.

.

.

Kamis, 25 Oktober 2018

Aliansi "Paboko" Kembali Desak Kejari Selesaikan Kasus Dugaan Korupsi di Palopo

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Bongkar Korupsi (Paboko) Palopo, saat berunjuk rasa di Lampu Merah Lapangan Gaspa Palopo, mendesak pihak Kejari Palopo segerah meneyelesaikan dugaan korupsi di Kota Palopo, Kamis (25/10/2018).
PALOPO. TABLOID.SAR - Lagi Kejaksaaan Negeri (Kejari) Palopo, kembali didesak untuk menyelesaikan sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kota Palopo.

Desakan tersebut, kini datang dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Bongkar Korupsi (Paboko) Kota Palopo, pada Kamis (25/10/2018) siang tadi.

Aksi ini berlangsung di Lampu Merah Lapangan Gaspa Palopo, yang kemudian long march menuju Kantor Kejari Palopo.

Korlap aksi, Muh Zulkifli dalam orasinya menyayangkan Kota Palopo yang berpredikat sebagai Kota Pendidikan, Religius dan lain sebagainya, ternyata bertolak belakang dengan kondisi sesungguhnya.

"Kondisi Kota Palopo sedang tidak baik-baik saja. Kami sangat, sangat dan sangat kecewa atas kinerja berbagai pihak institusi penegak hukum Kota Palopo," teriak Zulkifli dalam orasinya.

"Kami mengajak masyarakat Kota Palopo agar ikut mengawal proses hukum yang seadil-adilnya," lanjut Zulkifli.

Adapun tuntutan Aliansi Paboko, yakni mendesak pihak Kejari Palopo agar menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang dinilai masih mengendap.

Seperti kasus Perusahaan Daerah (Perusda) Zaro Snack dan kasus korupsi klasik lainnya yang terlihat monoton dalam proses pencarian keadilannya dimata hukum.

Usai melakukan orasi, massa aksi kemudian ditemui oleh Kasi Intel Kejari Palopo, Amri dan menjelaskan terkait dengan tuntutan Aliansi Paboko Palopo.

Penulis  : Yasri Mhala
Editor     : Thio

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.