.

.

.

Kamis, 06 September 2018

Pengusaha Sarang Burung Walet di Kota Palopo Meresahkan Warga, Kok Bisa ?

Bangunan sarang burung walet yang dikeluhkan oleh warga Kompleks Perumnas Tompotikka BTN Bogar di Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo.

PALOPO, Tabloid SAR- Pengusaha sarang burung walet telah menjamur di berbagai daerah beberapa tahun terakhir. Tak terkecuali di Kota Palopo. Pasalnya usaha tersebut, kabarnya bisa menghasilkan uang dengan jumlah yang sangat fantastis bagi penggiatnya.

Terlepas dari hasil yang menggiurkan tersebut, ternyata usaha ini juga memberikan dampak buruk bagi warga di sekitar lokasi bangunan sarang burung walet itu.

Demikian halnya, dengan salah satu gedung sarang burung walet yang terletak di Kompleks Perumnas Tompotikka BTN Bogar di Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menui sorotan warga di sekitarnya.

Seperti yang dikemukakan oleh sejumlah warga di Kompleks BTN Bogar, kepada wartawan Tabloid SAR, Kamis (06/09/2018).

Keluhan atas suara rekaman bunyi burung walet dari bangunan sarang walet yang menjulang tinggi di sekitar pintu gerbang Kompleks Perumnas Tompotikka BTN Bogar itu, dikeluhkan warga sekitarnya.

Menurut salah satu pemuda yang tinggal di sekitar bangunan sarang burung walet itu, bahwa bunyi dari gedung tersebut, mengeluarkan suara tidak nyaman di dengar.

“Apa lagi volume rekaman suara walet yang dibunyikan di gedung itu, selain dengan nada tinggi juga diputar 24 jam non stop sepanjang hari,” kata pemuda BTN Bogar yang minta namanya dirahasiakan.  

Ia menambahkan bahwa pihaknya bersama warga di sekitar bangunan sarang walet itu, sangat diresahkan oleh bunyi suara burung walet yang bersumber dari gedung tersebut.

“Kami sungguh sangat merasa terganggu dengan bunyi rekaman suara burung walet yang non stop diputar di gedung itu,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang ibu rumah tangga (IRT) yang bermukim tak jauh dari bangunan sarang walet tersebut.

“Jangankan mengganggu pada waktu kami lagi tidur siang, malam harinya juga kami sangat terganggu. Sampai-sampai nanti menjelang subuh baru bisa tidur, karena mata sudah tidak tahan begadang akibat bunyi yang berasal dari bangunan sarang burung walet itu,” ujar IRT yang juga minta namanya agar tidak disebutkan.  

Lebih lanjut IRT tersebut, mengatakan bahwa sebenarnya mereka (warga BTN Bogar- red) tidak keberatan kalau ada bangunan sarang burung walet di sekitar rumahnya, karena itu usaha orang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Tetapi si pengusaha sarang burung walet, juga harus tahu bahwa kalau mencari nafkah jangan sampai merugikan orang lain. Jangan biarkan tetangga sekitar usahanya merasa terganggu,” ketusnya dengan rada protes sembari mengatakan awalnya gedung sarang walet yang berlantai empat itu, hanya mengeluarkan suara burung walet dengan volume kecil dan dimatikan pada saat malam hari.

Namun beberapa bulan terakhir, kata IRT tersebut, rekaman suara burung walet dari balik gedung itu, sudah tidak pernah dimatikan oleh pemiliknya kendati pada waktu malam hari.

“Bahkan volumenya juga semakin keras bunyinya. Sehingga membuat kami susah tidur pada waktu malam hari,” tukasnya.

Dalam waktu dekat ini, menurut warga BTN Bogar yang merasa terganggu dengan keberadaan bangunan sarang burung walet ini, akan melaporkan hal tersebut kepada pemerintah setempat, yakni kepada RT, RW dan Lurah, termasuk kepada Camat Wara Timur.

Warga juga, mengaku akan mengadukan persoalan ini kepada DPRD Kota Palopo dan instansi terkait, untuk melakukan pemeriksaan legalitas usaha sarang burung walet tersebut.

Hingga berita ini dipublikasikan, pemilik usaha sarang burung walet yang berada di BTN Bogar tersebut belum dapat dikonfirmasi, berhubung karena identitas yang bersangkutan masih belum diketahui secara pasti dan sementara ditelusuri.

Penulis   : Tim Redaksi
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.