.

.

.

Jumat, 14 September 2018

Hebat....Kades Buntu Kunyi Bangun Dusun Menata Desa



Ketua TPK Desa Buntu Kunyi, Arif S.Sos saat melakukan monitoring kegiatan pembangunan saluran draenase di Dusun Buntu Kunyi yang dibiayai menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2018

LUWU, Tabloid SAR- Berkat adanya Dana Desa yang digelontorkan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonsia. Para Kepala Desa (Kades) pada seluruh wilayah NKRI berlomba-lomba untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur di desa yang mereka nahkodai.

Demikian pula dengan Kades Buntu Kunyi, Musmusliadi S.Sos dalam memanfaatkan Dana Desa, ia menggenjot pembangunan sejumlah infrastruktur di desanya.

Menurutnya dalam membangun dusun menata desa, dirinya berupaya memacu peningkatan pembangunan di desanya berdasarkan kebutuhan masyarakat Desa Buntu Kunyi.

“Pembangunan di sebuah desa, akan dapat dirasakan manfaatnya secara signifikan oleh masyarakat setempat, jika program kegiatan membangun dusun menata desa itu, direncanakan dan dilaksanakan secara bersama-sama. Proses perencaannya juga harus berdasarkan aspirasi masyarakat dan bukan berdasar atas keinginan aparat pemerintah desa,” ujar Musmusliadi saat ditemui di kantornya oleh wartawan Tabloid SAR, Jumat (14/09/2018).

BACA JUGAhttp://www.tabloidsar.com/2018/09/manfaatkan-dana-desa-kades-salupao.html

Selain itu, kata Musmusliadi, dalam membagun desa diperlukan pula penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) baik aparatur pemerintah desa dan masyarakat, maupun para tenaga pendamping desa.

“Bukan hanya itu, perbaikan sistem transparansi akuntabilitas dan pengawasan dalam pengelolaan Dana Desa dan keuangan desa juga tak kalah pentingnya. Sehingga tujuan Dana Desa tersebut, dapat tercapai.  Termasuk bagaimana kita dapat memperkuat masyarakat desa sebagai subjek dari pembangunan tersebut,” terangnya.

BACA JUGAhttp://www.tabloidsar.com/2018/08/kades-buntu-barana-jelang-penyusunan.html

Sementara, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Buntu Kunyi, Arif S.Sos ketika ditemui di sela-sela kesibukannya melakukan monitoring kegiatan pembangunan infrastruktur di desanya, mengatakan bahwa pihaknya semakin memperketat pengawasan terhadap seluruh kegiatan yang dibiayai menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran (TA) 2018.

“Kami tidak mau kecolongan, ada tukang yang kerja asal-asalan di lapangan. Sehingga semua kegiatan yang menggunakan Dana Desa, kami perketat pengawasannya. Kita pantau terus, agar pemanfaatan dana desa ini, tepat sasaran dan tepat mutu untuk menjaga kualitas bangunannya,” tegas Arif.

Untuk diketahui, Pemerintah Desa Buntu Kunyi yang berada di wilayah Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), tahun ini mendapatkan transfer Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) sejumlah Rp 1.018.863.700. Dengan rincian Dana Desa dari APBN TA 2018 sebanyak Rp 688.627.000, sedangkan ADD yang bersumber dari APBD Kabupaten Luwu TA 2018, sebesar Rp 318.690.000 dan BHRD sejumlah Rp 11.546.700.

BACA JUGAhttp://www.tabloidsar.com/2018/08/kades-buntu-matabing-harapkan.html

Dana Desa tersebut, digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur desa sebanyak 7 item.

Ketujuh kegiatan fisik itu, meliputi pembangunan draenase pada tiga dusun yakni di Dusun Palendongan, sepanjang 434 meter dengan biaya sebesar Rp 263.493.000, sedangkan di Dusun Buntu Siapa sepanjang 225 meter Rp 137.630.000, dan sepanjang  115 meter di Dusun Buntu Kunyi Rp 54.420.000.

Sementara pembangunan talud sepanjang 81 meter di Dusun Buntu Kunyi menelan biaya sebesar Rp 23.155.000, dan pengerasan jalan sepanjang 1000 meter Rp 82. 509.000, serta pembuatan 1 unit plat dekker Rp 20.563.000. Dan pengerasan jalan di Dusun Salama sepanjang 580 meter menghabiskan anggaran Rp 36.857.000.

Selebihnya, Dana Desa digunakan untuk kegiatan non fisik, seperti penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebesar Rp 20.000.000 dan pemberdayaan masyarakat desa sebanyak Rp 50.000.000.

Sedangkan ADD dimanfaatkan untuk operasional pemerintahan desa, gaji aparat desa dan BPD, pembelian ATK (alat tulis kantor), serta insentif bagi khatib dan biaya lain-lainnya.

Penulis   : Solihin Pedo’
Editor     : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.