.

.

.

Minggu, 30 September 2018

Dugaan Penyalahgunaan Keuangan di Puskesmas Warsel Jadi Perhatian Serius Kalangan LSM di Kota Palopo

Puskesmas Warsel Kota Palopo

PALOPO, Tabloid SAR- Dugaan penyalahgunaan keuangan daerah di Puskesmas Wara Selatan (Warsel), Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menjadi perhatian serius kalangan LSM anti korupsi di Kota Palopo.

Pasalnya, kuat dugaan di Puskesmas Warsel itu, disebut-sebut berpotensi terjadi kerugian Negara/daerah sebesar Rp. 209.736.900,18.

Perhatian itu, salah satunya datang dari LSM Aktivis Pembelah Arus Bawah yang selama ini, konsen pada gerakan anti korupsi di Indonesia, termasuk di wilayah Luwu Raya, tak terkecuali di Kota Palopo.


Hal tersebut, ditandai dengan dilayangkannya Surat Direktur Eksekutif LSM Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy kepada Kepala Puskesmas Warsel, Suriani M.Kes, pada tanggal 27 Agustus 2018 lalu. Melalui suratnya Nomor 005-DE/NGO-Arus Bawah/Anti Korupsi/2018, Perihal Permintaan Klarifikasi atas Dugaan Penyalahgunaan Keuangan.

Namun surat dari LSM penggiat anti korupsi tersebut, diklarifikasi secara lisan oleh Kepala Puskesmas Warsel, Suriani pada Selasa (28/09/2018) sore, saat bertandang ke Kantor LSM Aktivis Pembela Arus Bawah di Jalan Pongsimpin, Kota Palopo.

Pada kesempatan itu, Suriani membantah telah melakukan penyalahgunaan keuangan pemerintah sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak Inspektorat Kota Palopo.

“Saya tidak pernah merasa menyalahgunakan keuangan pemerintah sebesar itu, sebab selama ini, kami hanya menggunakan anggaran dari APBD Kota Palopo. Itupun melalui Dinas Kesehatan Kota Palopo,” kata Suriani.


Tuturnya lagi, namun dana tunai yang kami kelola di Puskemas Warsel selama ini, hanya bersumber dari jasa pelayanan BPJS Kesehatan.

“Itukan, bukan keuangan yang bersumber dari negara atau pemerintah pusat maupun daerah,” kilahnya.

Lebih lanjut, Suriani menjelaskan bahwa memang ratusan juta rupiah dana pelayanan kesehatan dari BPJS yang telah mereka terima di Puskesmas Warsel setiap tahunnya.

“Itupun, juga sudah kami pertanggungjawabkan seluruh item-item penggunaannya secara rinci,” tepis Suriani.


Mengingat kasus ini, merupakan hasil temuan pihak Inspektorat Kota Palopo, sesuai bocoran data yang diperoleh pihak LSM Aktivis Pembela Arus Bawah. Maka diketahui pula bahwa batas pengembalian kerugian negara/daerah berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) lembaga auditor pemerintah, termasuk Inspektorat Kota Palopo,  paling lambat 60 hari kerja.

Berdasarkan hal tersebut, maka Direktur Eksekutif LSM Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K. Foxchy mengatakan bahwa apabila batas waktu yang telah ditentukan itu, tidak ditepati oleh Kepala Puskesmas Warsel, maka aparat penegak hukum akan mengambil alih temuan tersebut, untuk diproses lebih lanjut,” jelas Rahmat ketika ditemui wartawan media ini, Minggu (30/09/2018).

Ia menambahkan, bahwa oleh karena batas waktu pengembalian kerugian negara/daerah di Puskesmas Warsel, telah memasuki masa jatuh tempo sebagaimana regulasi yang berlaku.

“Sehingga jika temuan kerugian pemerintah tersebut, tidak juga dikembalikan ke-kas negara atau kas daerah, maka LSM kami akan melaporkan dugaan tersebut, kepada pihak aparat penegak hukum,” tuturnya.


Kendati demikian, kata aktivis yang akrab disapa Bang Ories ini, pihaknya akan terlebih dahulu melayangkan surat permintaan klarifikasi susulan kepada Kepala Puskesmas Warsel tersebut, sebelum LSM-nya melaporkan kasus dugaan penyalahgunaan keuangan itu, kepada pihak berwajib.

“Kalau pihak terkait, tidak mau memenuhi kewajibannya untuk mengembalikan semua dana yang menjadi temuan pihak Inspektorat Kota Palopo, maka tentunya kami akan mengambil sikap tegas guna melaporkan kasus ini kepada pihak penyidik Tipikor,” tegas Bang Ories.


Lalu ia menambahkan, bahwa dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melanyangkan surat permintaan klarifikasi susulan kepada Kepala Puskesmas Warsel.

“Jadi jelasnya, kami akan  memprioritaskan kasus ini, supaya diproses melalui jalur hukum, jika hal itu tidak diselesaikan menurut batas waktu yang telah ditentukan oleh pihak Inspektorat Kota Palopo,” kunci Bang Ories.

Penulis   : Andi Muhammad Rizaldy
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.