.

.

Rubrik

.

Rabu, 29 Agustus 2018

Pemkab Lutim Klarifikasi Masalah Kelangkaan LPG 3 Kg

Jajaran Polres Palopo berhasil menangkap Bakhtiar alias Bapak Ratna warga Lingkungan Uri' Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, karena yang bersangkutan hendak menjual LPG 3 Kg bersubsidi  jatah untuk warga miskin di Kota Palopo, Sabtu (26/05/2018). Pelaku hendak menjual LPG 3 Kg tersebut, kedaerah Pendolo, Sulawesi Tengah.   

LUTIM, Tabloid SAR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur, mengklarifikasi masalah penyebab kelangkaan Liquefied Petrolium Gas (LPG) tabung 3 Kg yang akhir-akhir ini, mengalami kelangkaan sehingga masyarakat kewalahan di sana-sini mencari LPG bersubsidi tersebut.

Klarifikasi Pemkab Luwu Timur (Lutim) terkait masalah kelangkaan LPG khusus bagi rakyat miskin dan pelaku usaha mikro yang disubsidi oleh pemerintah itu, disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Lutim, Andi Tenriawaru.

Menurutnya, kelangkaan LPG 3 Kg di Kabupaten Lutim bukan karena adanya pengurangan jatah untuk daerah berjuluk Bumi Batara Guru itu.

“Tidak ada pengurangan jatah untuk Kabupaten Lutim, sebab penentuan kuota LPG 3 Kg yang disubsidi pemerintah telah ditetapkan secara nasional. Kelangkaan LPG 3 Kg di Lutim, karena kurangnya pasokan LPG dari Depot atau Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kota Palopo,” kata Tenriawaru dalam klarifikasinya, Selasa (28/08/2018).  

Ia menambahkan bahwa menjelang dan pasca Idul Adha, pengisian LPG di Depot Palopo tidak maksimal karena factor kekurangan tenaga kerja, sebab mereka (karyawan- red) libur hari raya dan cuty dalam rangka perayaan Idu Adha.

“Menjelang Idul Adha banyak karyawan Depot Palopo yang libur dan cuty. Bahkan pasca hari raya, sebagian masih cuty. Malahan yang libur bukan hanya karyawan di Depot, tetapi juga karyawan Agen Penyalur LPG 3 Kg. Yaa para sopir truk milik agen yang mengangkut LPG dari Depot Palopo ke-Pangkalan di Lutim, kan sebagian juga beragama Muslim. Jadi tentu mereka juga libur dalam rangka perayaan Idul Adha,” jelas Tenriawaru.

Lebih lanjut, Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Lutim tersebut, menerangkan bahwa diluar masa-masa libur hari raya, biasanya pengangkutan LPG dari Depat Palopo ke Lutim, berjalan normal.

“Pada kondisi normal, Agen yang bertugas mendistribusikan LPG dari Depot Palopo ke-daerah kita ini,  biasanya melakukan pengantaran hingga 4 retase per-harinya. Hanya saja karena sebagian karyawannya yang libur maupun cuty, sehingga mereka (Agen) hanya mampu mendistribusikan LPG maksimal 1 retase per-hari ke Pangkalan yang ada di Lutim,” sebutnya.

Kendati demikian, Tenriwaru memastikan kelangkaan LPG 3 Kg di Lutim, akan kembali berjalan normal paling lambat pekan depan.

“Pendistribusian LPG dari Depot Palopo telah berangsur normal sejak hari Senin kemarin (tanggal 27 Agustus 2018), karena karyawan yang libur maupun cuty sudah kembali masuk bekerja. Sehingga beberapa hari kedepan, distribusi dalam tahap penyesuaian dan Insyah Allah pekan depan distribusinya sudah normal kembali,” terangnya.

Selain itu, Tenriawaru menegaskan pula bahwa kelangkaan LPG 3 Kg secara umum juga disebabkan karena semakin massifnya penggunaan LPG 3 Kg yang tidak tepat sasaran. Karena jumlah konsumen LPG 3 Kg semakin meningkat, sementara jatah LPG bersubsidi untuk rakyat miskin dan pelaku usaha mikro tersebut tidak bertambah, maka secara otomatis akan menyebabkan kelangkaan.

“Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat yang tidak berhak menggunakan LPG 3 Kg, agar tidak menggunakannya. Termasuk para ASN (Aparatur Sipil Negara) sebaiknya tidak layak menggunakan LPG bersubsidi ini, sebab mereka punya gaji yang mencukupi untuk membeli LPG non subsidi,  seperti tabung Bright Gas Pink ukuran 5,5 Kg atau ukuran 15 Kg,” imbuhnya.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.