.

.

.

Sabtu, 15 September 2018

Kasus Pengancaman Belum Juga Rampung Ditangani Polsek Malengke

Kasatreskrim Polres Lutra IPTU Syamsul Rijal


Tersangka Jumain Laporkan Ny Darliana ke Polres Lutra, Kasat Reskrim : Itu Baru dalam Tahap Penyelidikan

LUTRA, Tabloid SAR- Apa masih ingat dengan kasus pengancaman yang ditangani pihak Polsek Malangke, sebagaimana Tanda Bukti Laporan Polisi No: STPL/15/IV/2018 tanggal 1 April 2018. Miriskan jadinya, jika masyarakat kecil dalam mencari rasa keadilan melalui ranah hukum?

Pasalnya, kasus ini kurang mengalami akselerasi penanganan hukum yang diharapkan, sebab terlapor bernama lelaki Jumain alias Bapak Juanna masih saja melenggang bebas menghirup udara bebas.

Padahal kasus ini sudah dilaporkan sejak lebih lima bulan lalu oleh pihak korban lelaki Rusba, warga Dusun Rampoang, Desa Takalla, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Entah, kekuataan apa di balik tersangka lelaki Jumain ini, sampai tidak juga dilimpahkan perkaranya pada Kejaksaan Negeri Lutra untuk diajukan ke meja hijau.

Seiring dengan belum adanya kepastian hukum, sebagaimana yang diharapkan pihak korban lelaki Rusba. Sepertinya tersangka lelaki Jumain, melaporkan Ny Dra.Darliana M.IP di Polres Lutra terkait dugaan penipuan pembayaran jam kerja excavator perbaikan empang, pada 28 Mei 2018.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Lutra, Iptu. Syamsul Rijal saat dihubungi via telepon selulernya, Jumat (14/9/2018). “Ya, benar ada laporan masyarakat yang mengadukan Ny Darliana di Polres Lutra terkait pembayaran jam kerja excavator. Tapikan kami dari pihak kepolisian tidak serta merta pula harus melakukan tindakan hukum terhadap laporan masyarakat tersebut,” ucapnya.


Mengenai laporan ini, tuturnya, itu baru tahap penyelidikan. Tentu kita akan panggil para pihak untuk dimintai keterangannya terlebih dahulu. Jika tidak ada bukti permulaan yang cukup, tentunya juga kita tidak akan proses lanjut kasus tersebut.

“Pokoknya kita akan profesional dalam menangani setiap kasus pidana, supaya masyarakat tidak merasa dikriminalisasi,”tutur Syamsul Rijal dengan nada ramah dari balik telepon selulernya, mengaku sedang berada di Makassar.

Menyikapi hal tersebut, Ny Darliana yang berprofesi sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, justru merasa heran atas adanya pelaporan terhadap dirinya di Polres Lutra.

“Sayalah harusnya yang melaporkan bersangkutan ke polisi, sebab saya merasa sudah ditipu oleh bersangkutan. Soalnya, sudah banyak dana yang saya transferkan, tapi rupanya tidak sesuai dengan harapan yang dia (Jumain –red) sampaikan sendiri,”papar Ny Darliana.


Ny Darliana pun mengaku, jika dirinya telah mendapat surat permintaan klarifikasi dari pihak Polres Lutra, pada tanggal 6 September 2018 yang lalu. Hanya saja dirinya masih sibuk dengan tugas-tugasnya sebagai ASN di Pemprov Riau, sehingga dia belum sempat memenuhi panggilan dari kepolisian tersebut.

Menurutnya,bahwa dirinya akan tetap memenuhi surat permintaan klarifikasi dari pihak Polres Lutra itu. Ia juga menyebut dalam waktu dekat ini akan jadwalkan untuk kembali ke kampung, untuk memenuhi permintaan klarifikasi pihak kepolisian. “Kita kan ini warga negara, apalagi saya ini ASN yang punya kedudukan, harus patuh pada hukum,”tukasnya.

