.

.

.

Selasa, 04 September 2018

Ada Apa ? Meski Sudah Ditetapkan sebagai Tersangka, Lurah Larompong Tidak Ditahan Polisi


Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faisal Syam, S.IK
AKP Faisal Syam : Berhubung Karena Pasal yang Dikenakan Kepada Bersangkutan Ancamannya di Bawah 5 Tahun Kurungan Penjara.

LUWU, Tabloid SAR- Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan dan penipuan, namun Lurah Larompong, Muhammad Hasan Nawawi. Tidak ditahan oleh Penyidik Polres Luwu yang menangani kasus ini.

Berhubung karena pasal yang dikenakan kepada bersangkutan ancamannya di bawah 5 tahun kurungan penjara.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Faisal Syam kepada Wartawan Tabloid SAR, Selasa (04/09/2018).

Menurutnya, Penyidik Polres Luwu telah menetapkan Lurah Larompong, Hasan Nawawi, sebagai tersangka.

Bahkan penyidik telah melakukan pelimpahan tahap I, berkas perkara tersangka Hasan Nawawi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu. Namun sejauh ini, terhadap yang bersangkutan belum dilakukan penahanan.

“Sejauh ini, memang penyidik kami belum melakukan penahanan terhadap tersangka Hasan Nawawi. Tapi nanti kalau sudah pelimpahan tahap II dilakukan, selanjutnya tergantung Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkaranya. Apakah mau melakukan penahanan atau tidak terhadap tersangka Hasan Nawawi,” kata AKP Faisal, sembari menyatakan bahwa, berkas perkara Lurah Larompong tersebut telah dinyatakan lengkap dan pelimpahan tahap II akan segera dilakukan.

Hal itu, dibenarkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Luwu, Lewi R. Pasola.

“Berkasnya sudah kami terima pada saat penyerahan tahap I dari Penyidik Polres Luwu. Dan setelah kami teliti, berkasnya langsung kami nyatakan sudah lengkap. Saat ini, kami sisa menunggu pelimpahan tahap II dari Penyidik Polres Luwu dengan menyerahkan berkas dan tersangka, beserta barang buktinya,” kata Lewi.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka, Hasan Nawawi disangkakan sejumlah pasal oleh Penyidik Polres Luwu.

“Ada beberapa pasal yang dikenakan penyidik terhadap tersangka, Hasan Nawiwi. Pasal itu, meliputi pasal 8 huruf (b), pasal 110, pasal 138 ayat (1) dan pasal 139 KUHPidana. Berdasarkan pasal-pasal itu, tersangka terancam kurungan penjara paling lama dua tahun,” sebut Lewi.

Lebih lanjut, Kasi Pidum Kejari Luwu menerangkan bahwa Lurah Larompong, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan uang milik warganya dan dugaan penipuan atas janji pengurusan Sertifikat Nelayan.

“Oknum lurah ini, menerima uang sebesar Rp 31 juta. Dengan rincian, dari 28 warga yang menjadi korbannya, ia (tersangka- red) menerima pembayaran dari masing-masing korbanya sebanyak Rp1 juta dan enam orang warga lainnya, membayar masing-masing sebesar Rp 3 juta,” jelas Lewi.

Dari keterangan salah satu korban tersangka Hasan Nawawi yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku tidak menyangka akan ditipu oleh lurahnya sendiri.

“Saya awalnya sangat percaya kepada Pak Lurah kami itu, tetapi ternyata kami malah  dijadikan korbannya. Seharusnya dia (Lurah- red) melindungi kami selaku warganya, tapi ini malah kami ditipu. Kami yang sudah susah ini, tapi kok malah ditipu lagi,” tuturnya dengan rada kecewa.

Penulis   : Echa
Editor     : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.