.

.

.

Minggu, 09 September 2018

Pengurus PWI Cabang Luwu Raya Periode 2018-2022, Terpilih Secara Aklamasi

Dari kiri kekanan, para Pengurus  Inti PWI Cabang Luwu Raya yang baru terpilih dalam Konfercab,  Sainuddin Bundu, bersama Aryanto Tambing  dan Nur Ali 
PALOPO, Tabloid SAR- Setelah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Luwu Raya periode 2014-2018, Aryanto Tambing bersama rekan-rekannya berakhir masa kepengurusannya.

Maka PWI Cabang Luwu Raya yang membawahi wilayah Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Kota Palopo, Tana Toraja dan Toraja Utara. Kembali menggelar Konfrensi Cabang (Konfercab) untuk memilih pengurus inti PWI Cabang Luwu Raya periode 2018-2022.

Alhasil, Aryanto Tambing kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Cabang Luwu Raya dalam Konfercab yang dilaksanakan di Aula Hotel Harapan, Jalan Guttu Patalo, Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (08/09/2018).

Sementara posisi Sekretaris dijabat oleh Sainuddin Bundu, sedangkan jabatan Bendahara diduduki oleh Nur Ali yang merupakan salah satu wartawan senior di wilayah Luwu Raya.

Dalam Konfercab yang diikuti sekitar 50 orang peserta tersebut, selain memilih pengurus inti PWI Cabang Luwu Raya, juga dirangkaikan dengan Pelatihan Dasar Jurnalistik, dan Reckruitmen Anggota Muda PWI.

Pada kesempatan ini, Wakil Ketua PWI Sulsel H. Mappiar dalam sambutannya mengatakan bahwa, konferensi pada tingkat cabang dilaksanakan sekali dalam 4 tahun.

“Kegiatan seperti ini, dilaksanakan bukan hanya sekedar untuk memilih para pengurus inti PWI pada tingkat cabang. Namun juga untuk menyusun program kerja yang akan direalisasikan 4 tahun ke depannya,” ujarnya

Sedangkan Andi Arwien Azis, selaku Pj. Walikota Palopo, sebelum membuka kegiatan ini secara resmi. Dalam sambutannya mengatakan, bahwa kehadiran media diharapkan bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk menyajikan berita yang akurat.

Media juga harus bersinergi dengan pemerintah, disamping menjalankan fungsinya sebagai alat control terhadap penyelenggaraan roda pemerintahan. Namun semangat kebebasan Pers harus pula tetap memperhatikan, norma dan kaidah-kaidah, serta kode etik jurnalis yang ada.

“Tugas media juga harus membentengi masyarakat untuk meluruskan berita-berita atau informasi yang meresahkan. Kami berharap pula agar PWI dapat menjadi alat kontrol bagi para wartawan dan media pemberitaan, agar tidak kebablasan dalam menyajikan berita,” harapnya.


Sebelumnya dalam kegiatan ini, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sulsel, H. Ismail Asmawi membawakan materi pelatihan jurnalis mengenai pokok-pokok dan azas-azas jurnalistik.

“Pekerjaan wartawan sangat mulia karena mempunyai kewenangan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, tetapi ingat wartawan harus menulis sesuai fakta yang ada, tidak boleh ada keberpihakan, dan pemberitaan harus seimbang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pers meliputi tiga unsur yaitu di dalamnya ada wartawan, media dan unsur Pers.

“Sebagai wartawan kita harus menguasai teknis peliputan di lapangan. Wartawan juga harus memantau dan mengontrol penyelenggaraan kekuasaan pemerintah,” tambahnya.

Menurutnya, ada enam tugas pokok wartawan, yakni mencari, menemukan, meliput, menyimpan, mengkontruksi lalu menyiarkan.

“Standar profesionalitas wartawan, bekerja atas fakta, tidak menfitnah, adil dan jujur. Dalam menentukan lead langsung ke pokok berita yang akan dipublikasikan,” kata Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa seorang wartawan dalam menyajikan berita harus mengunakan bahasa jurnalistik, hindari istilah yang tidak populer, dan selingi dengan deskripsi.

Untuk diketahui, pelantikan para pengurus PWI yang terpilih dalam Konferscab PWI Cabang Luwu Raya periode 2018-2022. Rencananya akan dilaksanakan pekan depan di Kota Palopo.

Penulis   : Echa
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.