.

.

Rubrik

.

Jumat, 21 September 2018

Ada apa....? Muscab Apdesi Luwu Nyaris Deadlock, Sejumlah Kades Ancam Bentuk Pengurus Apdesi Tandingan

Kades Ledan Nur Oktavian, SPd, MPd (kiri) dan Kades Balubu Ismail, SAg duduk berdampingan dalam forum Muscab Apdesi Kabupaten Luwu yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Luwu, Kamis (20/09/2018)

LUWU, Tabloid SAR- Musyawarah Cabang (Muscab) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Luwu yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), nyaris berakhir deadlock atau menemui jalan buntu, Kamis (20/09/2018).

Pasalnya, sejumlah Kepala Desa (Kades) yang hadir beramai-ramai melakukan interupsi dan protes mempertanyakan keabsahan panitia penyelenggara, karena tidak memiliki Surat Keputusan (SK) pengangkatan panitia selaku penyelenggara Muscab.

Salah satunya yang mempertanyakan SK panitia penyelenggara Muscab Apdesi Kabupaten Luwu adalah Kades Balubu, Ismail.


Menurutnya, proses pemilihan Pengurus Apdesi Kabupaten Luwu dalam Muscab itu, merupakan sebuah tindakan inkonstitusional jika dilaksanakan, karena para panitia penyelenggara tidak memiliki SK penunjukan dari pengurus Apdesi.

“Mana SK panitia penyelenggara Muscab ini, kalau tidak ada maka itu adalah sebuah pelanggaran karena tidak sesuai dengan AD/ART Apdesi yang mesti kita junjung tinggi,” protes Ismail.

Kades Balubu dari Kecamatan Belopa itu, bahkan mengancam akan membentuk pengurus Apdesi tandingan jika Muscab tersebut, tetap dilanjutkan untuk memilih pengurus Apdesi Kabupaten Luwu yang baru.

“Sebelum memperlihatkan SK panitia penyelenggara Muscab, maka kami meminta agar Muscab ini segera dihentikan. Sebab jika dipaksakan dan terus dilaksanakan, maka kami tidak setuju dan akan membentuk pengurus Apdesi tandingan,” ujar Ismail dengan suara lantang.


Hal senada juga disampaikan oleh Kades Cakkeawo, Haedar dan Kades Ledan, Nur Oktavian.

“Saya bersama rekan-rekan Kades lainnya, juga tidak setuju jika Muscab ini dilanjutkan sebelum memperlihatkan SK panitia penyelenggara kepada kami. Karena itu, tidak sesuai dengan mekanisme pelaksanaan Muscab, sebagaimana diatur dalam AD/ART Apdesi,” tegas Haedar ketika melakukan interupsi dalam forum Muscab Apdesi Kabupaten Luwu.

Sementara Kades Ledan dari Kecamatan Bastem, Nur Oktavian juga menegaskan bahwa pihaknya bersama rekan-rekannya akan membentuk pengurus Apdesi tandingan jika Muscab itu, tetap dilanjutkan sebelum panitia penyelenggara memperlihatkan SK mereka.

“Saya juga mendukung rekan-rekan Kades yang opisisi jika sidang Muscab ini, diteruskan sebelum kami diperlihatkan SK panitia. Karena Muscab dan pemilihan pengurus Apdesi Kabupaten Luwu yang terpilih dalam forum ini, nantinya tetap tidak akan sah jika panitia tidak memiliki SK untuk menyelenggarakan Muscab ini. Itu artinya kegiatan ini, juga ilegal penyelenggaranya karena tanpa SK,” protes Kades Ledan yang akrab disapa Arnam itu.


Kendati demikian, Ketua Panitia Muscab Apdesi Kabupaten Luwu, Arwan yang diminta menunjukan SK-nya selaku Panitia Muscab tidak dapat menunjukkan SK.

Meski begitu, setelah sidang di tunda beberapa menit dan dilakukan loby untuk mencari solusi terbaik demi kepentingan bersama, para Kades se-Kabupaten Luwu yang hadir, akhirnya setuju sidang Muscab tersebut dilanjutkan.


Muscab ini, dibuka oleh Asisten I Pemda Kabupaten Luwu, Andi Mudzakkir.

Dalam sambutannya, Andi Mudzakkir mengatakan bahwa Pemkab Luwu berharap semoga dengan aktifnya Apdesi Luwu, mampu menjadi wadah pemersatu para Kades dalam melaksanakan tugasnya, dan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintahan tingkat desa.

“Kami berharap dengan adanya organisasi ini, kualitas para Kades di Kabupaten Luwu dapat menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Muscab ini dihadiri oleh para kades se-Kabupaten Luwu dan para pengurus Apdesi Luwu, serta Apdesi Sulsel.

Penulis   : Echa
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.