.

.

.

Rabu, 12 September 2018

Periksa Tatakelola Keuangan Sekolah, Inspektorat Gandeng LSM Pembela Arus Bawah


Tim Supervisi Inspektorat Kabupaten Luwu saat melakukan pemeriksaan di SMP Negeri 1 Bastem di Beuma.

LUWU, Tabloid SAR- Sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun anggaran, apabila tatakelola keuangan pemerintah diperiksa oleh pihak lembaga auditor negara. Sebab itu sudah menjadi Tupoksinya dalam mengawal penggunaan dana yang bersumber dari anggaran negara.

Begitu pun halnya Inspektorat Kabupaten Luwu yang menggandeng LSM Pembela Arus Bawah, dalam melakukan pemeriksaan terhadap tatakelola keuangan sekolah, pada sejumlah wilayah kecamatan, antara lain Bua, Basse Sangtempe (Bastem) Kecamatan Basse Sangtempe Utara (Bastura).

Hal tersebut dibenarkan oleh Pengawas Pemerintahan Madya Inspektorat Kabupaten Luwu, Ir Suhar Andi Kunna MSi, pada Senin (10/9/2018) saat dikonfirmasi melalui nomor handphonnya.

“Ya, benar kami selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di lingkup Kabupaten Luwu, memang menggandeng LSM Pembela Arus Bawah untuk melakukan audit pengawasan terhadap keuangan negara yang dikelola melalui sekolah. Seperti antara lain dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) dan Dana Pendidikan Gratis (DPG),” tuturnya.

Menurutnya, bahwa pihaknya dari Inspektorat sampai menggandeng LSM yang dinahkodai oleh Pak Rahmat K Foxchy tersebut, sebab sudah dikenal dedikatif dalam memainkan perannya sebagai pemerhati kebijakan publik.

“Kerja-kerja Inspektoratkan perlu juga didampingi LSM, supaya tidak menimbulkan kecurigaan publik,” ucap Suhar.

Apalagi Inspektorat ini, tuturnya lagi merupakan bagian dari lembaga pemerintahan, juga tak terlepas dari pengawasan publik. Antara lain melalui instrument pengawasan LSM, sebagai salah satu saluran refrentasi masyarakat terhadap sistem pengawasan kebijakan publik.

Ya, kita gandeng LSM Pembela Arus Bawah, tuturnya lebih lanjut, karena memang kita sebagai APIP ingin kerja-kerja profesional. Sekaligus ingin menunjukkan, bahwa Inspektorat Kabupaten Luwu sama sekali tidak merasa alergi terhadap LSM.

Apalagi LSM Pembela Arus Bawah ini, kata Suhar lagi, sudah sangat dikenal sebagai LSM yang banyak mengungkap kasus korupsi.

“Siapa yang tidak kenal Pak Rahmat K Foxchy, selama ini telah banyak mengungkap kasus korupsi. Makanya selalu jadi momok pada setiap kehadirannya di SKPD, tapi itu tidak berlaku di Inspektorat,” terangnya.

Namun bagi Kantor Inspektorat Kabupaten Luwu, sambung Suhar, justru dijadikan mitra pendampingan dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai APIP.

“Ya, kita gandeng LSM ini, tidak hanya pada kegiatan pemeriksaan keuangan di sekolah, tapi juga pada agenda-agenda pemeriksaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD),” akunya.

Untuk diketahui, bahwa beberapa hari lalu Tim Auditor Inspektorat Kabupaten Luwu, melalui Tim Supervisi yang dipimpin Suhar Andi Kunna, turun melakukan pemeriksaan pada sekolah-sekolah baik SD maupun SMP di Kecamatan Bua, Bastem dan Bastura.

Menurut pantauan Tabloid SAR yang meliput langsung kegiatan ini, pihak Inspektorat Kabupaten Luwu saat melakukan pemeriksaan tatakelola keuangan sekolah-sekolah di tiga wilayah kecamatan ini. Maka dana BOS dan DPG yang menjadi agenda pemeriksaan dari Tim Supervisi yang dipimpin Suhar Andi Kunna tersebut.

Dalam melakukan pemeriksaan berkas-berkas dokumen penggunaan aggaran pada setiap sekolah. Suhar yang juga akrab disapa Opu ini, tampaknya lebih mengedepankan pendekatan penanganan supervisi.

Suhar mengemukakan, bahwa pendekatan supervisi kita lakukan, itu sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi penyalahgunaan dana BOS dan DPG.

“Inspektorat itukan sifatnya pembinaan, sehingga kita bina dulu melalui pendekatan penanganan supervisi,” ungkapnya.

Apabila ada kepala sekolah, ujarnya, masih keliru dalam membuat laporan pertanggungjawabannya.

“Itu terlebih dahulu kita arahkan agar sesuai dengan standar tatakelola akutansi keuangan negara,” imbuh dia.

Lalu ia menambahkan, namun jika tidak mau dibina, tentu nantinya akan diberikan sanksi sesuai derajat penyalahgunaan keuangan yang ditimbulkannya.

“Itu nanti, kebijakannya ada pada tingkat pimpinan,” tandas Suhar Andi Kunna mengakhiri komentarnya.

Diinfomasikan pula, bahwa Tim Supervisi Inspektorat Kabupaten Luwu yang menangani pemeriksaan keuangan sekolah pada ketiga wilayah kecamatan ini, yakni Ir Suhar Andi Kunna MSi selaku Supervisor, Ketua Tim Harmiati SIP dengan anggota yakni Jurana Jalil SE dan Yopin Solon SE.

Sebelumnya, terlebih dahulu melakukan supervise di wilayah Kecamatan Bua. Kemudian pada Kamis (08/07/2018) di Kecamatan Bastura dan Jumat (09/07/2018) di wilayah Kecamatan Bastem.

Penulis   : Herman
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.