.

.

.

Senin, 03 September 2018

LPG 3 Kg Langka dan Harganya Melonjak, Disdagkop dan UKM Lutim Gelar Operasi Pasar

Operasi Pasar LPG 3 Kg di Kabupaten Lutim 

SRMD Sulsel : Minta Agar Operasi Pasar LPG 3 Kg Dilakukan pada Semua Kecamatan yang Ada di Kabupaten Lutim

LUTIM, Tabloid SAR- Sebagai upaya dalam menangani masalah kelangkaan dan pelonjakan harga, Liquefied Petrolium Gas (LPG) tabung 3 Kg di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mulai meresahkan warga sejak pekan kedua Agustus 2018 lalu, menjelang perayaan Idul Adha atau Hari Raya Qurban.

Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop & UKM) Kabupaten Lutim, menggelar operasi pasar khusus LPG 3 Kg pada dua titik, yakni di Kecamatan Tomoni dan Malili.

Dalam operasi pasar tersebut, Disdagkop dan UKM Lutim menjual secara langsung LPG 3 Kg sebanyak 1.120 tabung kepada warga miskin dan pelaku usaha mikro.


Hal tersebut diungkapkan, Kabid Perdagangan Disdagkop dan UKM Lutim Andi Tenriawaru.

“Pada kegiatan operasi pasar LPG 3 Kg itu, kami khususkan bagi warga miskin dan pelaku usaha mikro yang ada Kecamatan Tomoni dan Malili. Masing-masing kecamatan itu, mendapatkan jatah sebanyak 560 tabung,” ungkap Tenriawaru, Minggu (02/09/2018).

Menurutnya, kebijakan itu dilaksanakan setelah melakukan koordinasi dengan pihak Marketing Operation Region (MOR) Wilayah VII Sulawesi PT. Pertamina (Persero) Tbk di Makassar.

“Setelah kami berkoordinasi dengan pihak Pertamina, bahwa Disdagkop dan UKM Lutim akan melaksakan operasi pasar khusus LPG 3 Kg sebagai solusi atas terjadinya kelangkaan dan pelonjakan harga.  Alhamdulillah, hal tersebut direspon secara positif dengan melakukan penyaluran ekstra pada hari ini (Minggu 2 September 2018) sebanyak 2 truk berisi LPG 3 Kg sebanyak 1.120 tabung. Masing-masing truk mengangkut 560 tabung LPG 3 Kg,” kata Tenriawaru.


Ia menjelaskan bahwa penjualan dilakukan secara langsung kepada masyarakat tanpa melalui perantara, baik Pangkalan maupun Pengecer.

“Personil kami dari Disdagkop dan UKM Kabupaten Lutim yang langsung menjual LPG 3 Kg itu, kepada masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro di tempat pelaksanaan operasi pasar. Bagi warga yang mau membeli LPG 3 Kg, kita minta agar membawa foto copy KK atau KTP mereka,” jelas  Tenriawaru.

Selain itu, Tenriawaru menegaskan pula bahwa untuk memastikan pelaksaan operasi pasar ini, agar dapat berjalan lancar dan tepat sasaran maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim  dan pemerintah setempat, mengawasi langsung kegiatan tersebut.


Untuk diketahui, Pemkab Lutim pada tahun 2015 lalu, telah menetapkan HET LPG 3 Kg secara bervariasi, berdasarkan pada radius jarak jauhnya dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang ada di Kota Palopo.

Berdasarkan Peraturan Bupati Lutim Tahun 2015 tentang Harga Eceran Tertinggi Liquefied Petrolium Gas Tabung 3 Kilogram. Di wilayah Lutim penetapan HET LPG 3 Kg dibagi menjadi tiga zona  dengan harga yang berbeda.

Zona 1 meliputi wilayah Kecamatan Burau, Wotu, Tomoni, Tomoni Timur dan Mangkutana ditetapkan HET Rp 18.000 pertabung. Sedangkan pada zona 2 yang meliputi Kecamatan Kalaena, Angkona dan Malili HET Rp 18.900 pertabung. Sementara untuk zona 3 yakni Kecamatan Wasuponda, Nuha dan Towuti HET Rp 20.000 pertabung.

Jatah LPG 3 Kg untuk Kabupaten Lutim disuplay dari dua Depo yang ada di Kota Palopo, yakni SPBE PT. Bubuwwa Saltika dan SPBE PT.Mitra Utama Gasindo.


Di daerah berjuluk Bumi Batara Guru ini, terdapat 300 Pangkalan yang disuplay oleh dua Agen Distributor LPG 3 Kg.

Operasi pasar di Kecamatan Tomoni dilaksanakan di halaman kantor kecamatan tersebut, mulai pukul 16.00 WITA, sedangkan di Kecamatan Malili digelar di samping Masjid Agung Malili pada pukul 18.00 WITA.  

Dalam operasi pasar khusus LPG 3 Kg pada kedua kecamatan ini, LPG bersudsidi itu dijual sesuai harga per-HET pada zona Kecamatan Tomoni dan Malili. Yakni di Tomoni seharga Rp 18.000 pertabung, sementara di Malili Rp 18.900 pertabung.  

Terkait kebijakan ini, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Serikat Rakyat Miskin Demokratik Sulawesi Selatan (DPW SRMD Sulsel), Salim Samsur mengatakan pihaknya berharap agar operasi pasar khusus LPG 3 Kg dapat dilaksanakan oleh Pemkab Lutim melalui Disdagkop dan UKM Lutim pada seluruh kecamatan yang ada di Lutim.

“Karena kelangkaan dan pelonjakan harga LPG 3 Kg, terjadi pada semua kecamatan yang ada di Lutim, maka demi rasa keadilan, kami berharap operasi pasar khusus LPG bersubsidi itu dapat dilaksanakan pada semua kecamatan di Lutim,” pinta Salim.
Ketua DPW SRMD Sulsel, Salim Samsur
Ketua DPW SRMD Sulsel tersebut, juga berharap agar Pemkab Lutim khususnya dinas terkait, melakukan sosialisasi secara maksimal terlebih dahulu baru kemudian melakukan operasi pasar serupa.

“Sebaiknya pula instansi terkait, terlebih dahulu melakukan sosialisasi secara maksimal kepada warga yang akan menjadi sasaran operasi itu. Supaya warga miskin dan pelaku usaha mikro dapat membeli LPG yang disubsidi negara untuk mereka, dapat dinikmati kembali sesuai dengan harga normal. Karena beberapa waktu terakhir, selain mereka kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg, mereka juga terpaksa harus membeli dengan harga yang begitu mahal pada para pengecer. Sebab Pangkalan rata-rata kosong ketika mereka lagi butuh,” ucap Salim melalui telpon selulernya.

Editor : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.