.

.

Rubrik

.

Sabtu, 29 September 2018

HM Judas Amir Kembali Dilantik Jadi Walikota Palopo

Rahmat K.Foxchy

Mengapresiasi Kinerja Sekot H Jamaluddin Nuhung SH MH, dalam Mengawal Pelayanan Publik pada Masa Transisi Pemerintahan

Oleh : Rahmat K Foxchy

Tidak dapat dipungkiri, bawah Kota Palopo selama periode pertama dinahkodai HM Judas Amir, tampak mengalami kemajuan yang sangat pesat. Bahkan patut dikatakan kian berkembang menjadi sebuah kota mungil yang tampak modern pada bagian utara Teluk Bone.

Sipapun yang pernah datang di kota bertajuk “IDAMAN” ini, sudah pasti berdecak kagum melihat pesatnya pembangunan di Palopo saat ini. Termasuk salah satu turis bule, pun pernah mengatakan bahwa “Palopo is a small city that looks beautiful and modern.”

Mungin artinya bahwa “Palopo merupakan sebuah kota mungil yang tampak indah dan modern”. Lantaran pada malam Minggu (16/09-2018) lalu juga datang bersantai di Lapangan Pancasila, dengan melihat keanggunan bangunan Kantor Walikota bergaya Gedung Putih (White House) di Amerika Serikat dan bangunan Tribun Lapangan Pancasila yang beraristektur Eropa klasik tersebut.


Jadi dengan kembalinya HM Judas Amir dilantik menjadi Walikota Palopo pada periode kedua kalinya. Maka tentunya akan semakin memberikan harapan yang lebih berarti bagi kemajuan pembangunan di kota yang pernah menjadi pusat peradaban Pajung ri Luwu, untuk lima tahun ke depan.

Namun yang sangat patut pula diapresiasi di sini, mengenai kinerja Penjabat Sekretaris Kota (Pj Sekot) Palopo, H Jamaluddin Nuhung SH MH dalam mengawal pelayanan publik pada masa transisi pemerintahan, selama dua kali mendampingi Pj Walikota Andi Arwien Azis menahkodai Kota Palopo.

Pada gilirannya, penyelanggaraan Pimilihan Walikota (Pilwalkot) Palopo yang digelar secara serentak melalui agenda pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 lalu, sehingga dapat berlangsung aman, damai dalam suasana kondusif.

Adapun susana yang kondusif tersebut terus berlangsung sampai pada hari (H) pelantikan HM Judas Amir – H Rahmat Masri Bandaso sebagai Walikota-Wakil Walikota Palopo periode 2018-2023, oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Dr Ir Nurdin Abdullah M.Agr pada Rabu (26/09-2918) di Baruga Universitas Hasanuddin Makassar.

Tidak dapat pula dipungkiri, bahwa H Jamaluddin Nuhung, menurut pantauan saya sebagai aktivis pergerakan, merupakan sosok birokrat yang sangat mengedepankan sistem pelayanan publik yang bersifat paripurna.


Hal itu sudah sangat kental terlihat, saat Beliau masih menjadi birokrat karier dan telah menduduki sejumlah jabatan eselon II di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu. Performa birokrat kerakyatan, rupanya terus melekat pada dirinya, setelah pindah tugas di lingkup Pemerintah Kota Palopo.

Tipikalnya sebagai birokrat kerakyatan justru semakin teruji, setelah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Sekot Palopo, mendampingi Walikota HM Judas Amir. Terlebih lagi di tengah kiprahnya menjadi Penjabat (Pj) Sekot Palopo dan merupakan puncak kariernya sebagai Aparat Sipil Negara (ASN), sekaligus akan mengantarnya untuk memasuki masa pensiun dalam beberapa bulan ke depan.

Potret sebagai birokrat kerakyatan, tampak senantiasa mewarnai sosok pejabat karier di daerah yang satu ini, dalam melayani siapapun tanpa mengenal diskriminasi. Pada setiap kesempatan dan di mana pun, senantiasa memberikan layanan bersifat paripuna terhadap masyarkat dengan penuh keramahannya.
.
“Jabatan ini hanyalah titipan dari Allah SWT, Dinda. Kenapa kita harus mempersulit pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan yang sulit saja harusnya dipermudah. Kan namanya aneh, jika palayanan yang mudah justru dipersulit,” ujar Pj Sekot Palopo tersebut, saat berbincang-bincang santai di salah satu sudut pelataran trotoar jalan pada seputaran Lapangan Pancasila Kota Palopo, di tengah menikmati keindahan gemerlapnya lampu-lampu cahaya listrik pada suatu malam hari beberapa waktu lalu.


Jika menyimak kutipan atas ungkannya tersebut, rupanya bagi seorang H Jamaluddin Nuhung dalam mengabdikan dirinya sebagai pejabat pemerintahan, maka tak terlepas pula dimaknainya dalam bentuk ibadah.

Hal itu pulalah yang dijadikan bagian terpenting sebagai standar terhadap sistem pelayanan publik, sehingga dirinya tidak pernah menampakkan sifat-sifat kearogansian birokrasi di hadapan masyarakat. Namun justu senantiasa menunjukkan senyumnya yang khas pada masyarakat, baik saat berdinas maupun saat di luar dinas.

