.

.

.

Minggu, 19 Agustus 2018

PP IPMIL Luwu Gelar Konfrensi VI, Resky Sujono Terpilih Jadi Ketum

Proses penyerahan dokumen hasil konfrensi dari Steering Commite kepada Ketum PP IPMIL Luwu yang terpilih, Resky Sujono (kiri).

MAKASSAR, Tabloid SAR- Setelah masa bakti Pengurus Pusat  Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) Luwu, periode 2016-2018 berakhir. PP IPMIL Luwu menggelar Konfrensi VI guna memilih dan menetapkan pengurus baru.

Konfrensi ini, berlangsung di Kota Makassar, tepatnya di Gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (19/08/2018).

Dalam konfrensi yang diikuti oleh 22 perwakilan komisariat tersebut, para anggota dan kader, mengusulkan tiga orang kader terbaiknya untuk memimpin PP IPMIL Luwu kedepannya.

Tiga kader terbaik IPMIL Luwu yang diusulkan untuk memimpin organisasi kebanggaan mahasiswa dari Kabupaten Luwu tersebut, adalah Resky Sujono, dan Harman Pasande, serta Andi Agung Kaddiraja.

Namun salah satu dari tiga kader yang dicalonkan dalam Konfrensi VI PP IPMIL Luwu ini, tidak bersedia dicalonkan, yakni Andi Agung.  

Alhasil dalam konfrensi tersebut, Resky Sujono terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) PP IPMIL Luwu periode 2018-2020.

Reski terpilih karena didukung 7 komisariat, sedangkan Harman hanya mendapat dukungan dari 6 komisiariat. Semetara 6 komisariat lainnya abstain atau tidak memilih.

Setelah terpilih untuk menahkodai PP IPMIL Luwu dua tahun kedepan, Resky mengatakan bahwa kemenangannya adalah kemenangan semua anggota dan kader IPMIL Luwu.

“Ini bukan kemenangan saya pribadi, tapi kemenangan kita semua tanpa terkecuali. Itu akan saya buktikan dengan merangkul seluruh anggota dan kader dari 22 komisariat yang ada,” kata Resky.

Selain itu, Resky mengungkapkan harapannya agar pasca konfrensi ini, tidak terjadi perpecahan diantara anggota IPMIL Luwu.

“IPMIL Luwu adalah wadah persatuan yang menghimpun kita, sebagai mahasiswa asal  Kabupaten Luwu yang memiliki tujuan bersama. Jadi saya berharap, agar seluruh anggota dan kader, tak terkecuali para pengurus, supaya dewasa dalam berdemokrasi. Sehingga bisa menerima hasil akhir dari konfrensi ini, yang tidak menimbulkan efek negative apalagi perpecahan internal,” imbuhnya.  

Sementara itu, Steering Commite Konfrensi VI PP IPMIL Luwu, Andi Rante mengatakan bahwa pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan ini.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak, tanpa terkecuali atas sumbangsinya dalam mensuksesnya kegiatan ini,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Andre itu.

Ia menambahkan bahwa jika ada perbedaan cara pandang atau berbeda pendapat diantara anggota atau kader selama konfrensi ini berlangsung agar semua itu, bisa dipahami sebagai bahagian dari proses demokrasi dan sebuah dinamika.

“Dalam proses pengambilan keputusan, tentu ada berbagai dinamika yang terjadi. Hal seperti itu adalah sesuatu yang lumrah dalam sebuah organisasi demokratis, seperti IPMIL Luwu. Sekiranya ada yang kurang berkenan, saya harap agar semua dapat memahaminya sebagai sebuah dinamika, tanpa merasa tersakiti, apalagi sampai menyimpan dendam,” pinta Andra.

Pada kesempatan itu, Andra juga menegaskan bahwa mengenai adanya beberapa komisariat yang abstain dalam konfrensi tersebut, itu tidak ada masalah.

“Soal adanya beberapa komisariat yang abstain, itu biasa dalam sebuah proses pengambilan keputusan atau dalam sebuah penentuan pilihan. Yang pasti bahwa sikap itu, datang dari pribadi mereka sendiri dan bukan karena sebuah intervensi atau tekanan dari pihak lain,” kuncinya.

Penulis   : Echa
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.