Namun saya sangat menyesalkan atas adanya tindakan saudara Jumain seperti itu, lanjut Ny Darliana, sebab memuat saya malu. “Saya inikan sudah puluhan tahun berdinas sebagai ASN dengan menduduki sebuah posisi jabatan di perantauan. Masa’ sih saya harus nipu pihak keluarga di kampung sendiri. Yang logik ajalah,”ucapnya dengan nada ketus.


Lalu ia mengemukakan, jika nantinya saya sudah ambil cuti untuk memenuhi panggilan klarifikasi pada pihak Polres Lutra. “Namun itu ternyata tidak ada bukti, bahwa saya telah melakukan tindak pidana penipuan, kemungkinannya saya akan melapor balik demi nama baik saya,”ucapnya dengan nada lirih.

Itupun saya akan lakukan, sambungnya, apabila saudara Jumain tidak minta maaf pada saya dan rumpun keluarga di kampung (Malangke –red) atas kekeliruannya tersebut. “Tentunya saya akan lapor balik di kepolisian,”tandas Ny Darliana.

Sementara Jumain, saat dikonfirmasi baik mengenai pelaporannya terhadap Ny Darliana di Polres Lutra maupun atas statusnya sebagai tersangka dugaan pengancaman di Polsek Malangke, tekait laporan polisi lelaki Rusba adalah tak lain iparnya sendiri.

Jumain membenarkan atas laporannya di Polres Lutra tersebut. “Saya melaporkan Ibu Darlina di Polres Lutra, sebab saya sudah ditipu mengenai ongkos excavator pekerjaan empang,”ujarnya di ujung telepon selulernya.

Manurutnya, maka dari 104 jam kerja excavator baru dkasi panjar sebesar Rp 20 juta. Sewa excavator per-jam adalah Rp 650 ribu, akibatnya saya sangat dirugikan sebesar RP 47.600 ribu. “Hal itulah sehingga saya melapor di Polres Lutra,”kata Jumain.


Kendati demikian, Jumain yang selalu disapa Bapaknya Juanna itu, pun sangat berharap permasalahannya dengan Ny Darlina dapat diselesaikan melalui jalur kekeluargaan. “Saya juga tidak ingin permasalahan ini berlanjut kasus hukumnya, demi menjalin hubungan kekeluargaan,”tuturnya.

Saat ditanyakan mengenai status hukumnya sebagai tersangka di Polsek Malangke. Jumain juga sangat berharap agar masalah ini dapat diselesaikan melalui jalur kekeluargaan. “Apalagi yang melaporkan saya di Polsek Malangke adalah ipar saya sendiri,” ucapnya lirih.


Sedangkan Kapolek Malangke, IPTU Abdul Rauf saat mengkonfirmasi media ini, terkait perkembangan atas penanganan kasus yang dilaporkan lelaki Rusba hampir setengah tahun lalu. “Maaf ya, saya belum tahu kasus itu sebab baru dua hari saya masuk berdinas di Polsek Malangke ini,” ucapnya dari balik telepon selulernya.

Namun Kapolsek yang baru disertijabkan oleh Kapolres Lutra, AKBP Boy FS Somala pada Senin, (10/09/2018) lalu, mengaku sangat berterima kasih atas adanya informasi seperti ini yang disampaikan oleh wartawan.

“Itu, saya akan atensi proses hukumnya. Nanti saya tanyakan perkembangan penanganannya pada Kanit Reskrim,”terang IPTU Abdul Rauf sebelumnya menjabat Wakapolsek Sabbang.

Sedangkan menurut pihak penyidik Polsek Malangke, sesuai dokumen model A4 atas surat pemberitahuan perkembangan penyedilikan/penyidikan (SP2HP) Nomor : B/20/IX/20018/Reskrim tanggal 11 September 2018, bahwa berkas perkara tersangka telah P-19 atau lengkap sambil menunggu status P-21 dari pihak Jaksa Penuntut Umum.

Penulis   : Andi Muhammad Rizaldy
Editor     : Ories

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.