.

.

.

Selasa, 23 Oktober 2018

Berhasil Bongkar Dugaan Korupsi Lingkar Barat, "Amuk" Apresiasi Kinerja Kejari Palopo

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Usut Korupsi (Amuk) Palopo, berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo, Selasa (23/10/2018).

PALOPO. TABLOID.SAR - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Usut Korupsi (Amuk) Palopo, berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo, Selasa (23/10/2018).

Aksi damai ini, sebagai bentuk dukungan penuh kepada Kejari Palopo, untuk mengusut tuntas kasus korupsi yang diduga terjadi di daerah tersebut.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Hidayat mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi Jalan Lingkar Barat merupakan satu dari 20 paket proyek yang diduga terindikasi korupsi.

"Untuk itu Kajari Palopo harus mengusut dan membongkar 19 paket proyek lainnya", teriaknya.
Massa aksi juga mendesak Kejari untuk mengusut dugaan korupsi di Perusahaan Daerah (Perusda) Snack Zaro yang telah menggunakan anggaran Rp.14 M yang saat ini bangkrut dan gulung tikar.

"Kajari Palopo harus berani mengusut tuntas kasus korupsi di Kota Palopo," tambahnya.

Selain membawa spanduk dan keranda bertuliskan "Hukum Jangan Di Injak Injak", para pengunjuk rasa juga sempat melakukan bakar ban bekas. Sebelum akhirnya melakukan long march ke Kantor Kejaksaan Negeri Palopo.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kajari Palopo, Greafik Lausir SH.MH yang menemui pengunjuk rasa menyampaikan bahwa berkas ketiga tersangka kasus korupsi Jalan Lingkar Barat sudah dilimpahkan ke kantor Pengadilan Tipikor Maksasar, dan ketiga tersangka sudah ditahan di lapas Klas I Makassar.

"Untuk menentukan adanya tersangka baru maka harus memiliki dua alat bukti dan disertai dengan adanya fakta-fakta persidangan dari tersangka lain," jelasnya.

Senada dengan itu, Kasi Intel Kejari Palopo, Amri Kurniawan SH.MH menegaskan bahwa status ketiga tersangka sudah menjadi terdakwa dan tinggal menunggu sidang tuntutan.

"Terima kasih atas segala atensi dan perhatian yang diberikan oleh Aliansi AMUK kepada kami," pungkasnya.

Setelah menerima penjelasan dari pihak Kejaksaan Negeri Palopo, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

Penulis : Yasri Mhala
Editor    : Thio

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.