.

.

.

Minggu, 09 September 2018

Bupati Lutim Bersama Ketua PGI Sulselbar, Resmikan Gereja POUK Jemaat Wawondula

Bupati Lutim HM. Thoriq Husler foto bersama dengan Ketua PGI Wilayah Sulselbar Pdt. Adrie Oktavianus Massie, dan Ketua Umum BPMG POUK Jemaat Wawondula Pdt. Mich Dartomi Labulu, beserta segenap Anggota BPMG POUK Jemaat yang baru diresmikan gerejanya.

LUTIM, Tabloid SAR- Ribuan warga gereja Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Jemaat Wawondula di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), antusias dan penuh rasa sukacita mengikuti prosesi Peresmian dan Pentahbisan Gereja POUK Jemaat Wawondula, Minggu (09/09/2018).

Peresmian gereja POUK tersebut, dilakukan Bupati Lutim HM. Thoriq Husler bersama Ketua Perseketuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sulselbar, Pdt. Adrie Oktavianus Massie.

Peresmian ini, ditandai dengan penekanan tombol pembukaan tirai plang nama Gereja POUK Jemaat Wawondula, oleh Bupati Lutim, diikuti dengan pelepasan burung merpati, dan 1.000 balon gas oleh Kapolres Lutim, AKBP. Leonardo Panji Wahyudi bersama segenap warga jemaat.

Setelah itu, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatangan prasasti bangunan gedung Gereja POUK Jemaat Wawondula oleh Ketua Umum PGI Wilayah Sulselbar, Pdt. Adrie Oktavianus Massie, dan pengguntingan pita di pintu masuk gereja, serta penyerahan kunci gereja dari Panitia Pembangunan kepada Ketua Umum Badan Pekerja Majelis Gereja (BPMG) POUK Jemaat Wawondula, Pdt. Mich Dartomi Labulu.

Setelah acara sesi peresmian, baru kemudian acara dilanjutkan dengan prosesi pentahbisan di dalam gedung gereja yang baru diresmikan itu.


Dalam kesempatan ini, Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja POUK Jemaat Wawondula, Simon Beba melaporkan, bahwa setelah melalui perjalanan panjang yang cukup melelahkan selama lebih dari 13 tahun sejak peletakan batu pertama gereja tersebut, dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2005, puji Tuhan akhirnya hari ini bisa diresmikan dan ditahbiskan.

Secara garis besar pula, Simon Beba menyampaikan bahwa gedung gereja ini, dibangun dengan konsep dan desain yang diprediksi akan tetap eksis 100 tahun kedepannya.

“Jika Tuhan berkenan, gedung gereja yang berukuran panjang 46 meter dan lebar 20 meter ini, model desainnya akan tetap eksis 100 tahun yang akan datang. Bagun gereja ini, atas berkat dan penyertaan Tuhan dapat dibangun dengan menghabiskan anggaran Rp 6 miliar lebih yang dananya bersumber dari para warga jemaat dan para donatur lainnya, termasuk Pemerintah Kabupaten Luwu Timur,” jelasnya.


Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum BPMG POUK Jemaat Wawondula, Pdt Mich Dartomi Labulu.

“Gedung gereja ini, bisa dibangun berkat dukungan semua pihak, mulai dari aggota jemaat, dan para donator, serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa hingga saat ini, jemaat masih terbuka untuk menerima donasi para umat maupun dari donatur yang ingin mengulurkan tangan, guna  mendukung pembangunan di geraja tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh umat dan para donatur yang telah mendukung pembangunan gereja ini. Semoga kehadiran gereja ini, dapat meningkatkan iman warga jemaatnya dan bisa menjadi berkat terhadap sesama,” harap Pdt Mich Dartomi.


Sementara itu, Bupati Lutim HM. Thoriq Husler, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada panitia pembangunan, para majelis gereja dan seluruh warga POUK Jemaat Wawondula yang telah berjuang dan bersatu padu selama kurun waktu lebih dari 13 tahun untuk menyelesaikan pembangunan gedung gereja yang cukup megah itu, sehingga bisa diresmikan saat ini.

Selain itu, Husler juga mengatakan bahwa Pemkab Lutim sangat mendukung pembangunan rumah ibadah yang merupakan sebagai tempat pembinaan iman bagi umat beragama, guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan agama dan kegiatan keagamaan.

Orang nomor satu di Kabupaten Lutim tersebut, juga tak lupa berpesan, supaya gedung gereja yang baru saja diresmikan dan diberkati ini, dapat dipelihara dan dirawat dengan sebaik-baiknya oleh warga POUK Jemaat Wawondula.

“Untuk itu, kekompakan dan kebersamaan umat sangat diperlukan untuk menjaga dan merawat bangunan gereja yang menjadi kebanggaan umat ini,” tandasnya.

Dan yang tak kalah lebih pentingnya, tambah Husler, bahwa kehadiran gedung gereja POUK ini, diharapkan bisa semakin meningkatkan iman dan rasa persaudaraan yang tinggi dengan siapa saja.

Sebelumnya, Panitia Pelaksana menggelar sejumlah rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan kegiatan ini, yakni napak tilas, pentas budaya, launching Buku Sejarah Gereja POUK Jemaat Wawondula dan Lomba Pesparawi yang diikuti oleh Jemaat Gereja POUK se-wilayah Sulselbar, serta kegiatan hiburan rohani yang dimeriahkan artis Ibukota.

“Untuk menyemarakkan peresmian gedung baru gereja ini, beberapa rangkaian kegiatan telah kami dilaksanakan. Salah satunya adalah lomba Pesparawi yang diikuti oleh Jemaat Gereja POUK se-wilayah Sulselbar,” terang Ketua Panitia Pelaksana Peresmian, Pdt. Yehezkiel Nari Toding, S. Th.

Bupati Lutim ketika menghadiri kegiatan ini, turut didampingi sejumlah pejabat penting di daerah berjuluk Bumi Batara Guru tersebut. Yakni Kapolres Lutim AKBP. Leonardo Panji Wahyudi, dan Anggota Fraksi PDIP DPRD Lutim, Pieter Ka’pe Parrangan, serta Plt. Kadis Dukcapil Lutim, Oksen Bija.

Kedatangan Husler bersama rombongannya di lokasi tersebut, disambut dengan atraksi Tarian Adat Padoe yang dipersembahkan oleh Sanggar Seni Padoe Wawondula.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.