Tentunya sudah pula menjadi sifat manusiawi, apabila kerap menegur stafnya dengan nada tegas, selama dirinya memimpin penyelenggaraan roda birokrasi pemerintahan. Itu karena menginginkan tatanan kerja-kerja birokrasi yang dipimpinnya, maksudnya agar senantiasa disiplin personil, disiplin waktu dan disiplin administrasi.

Pasalnya, bahwa tuntutan mengenai disiplin ASN dalam melaksanakan kerja-kerja birokrasi, sudah menjadi keharusan. Alasannya, sebab pemerintahan harus mampu menjawab dinamika yang begitu kompleks, akibat tantangan peradaban yang semakin berpacu dengan dahsyatnya kemajuan tekonologi informatika di era milineal sekarang ini.

Terlebih lagi ASN dalam mengemban kerja-kerja birokrasi pemerintahan adalah diikat oleh ketentuan perundang-undangan dan regulasi yang berlaku, dengan senantias diintip dengan berbagai sanksi, hingga paling berat berupa sanksi tindak pidana korupsi (Tipikor) dan pemecatan tidak hormat.

Sebagai birokrat yang telah menduduki beberapa kali jabatan Kepala Inspektorat, sehingga H Jamaluddin Nuhung paham betul mengenai dampak terhadap tindakan indispliner ASN dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.

Apalagi Pemerintah Kota Palopo sejak dinahkodai HM Judas Amir selama lima tahun terakhir ini, telah menerapkan sistem pelayanan publik yang bersifat paripurna ,atau levelnya di atas pelayanan publik yang prima.

Tentunya, melalui periode kedua kalinya memimpin Kota Palopo ini, HM Judas Amir bersama wakilnya H Rahmat Masri Bandaso, jelas akan semakin menekankan disiplin ASN dalam melaksanakan kerja-kerja birokrasi pemerintahan.

Tujuannya, tak lain untuk lebih memparipurnakan sistem pelayanan publik, demi merealisasikan visi-misi dan program kerja yang sudah diagendakan melalui janji-janji kampanye pada perhelatan demokrasi Pilwakot lalu.

Namun jelasnya bahwa Pj Sekot Palopo, H Jamaluddin Nuhung di mata saya, sebagai salah satu aktivis penggiat anti korupsi, merupakan sosok birokrat berkerakyatan dan bersifat familiar serta sangat bersih dari sorotan isu-isu dugaan korupsi.

Tidak hanya itu, Beliau adalah juga sosok yang sangat ke-bapak-an, senantiasa menjadi teman diskusi dalam membahas fenomena pemerintahan kota. Idie-idienya yang cemerlang, justru menjadi sumber inspirasi bagi saya, bahwa bagaimana harusnya saya agar juga dapat bermanfaat bagi orang lain.

Pokoknya, tidak hanya sebatas pada hubungan antara aktivis LSM dengan pejabat pemerintahan. Namun Beliau, selain menjadi ayah kebajikan dalam ranah birokrasi. Akan tetapi juga sebagai sahabat dalam setiap kesempatan menjalin diaolog, kadang nyeleneh (humor -red) dan justruh menyegarkan suasana.


Harus pula diakui bahwa juga terdapat beberapa birokrat pada level eseon II, termasuk sejumlah birokrat pada level eselon di bawahnya yang menjadi teman baik saya. Pun tak terlepas untuk harus diapresiasi pelayanannya terhadap publik. Masing-masing juga akan diagendakan untuk dirilis tersendiri secara bergantian pada edisi berikutnya.

Hanya saja di balik sistem pelayanan publik yang bersifat paripurna, sebagaimana telah diterapkan oleh Walikota HM Judas Amir. Namun sepertinya masih saja terdapat segelintir birokrat pada level pejabat eselon II yang menunjukkan sifat-sifat kearogansian bergaya kekuasaan.

Adanya perilaku birokrat seperti ini, tentunya merupakan sebuah bentuk paradoks terhadap sistem palayanan publik yang seharusnya dihadapi dengan kecerdasan intelektual yang mestinya juga dibalut oleh kecerdasan emosional.

Terima kasih Pak Sekot Jamaluddin Nuhung atas layanannya yang senantiasa terbaik kepada masyarakat. Termasuk pelayanan yang diberikan pada kalangan penggiat LSM, salah satunya yang juga begitu dirasakan kearifannya oleh Aktivis Pembela Arus Bawah selama ini.

Harapan dedikasi atas pelayanan publiknya tersebut, terus berlanjut selama mendampingi pemerintahan Walikota-Wakil Walikota, HM Judas Amir – H Rahmat Masri Bandaso, hingga memasuki masa pensiun.

Sekaligus dapat manjadi pahala, karena mendasari janji Allah SWT akan mengangkat derajat seseorang yang telah berbuat kebajikan bagi sesamanya. Somoga masih diberi kesempatan dalam mendedikasikan pengabdiannya setelah pensiun, dalam ranah bentuk lain bagi kemasyalahan kehidupan masyarakat.

***) Penulis adalah Direktur Eksekutif LSM Aktivis Pembela Arus Bawah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.