan pernah berharap akan dapat berdedikasi dalam melayani masyarakat.

“Karena keberadaan Polisi adalah sangat memiliki peran sentral dalam tatanan masyarakat sipil (civil society), menurut fungsinya baik sebagai pelayan Kamtibmas maupun selaku aparat penegak hukum,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, polisi itukan juga merupakan simbol moralitas di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan nilai-nilai spiritual yang sifatnya berbasis kehidupan religi, jelas itu merupakan sumber dari simbol moralitas itu sendiri.

Hal itu pulalah, papar Taswin, sehingga kita melakukan penutupan terhadap café-café yang ada di Palopo ini, untuk disterilkan dari segala bentuk peredaraan dan perdagangan produk-produk minuman beralkohol atau semua jenis Miras lainnya yang bersifat illegal. “Termasuk, kita juga melakukan operasi penutupan terhadap warung-warung ballo,” imbuhnya.

Langkah ini kan, tuturnya lagi, juga tak terlepas untuk membangun moral masyarakat Palopo, agar memahami bahwa ada regulasi yang mengatur tentang tata kelola peredaraan dan perdaganan Miras untuk dikonsumsi oleh kalangan tertentu pada tempat-tempat yang sepatutnya.

“Jadi itulah yang dilanggar oleh kalangan pengusaha café sehingga kita tutup, karena perizinannya tidak berkesesuaian,” tandas mantan Kasitindak Subdit Gakkum Dit Pol air Baharkam Mabes Polri tersebut.

Halnya terhadap penanganan kegiatan pengamanan, sambung perwira menengah Polri yang dikenal sangat welcome terhadap insan pers itu, seperti pada pengamanan event Pilwalkot lalu. Sehingga personil juga dituntut dedikasinya dalam mengedepankan pendekatan persuasif, supaya dapat terselenggara Pilkada Damai.

Alhamdulillah, tuturnya lagi, di mana Kota Palopo yang disebut-sebut zone merah ini, akhirnya juga terselenggara event demokrasi lima tahunan tersebut dalam susana yang kondusif.

“Kendati itu, juga tak terlepas diwarnai dengan riak-riak dalam bentuk aksi-aksi demonstrasi. Namun itulah namanya suatu bentuk fenomena demokrasi yang sifatnya masih sangat terukur,” ujarnya Taswin sembari dirinya melemparkan senyumannya yang khas.

Jadi pada prinsipnya, kembali alumni Akpol tahun 1995 ini menyampaikan, tentu kita akan terus mendorong reformasi mental personil Polri di lingkup Polres Palopo ini, dengan mengedepankan penguatan spiritual personil yang sifatnya berbasis religius, dalam mendedikasikan diri sebagai aparat negara dan pelayan masyarakat.

“Selain itu, bagaimana agar personil di lingkup Polres Palopo ini, supaya juga terlibat dalam mengaktualisasikan rasa kepeduliannya terhadap masyarakat,” terangnya.

Hal itulah, lanjut Perwira Menengah Polri yang bersifat low profile ini, sehingga kita membentuk padepokan pendidikan nonformal dan Santri Polisi. Maka tak lain sebagai bentuk wadah dalam mengambil peran, untuk menujukkan rasa kepedulian terhadap sesama.
 
Kapolres Palopo AKBP Taswin bersama sejumlah Bhabinkamtibmas, sedang memotivasi anak-anak putus sekolah dan anak-anak bermasalah dengan hukum di Padepokan Patriatama Babuljannah yang berada di Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara, Timur Kota Palopo.
Terkhusus lagi, ucapnya, dalam memberdayakan anak-anak putus sekolah dari kalangan keluarga yang tidak mampu, untuk dididik dengan pengetahuan umum dan agama, termasuk akan dibekali dengan pendidikan life skill (keterampilan –red).

“Maksudnya, supaya dapat memiliki bekal keterampilan kerja, saat sudah memasuki usia produktif nantinya, tanpa harus mengabaikan nilai-nilai kehidupan religi,” harap Kapolres AKBP Taswin mengakhiri komentarnya.

Untuk diketahui bahwa menurut penelusuran media ini, maka terdapat sederet catatan yang telah dilakukan semenjak dirinya menjabat sebagai Kapolres Kota Palopo, selain yang telah diuraikan melalui materi pemberitaan di atas.

Misalnya, seperti menghilangkan aksi-aksi Balapan Liar (Bali) yang senantiasa dilakukan oleh kalangan remaja, atau Anak Baru Gede (ABG) selama 4 tahun sebelumnya begitu meresahkan masyarakat di Kota Palopo ini.

Tak hanya itu, pun melakukan kegiatan bakti sosial terhadap masyarakat, bagi sejumlah warga kurang mampu dikunjunginya dan diberikan bantuan, baik berupa sembako maupun uang tunai, hingga berupa perbaikan atau bedah rumah.

Tentunya itu semua, karena ingin berbagi dalam memaknai bahwa betapa pentingnya bersedekah, dalam mengaplikasik nilai-nilai penguatan spiritual yang sifatnya berbasis religius. Karena Polri dalam situasi apapun, selalu dituntut untuk mengedepankan rasa keberpihakannya terhadap mesyarakat di era paradima kehidupan demokrasi sekarang ini.

Penulis : Tim Redaksi
Editor : Ories

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.