.

.

.

Selasa, 21 Agustus 2018

Lakukan Aksi Penyandraan, 12 Teroris Ditangkap Polisi di SMA Negeri 1 Luwu

Jajaran Polres Luwu, berhasil menangkap para pelaku aksi terorisme di halaman SMA Negeri 1 Luwu, Selasa (21/08/2018)

LUWU, Tabloid SAR- Kegiatan perkemahan anggota Pramuka yang dilaksanakan di halaman SMA Negeri 1 Luwu, semula berlangsung aman dan tertib, namun tiba-tiba menjadi gaduh dan menegangkan.

Suasana di sekitar lokasi SMA yang terletak di Topoka, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut, berubah seketika menjadi sangat mencekam.

Pasalnya perkemahan siswa-siswi yang sedang mengikuti kegiatan Pramuka di halaman sekolah yang berada dijantung Ibukota Kabupaten Luwu itu, secara mendadak didatangi belasan orang teroris, Selasa (21/08/2018) siang.

Para teroris yang beraksi sehari menjelang perayaan Idul Adha tersebut, membawa beragam jenis senjata api, mulai dari senjata berlaras pendek hingga yang berlaras panjang. Mereka menggunakan costum berwarna serba hitam dan mengenakan topeng.

Peristiwa ini bermula ketika sejumlah pemuda yang sedang mabuk karena mengkonsumsi minuman beralkohol, mendatangi lokasi perkemahan dan membuat onar.

Beruntung ada sejumlah ustad yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Para pemuda yang mabuk tersebut, berhasil ditenangkan dan dirukkiyah para ustad.

Naasnya suasana belum sepenuhnya tenang pasca insiden keonaran yang diakibatkan para pemuda mabuk, lalu kemudian secara tiba-tiba lokasi perkemahan itu didatangi oleh sekelompok teroris sebanyak 12 orang.

Di lokasi ini, para teroris itu langsung melakukan penyanderaan terhadap sejumlah siswa, termasuk para ustad yang sedang merukkiyah para pemuda mabuk.

Suasana semakin mencekam ketika para teroris tersebut, menodongkan moncong senjatanya kepada para sandra. Siswa yang ditodong menggunakan senajata api, sangat histeris dan ketakutan.

Kegaduhanpun semakin menjadi-jadi ketika para teroris itu, mulai menembakkan proyektilnya secara membabi-buta.

Para penderita yang luka-luka, akibat aksi terorisme ini mendapatkan pertolongan dari siswa-siswi anggota Palang Merah Indonesia (PMI) SMA Negeri 1 Luwu.

Beruntung sebelum ada korban jiwa, sejumlah polisi dari Polres Luwu menggunakan sepeda motor mendatangi lokasi kejadian. Saling serang antara polisi dan teroris pun tak terhindarkan.

Perlawanan teroris sempat membuat polisi kewalahan saat terjadi kontak senjata, namun kesigapan dari para polisi, mampu melumpuhkan ke 12 teroris dalam beberapa menit kemudian.

Dalam situasi yang serba menegangkan itu, para guru dan siswa, serta warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut, memberi tepuk tangan meriah. Karena peristiwa yang mereka saksikan saat itu, meski nyata namun hanyalah sebuah simulasi.

Simulasi yang diperagakan oleh para siswa-siswi SMA Negeri 1 Luwu bersama jajaran Polres Luwu tersebut, membuat takjub para penonton karena seperti nyata adanya.

Menurut Kepala SMA Negeri 1 Luwu, Nurdin Muin bahwa simulasi ini murni ide dan konsep para anak didiknya.

“Ini murni ide dan gagasan siswa-siswi kami, para guru hanya membantu memberi saran dan masukan kepada para pemerannya, termasuk membantu untuk mengkomunikasikan pelaksanaan simulasi ini agar Polres Luwu melibatkan personilnya” kata Nurdin Muin saat ditemui wartawan Tabloid SAR di tengah berlangsungnya kegiatan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka perayaan HUT ke-51 tahun SMA Negeri 1 Luwu. Dalam perayaan tersebut, sejumlah kegiatan diselenggarakan diantaranya, beberapa hiburan seni tari, dan atraksi karate.

Pemotongan tumpeng HUT SMA Negeri 1 Luwu ke-51 tahun ini, dilakukan oleh Nurdin Muin.

Kegiatan yang berlangsung semarak ini, selain dihadiri para guru bersama siswa-siswi SMA Negeri 1 Luwu, perayaan tersebut juga dihadiri para orangtua siswa dan salah satu Anggota Fraksi PAN DPRD Provinsi Sulsel, H. Husmaruddin dari Dapil Luwu Raya yang meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo.

Penulis   : Echa
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.