.

.

.

Selasa, 11 September 2018

Sekda Serahkan Ranperda Perubahan APBD Kota Palopo Tahun Anggaran 2018

Sekda Kota Palopo, Jamaluddin Nuhung menyerahkan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018 kepada Ketua DPRD Kota Palopo Harisal Latief di ruang Paripurna DPRD setempat.

PALOPO, Tabloid SAR- Sekda Kota Palopo, Jamaluddin Nuhung mewakili Pj. Walikota Palopo, Andi Arwien Azis menyerahkan Ranperda tentang Perubahan APBD Kota Palopo Tahun Anggaran (TA) 2018 kepada DPRD Kota Palopo.

Hal tersebut, berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Palopo dengan agenda penyerahan Raperda tentang Perubahan APBD Kota Palopo TA 2018 di ruang Paripurna DPRD setempat, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Palopo Harisal Latief, Senin (10/09/2018).

Dalam sambutan Pj. Walikota Palopo, Andi Arwien yang dalam hal ini, diwakili oleh Sekda Kota Palopo, Jamaluddin menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat Paripurna merupakan tahapan lebih lanjut dari proses penyusunan Perubahan APBD TA 2018.

“Sebagaimana yang diamanatkan dalam pasal 172 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, di mana Kepala Daerah menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah. Disertai dengan penyerahan Nota Keuangan Perubahan APBD kepada DPRD untuk dibahas dengan berpedoman pada Kebijakan Umum Perubahan Anggaran, serta Prioritas dan Plafon Anggaran Perubahan APBD, yang telah disepakati antara Pemerintah dan DPRD Kota Palopo,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa secara umum, Perubahan APBD TA 2018 pada sektor pendapatan daerah, direncanakan adanya perubahan target pendapatan yang semula ditargetkan sebesar Rp 978,3 milliar bertambah menjadi Rp 1 triliun 607,9 juta atau terjadi peningkatan kurang lebih sebesar Rp 22,2 milliar atau setara dengan 2,27 persen.

“Dimana peningkatan pendapatan daerah antara lain disebabkan karena adanya pendapatan bantuan keuangan dari Provinsi Sulawesi Selatan dan optimalisasi dari beberapa pendapatan daerah dengan memperhatikan realisasi semester pertama dan aturan yang ada,” jelas Jamaluddin.

Lebih lanjut Jamaluddin menguraikan bahwa pada bagian belanja daerah, seiring dengan adanya penyesuaian target pada bagian pendapatan daerah, maka secara langsung akan mempengaruhi alokasi rencana belanja daerah baik pada bagian belanja tidak langsung maupun pada belanja langsung.

“Sehingga secara kumulatif terjadi penyesuaian rencana alokasi belanja daerah yang semula dialokasikan sebesar kurang lebih Rp 995,4 milliar setelah perubahan meningkat menjadi Rp 1 triliun 19,8 milliar atau bertambah sebesar Rp 24,4 milliar atau setara dengan jumlah itu,” sebutnya.

Penulis   : Echa
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.