.

.

Rubrik

.

Minggu, 30 September 2018

PT. Putri Saltika Kerjasama dengan BRI Cabang Palopo, Sosialisasi Implementasi Chashless Payment System Pembelian LPG 3 Kg

Sosialisasi Implementasi Chashless Payment System Pembelian LPG 3 Kg Bersubsidi yang diselenggerakan PT. Putri Saltika bekerjasama dengan PT. BRI Cabang Palopo di Aula Hotel Value, Jalan Andi Kambo Kota Palopo, Sabtu (29/09/2018)  

PALOPO, Tabloid SAR- PT. Putri Saltika selaku agen distributor LPG 3 Kg di wilayah Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), berupaya untuk memberikan pelayanan secara lebih maksimal kepada para pemilik pangkalan LPG 3 Kg yang menjadi mitranya.

Dalam rangka memastikan, pengantaran LPG 3 Kg secara tepat waktu sesuai dengan permintaan para pangkalan yang menjadi mitranya, maka PT. Putri Saltika menggelar ‘Sosialisasi Implementasi Chashless Payment System Pembelian LPG 3 Kg Bersubsidi Pangkalan LPG’.


Sosialisasi tersebut, dilaksanakan PT. Putri Saltika dengan bekerjasama PT. Bank BRI Cabang Palopo.

Selain mensosialisasikan implementasi chashless payment system pembelian LPG 3 Kg bersubsidi, PT. Putri Saltika dan Bang BRI Cabang Palopo juga memperkenalkan Fitur Mocash BRI atau Layanan Transaksi Mobile Banking BRI.

Kegiatan yang dihadiri para pemilik pangkalan LPG 3 Kg mitra PT. Putri Saltika tersebut, dilaksanakan di Aula Hotel Value, Jalan Andi Kambo Kota Palopo, Sabtu (29/09/2018).


Pada kegiatan ini, PT. Putri Saltika diwakili oleh Muh. Syukur Yusuf, sedangkan pihak BRI Cabang Palopo diwakili Yuri.

Dalam kesempatan itu, Yuri selaku perwakilan BRI menjelaskan tentang sistem pembayaran melalui transaksi mobile banking, dan mengenai kemudahan, kenyamanan, serta keamanan pembayaran dengan sistem tersebut, jika dibandingkan dengan pembayaran secara tunai.

Namun penjelasan Yuri dari pihak BRI Cabang Palopo tersebut, sontak diprotes dan ditolak oleh sejumlah pihak pemilik pangkalan LPG 3 Kg yang hadir.


Para pemilik pangkalan menolak sistem pembayaran demikian, karena menurut mereka sistem pembayaran secara tunai yang mereka terapkan selama ini, terkadang tidak segera ditindaklanjuti sehingga harus menunggu sampai beberapa hari baru tabung LPG 3 Kg pesanannya dapat diantarkan oleh pihak agen distributor LPG 3 Kg kepangkalan mereka.

“Kami tidak bisa membayangkan bagaimana keterlambatan pelayanan agen kepada kami, jika sisitem pembayaran ini diterapkan. Apa lagi kami pihak pangkalan diharuskan mentrasfer harga LPG dua hari sebelum pengiriman barang dilakukan oleh agen distributor,” keluh salah seorang pemilik pangkalan yang minta namanya tidak dipublikasikan, sembari mengatakan sistem itu terkesan sangat dipaksakan.


Hal senada juga disampaikan oleh pemilik pangkalan lainnya, menurut mitra Agen PT. Putri Saltika yang minta namanya tidak dimediakan tersebut, bahwa sistem transaksi mobile banking itu, sangat dipaksakan dan kurang adil.

“Bagaimana mungkin dua hari sebelumnya kami dapat mentransfer harga LPG yang kami pesan kepada agen, kalau uang kami saat itu, belum ada.  Karena dana yang kami pakai membeli, tentu hasil penjualan kami. Sementara pesanan LPG harus kami lakukan disaat stok masih ada di pangkalan kami. Ini terkesan sangat dipaksaan dan terasa tidak adil, sebab kami harus membayar terlebih dahulu, kemudian diwajibkan pula menunggu selama dua hari kemudian baru LPG-nya bisa diantarkan oleh pihak agen,” protesnya.

Pemilik pangkalan lainnya, juga menimpalinya dengan kritis. Pasalnya menurut dia,  sistem ini, selain terkesan sangat dipaksakan untuk diikuti pemilik pangkalan, juga tidak ada garansi yang dapat diberikan oleh pihak agen, bahwa tidak akan terlambat mendistribusikan LPG sesuai pesanan mereka secara tepat waktu.

“Apakah ada jaminan dari pihak perusahaan selaku distributor, bahwa barangnya dapat dikirim tepat waktu kalau menggunakan sistem ini,” ketusnya

Berbeda dengan tanggapan peserta lainnya, Hamsyah mengatakan sistem itu, sah-sah saja, tetapi harus ada jaminan dari perusahaan bahwa ketika pangkalan melakukan order pemesanan tabung LPG dua hari sebelumnya maka barangnya harus tiba tepat waktu.

“Penerapan sistem ini sebenarnya boleh-boleh saja, asalkan agen distributor bisa menggaransi bahwa mereka dapat mengantarkan LPG yang dipesan pangkalan secara tepat waktu,” jelas Hamsyah yang mengaku bahwa dirinya juga salah satu pelaku bisnis LPG di Kota Palopo ini.


Kendati demikian, Hamsyah juga mengajukan protes karena yang dihadirkan saat itu, hanya para pemilik pangkalan mitra Agen PT. Putri Saltika dan perwakilan BRI, tanpa melibatkan pihak terkait lainnya, baik dari unsur Pemkot Palopo, maupun dari pihak PT. Pertamina.

“Lho kok yang dihadirkan dalam kegiatan ini, cuman kami dari pihak pangkalan dan pihak perusahaan, serta pihak BRI. Kenapa tidak melibatkan pihak terkait lainnya, seperti Dinas Perdagangan Kota Palopo, dan pihak PT Pertamina, termasuk pihak SPBE,” protesnya.

Sementara itu, perwakilan PT. Putri Saltika, Muh. Syukur Yusuf mengatakan, program ini sebenarnya bertujuan agar agen dapat mengantar LPG 3 Kg secara tepat waktu dan sesuai dengan permintaan para pemilik pangkalan.

“Karena dengan sistem pembayaran tunai yang sebelumnya kita terapkan, sering mengalami keterlambatan pengantaran LPG, dan kuota pelanggan selama ini, tidak terkontrol. Sehingga dengan adanya program ini, diharapkan semuanya dapat terkontrol dan pengirimannya juga bisa tepat waktu,” kuncinya.

Penulis   : Andi Muhammad Rizaldy
Editor     : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.