.

.

Sunday, 12 August 2018

Menjawab “Kegelisahan” ASN di Luwu, Setelah Pasangan BAIK Menangkan Pilkada


Rahmat K.Foxchy
H Basmin Mattayang : Saya Sama Sekali Tak Pernah Menyimpan Dendam Politik

Oleh : Rahmat K Foxchy

PASCA pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 khususnya setelah diketahui secara pasti competitor yang memenangkan pertarungan politik electoral tersebut, ternyata berbuntut kegelisahan bagi sejumlah Aparat Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) khususnya bagi mereka yang memiliki kedudukan atau jabatan strategis dalam sistem birokrasi pemerintahan. Termasuk bagi pejabat non struktural, seperti para kepala sekolah (Kepsek).

Adapun yang menjadi sumber kegelisahan itu adalah ketakutan berupa pencopotan dari jabatan strategis para ASN khususnya bagi mereka yang merasa berseberangan pilihan politik pada Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Luwu, tanggal 27 Juni lalu.

Ketakutan demikian, tidak hanya dirasakan oleh para pejabat eselon II baik yang menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) maupun Kepala Badan pada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Namun hal serupa juga menjangkiti para pejabat eselon III dan IV pada lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu.

Sementara, sebagian ASN yang merasa sudah berjasa dan mengklaim diri telah memiliki andil luar biasa dalam memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Bupati & Wakil Bupati Luwu, H Basmin Mattayang & Syukur Bijak (BAIK) pada Pilkada Luwu beberapa waktu lalu. Mereka sudah pada tidak sabaran untuk mendapat promosi jabatan dan dilantik menjadi pejabat pada sejumlah posisi strategis dalam instansi pemerintahan di bawah komando Paslon bertagline BAIK.

Selain para ASN, tim sukses Paslon BAIK dari kalangan non ASN juga menjadi momok menakutkan bagi para ASN yang menjadi pendukung setia rivalitas BAIK dalam Pilkada Luwu. Pasalnya, mereka berasumsi bahwa para tim sukses kandidat yang menang akan memusuhi dan merasa jengkel jika rivalitas mereka dalam Pilkada lalu tidak segera dilengserkan dari jabatannya.

Mungkin demikianlah gambaran perasaan antara kecemasan dan harapan yang sedang melanda banyak kalangan ASN di Kabupaten Luwu dalam mengekspresikan kegelisahannya sebagai konsekuensi logis dari keberpihakan mereka pada Pilkada Luwu yang telah berhasil dimenangkan oleh pasangan BAIK.

Hal demikian adalah sebuah fenomena dinamika politik electoral di Indonesia yang ASN-nya meski dilarang terlibat politik praktis sesuai regulasi, tapi senantiasa dilanggar.  Realitas demikian merupakan kebiasan buruk para ASN pemburu jabatan yang haus akan kekuasaan dan diperhamba oleh jabatan.

Selain itu, tak jarang pula para ASN mempraktekkan perilaku berburu jabatan dengan menghalalkan segala macam cara. Para pemburu jabatan itu, bermunculan silih berganti datang menemui (setor muka- red) pada kandidat yang berhasil memenangkan Pilkada. Mereka yang mendatangi Paslon pemenang Pilkada Luwu tersebut, tak jarang datang menghadap sekedar untuk memberikan ucapan selamat.

ASN yang demikian terkadang dilabeli oleh publik sebagai penjilat dan dinilai sebagai salah satu bentuk perilaku cari-cari muka, demi sebuah jabatan atau kekuasaan dalam dunia birokrasi.

Hal itu, mereka lakukan selain karena berharap mendapat jabatan atau posisi strategis pada lingkup Pemkab Luwu setelah pasangan BAIK dilantik sebagai Bupati & Wakil Bupati Luwu, periode 2018-2023 mendatang. Juga karena mereka sempat kehilangan muka selama berlangsungnya tahapan-tahapan Pilkada Luwu, mulai dari masa kampanye dan masa tenang menjelang pencoblosan.

Sebab mereka dikabarkan sangat sibuk bergerilya melakukan sejumlah manuver politik untuk berupaya memenangkan pasangan Calkada yang telah menjadi jagoan sekaligus idolanya, naifnya mereka berani datang menemui Paslon terpilih pemenang Pilkada yang menjadi lawan politiknya.

Kendati demikian, ketika ‘penulis’ menyempatkan diri berdialog dengan Calon Bupati Luwu terpilih, H Basmin Mattayang, dalam membahas hal mengenai langkah-langkah kebijakannya dalam rangka mengakselerasi pembangunan Kabupaten Luwu, setelah dirinya dilantik kembali untuk menjadi bupati kedua kalinya, pada periode lima tahun ke depan.
Foto bersama dengan Calon Bupati Luwu terpilih, H Basmin Mattayang (tengah) sesuai berdialog untuk memastikan sebuah jawaban atas kegelisahaan sejumlah ASN. Tampak pula didampingi salah satu kru Tabloid SAR, Muhammad Rais (kiri).
Gayungpun bersambut, karena Beliau (H Basmin Mattayang- red) begitu antusiasnya membeberkan rancangan program akselerasi pembangunan Luwu secara berkelanjutan, demi meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat di daerah yang berjuluk ‘Bumi Sawerigading’ tersebut.

