.

.

.

Sabtu, 15 September 2018

Tiga RKB Memprihatinkan, SD Kristen Rantai Damai Butuh Perhatian Pemerintah

Kepala SD Kristen Rantai Damai, Verry Lambi Saparu, S.Pd, menunjukkan plafon sekolanya yang sudah rusak berat dan nyaris ambruk

Butuh Bantuan Rehab RKB dan Pembangunan Perpustakaan

LUWU, Tabloid SAR- Sekolah Dasar (SD) Kristen Rantai Damai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), membutuhkan bantuan rehabilitasi tiga ruangan kelas belajar (RKB) dari pemerintah, untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar secara memadai.

Pasalnya di sekolah ini, ada 3 RKB-nya sudah  sangat memprihatinkan kondisinya. Pada bagian atas bangunan RKB itu, plafonnya sudah dalam kondisi rusak berat. Sebagian bahkan telah bolong (bocor- red) dan sudah rawan menimpa siswa-siswi sekola tersebut, ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung.


Terkait permasalahan ini, Kepala SD Kristen Rantai Damai, Verry Lambi Saparu, S.Pd, mengatakan bahwa pihaknya mengakui jika kondisi ketiga RKB sekolah yang dinahkodainya sudah sangat memprihatinkan dan rentan menimpa anak didiknya, termasuk para guru ketika sedang melaksanakan proses belajar mengajar di kelas itu.

“Sebenarnya kondisi ketiga RKB kami ini, sudah sangat membahayakan para siswa-siswi kami dan guru-guru ketika sedang mengikuti proses belajar mengajar,” kata Verry sembari menunjukkan bagian atas bangunan tersebut yang sudah banyak bolongnya, Sabtu (15/09/2018) pagi.

Ia menambahkan, bahwa kondisi ruangan tersebut bukan hanya membahayakan anak-anak didiknya dan para tenaga pengajar di sekolahnya, namun juga mengganggu konsentrasi mereka saat berada dalam ruangan itu.

“Jadi problemnya bukan cuma menyangkut kekuatiran anak-anak didik kami dan tenaga pengajar di sini, yang takut tertimpa bagian atas bangunan itu, ketika ambruk. Tapi masalahnya konsentrasi mereka juga terganggu, karena kekuatiran itu. Sehingga mereka tidak bisa focus mengikuti proses belajar mengajar di kelas tersebut,” tambah Verry seraya mengatakan bahwa hal itu, membuat proses belajar mengajar tidak bisa berjalan maksimal.


Menurutnya, ia selaku Kepala SD Kristen Rantai Damai sudah pernah mengajukan proposal kepada instansi terkait, agar ketiga RKB tersebut, bisa direhab oleh pemerintah, namun permohonan itu hingga kini belum direspon.

“Kami sudah pernah ajukan proposal untuk memohonkan rehabilitasi ketiga RKB ini, kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu di Belopa, tapi belum ada responnya,” jelas Verry.  

Kendati ketiga RKB SD tersebut, belum direhab oleh instansi terkait, namun pihak sekolah tetap nekad menggunakan RKB itu, demi tetap melangsungkan proses belajar mengajar di sekolah ini.

“Meski kondisinya seperti itu, dan membahayakan, namun apa boleh buat, mau tidak mau harus tetap digunakan agar proses belajar mengajar tidak terhambat,” tukasnya.


Selain itu, Verry menerangkan pula bahwa pihaknya juga sudah pernah mengajukan permohonan pembangunan ruang perpustakaan di sekolah yang dinahkodainya, kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu.

“Permohonan itu, kami ajukan karena sekolah ini belum memiliki ruang perpustakaan. Sebab dengan adanya perpustakaan, maka kami dapat mendorong minat baca anak-anak didik kami secara maksimal demi memperkaya literasi mereka. Sehingga dengan pengetahuan yang luas, mereka dapat meningkatkan prestasinya di sekolah ini,” terangnya.

Meski demikian, Kepala SD Kristen Rantai Damai tetap optimis, untuk kembali mengajukan proposal permohonan rehabilitasi ketiga RKB-nya dan pembangunan ruang perpustakaan demi kemajuan sekolah dan siswa-siswinya.

“Yaa meski sudah pernah diajukan dan belum direalisasikan, namun dalam waktu dekat ini, kami akan kembali mengajukan permohonan yang sama kepada instansi terkait. Mudah-mudahan permohonan itu, nantinya bisa diakomodasi dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2018,” tandasnya dengan penuh harap.

Penulis   : Jirham
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.