Bahkan Beliau, justru menyebutkan bahwa Bupati H Andi Mudzakkar harus pula diapresiasi atas keberhasilannya selama dua periode memimpin Kabupaten Luwu.

Ia mengatakan bahwa karena amanah rakyat, saya berkomitmen akan meneruskan program pembangunan Bupati H Andi Mudzakkar, meski melalui visi-misi dan program kerja dengan sudut pandang yang berbeda.

“Saya siap lanjutkan pembangunan Cakka (sapaan akrab Bupati Luwu H Andi Mudzakkar- red), karena saya memang tidak ada dendam politik. Sebab sejak awal, saya bersama Pak Syukur Bijak telah berkomitmen, untuk melanjutkan capaian positif pemerintahan Bupati H Andi Mudzakkar hingga hari ini,” tuturnya dengan senyuman yang khas.

Ungkapan H Basmin Mantayang yang demikian ini, juga sudah banyak dipublikasikan pada sejumlah media massa. Bahkan untaian kalimat bijak tersebut, juga dapat dibaca secara lebih jelas pada postingan akun facebook pribadinya.

Namun pemenang Pilkada Luwu 2018 itu, kembali mempertegas statemen tersebut, saat berdialog dengan ‘penulis’ di kediamannya yang berada pada Jalan Trans Sulawesi di bilangan Kelurahan Pammanu, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu.

Ketika ditanyakan mengenai adanya sinyalemen ASN, khususnya sejumlah pejabat eselon yang dianggap bermanuver politik pada Pilkada lalu. Bahkan tidak sedikit dari mereka, diisukan berusaha mati-matian untuk menjegal dirinya, agar tidak kembali terpilih menjadi Bupati Luwu.

Basmin hanya mengungkapkan bahwa pilihan rakyatlah dan atas kehendak Allah SWT pula-lah, sehingga dirinya bersama Syukur Bijak dapat terpilih pada Pilkada Luwu yang dihelat pada bulan Juni lalu.

Lanjut ia menjelaskan, bahwa visi-misi dan program kerjanya dengan Syukur Bijak, sangat tegas menguraikan, mengenai langkah-langkah kebijakan pembangunan dalam kerangka untuk mengakselerasi kesejahteraan hidup rakyat Luwu.

“Jadi saya tidak punya niat sama sekali untuk merusak karier jabatan setiap ASN, karena itu memang tidak ada dalam visi-misi dan program kerja kami,” tutur Basmin.

Jadi sebaiknya para ASN, kata mantan Bupati Luwu yang juga sangat familiar disapa Opu ini, supaya lebih baik fokus saja dalam mendukung dan mensukseskan kebijakan Bupati Cakka, hingga mengakhiri sisa masa jabatannya.

“Itu yang justru lebih penting dari-pada dihantui dengan terpilihnya saya sebagai Bupati Luwu,” pungkasnya.

Begitulah sekelumit atas penggalan dialog santai, penuh keakraban antara penulis dengan H Basmin Mattayang yang sesekali diwarnai canda-tawa.

Lalu jika menyimak ungkapan-ungkapan suami mantan Ketua DPRD Luwu, Hj Hayarna Basmin tersebut, maka terjawablah apa yang menjadi sumber kegelisahan para ASN di Kabupaten Luwu.

Intinya, bahwa pilihan politik boleh berbeda di Pilkada, tapi yang terpenting adalah bagaimana kembali untuk saling menyatukan visi, untuk bahu-membahu membangun Luwu yang lebih baik dan semakin maju ke depan dengan menomor-satukan pelayanan publik guna mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Hal tersebut menandakan, bahwa H Basmin Mattayang adalah sosok seorang pemimpin yang berjiwa negarawan. Sebab hanya pemimpin yang berjiwa negarawanlah yang sama sekali tak pernah menyimpan dendam politik.

Apalagi mengingat harapan segenap warga Kabupaten Luwu, untuk lima tahun ke depan akan terpikul di atas pundak H Basmin Mattayang-Syukur Bijak selaku Calon Bupati & Wakil Bupati terpilih ini.

Tentunya segenap masyarakat Luwu, berharap akan menggapai “telos” untuk merealitaskan sebuah fiksi tentang kesejahteraan hidup, supaya tidak hanya berwujud pada sebatas imajiner yang bersifat absurd semata.

***) Penulis adalah Direktur Eksekutif LSM Aktivis Pembela Arus Bawah

Editor : William Marthom

No comments:

Post a Comment

.

.