.

.

.

Senin, 15 Oktober 2018

Bupati Luwu Utara Harapkan ANC Hipnoterapi Jadi Gerakan Masif Selamatkan Ibu dan Bayi

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat membuka acara Monitoring dan Evaluasi (Monev) ANC Hipnoterapi, di Aula Kantor BAPPEDA Luwu Utara, Senin (15/10/2018).

LUTRA. TABLOID.SAR - Bupati Luwu Utara, berharap agar program Antenatal Care (ANC) Hipnoterapi dijadikan sebagai sebuah gerakan yang betul-betul mampu menyelamatkan ibu dan bayi dari kasus kematian.

Hal ini sampaikan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat membuka acara Monitoring dan Evaluasi (Monev) ANC Hipnoterapi, di Aula Kantor BAPPEDA Luwu Utara, Senin (15/10/2018).

Adanya acara tersebut, diharapkan sebagai bentuk dorongan seluruh pihak, utamanya Camat, PKK, dan BKMT untuk aktif mengambil bagian dalam program ANC Hipnoterapi.

“Program ini sangat baik. Olehnya itu, semua pihak harus merasakan manfaatnya. Caranya adalah jadikan ini sebagai sebuah gerakan yang masif dalam menyelamatkan ibu, bayi dan masa depannya,” tegas Indah.

Ia juga mengatakan agar menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempromosikan kesehatan yang pro orang sehat.

“Sehebat apapun sebuah program, sebagus apapun sebuah program, kalau hanya bergerak di tempat saja, maka tidak akan memberikan manfaaat yang luas,” lanjutnya.

“Saya mohon dukungan dari kita semua untuk terlibat aktif dalam program ANC Hipnoterapi ini, karena suksesnya sebuah program itu tidak ditentukan oleh satu dua orang saja, melainkan ditentukan oleh kemampuan kita menggerakkan semua potensi yang ada,” tambahnya

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat, Anjas Rusli, dalam laporannya mengungkapkan, angka kematian ibu dan bayi terus mengalami penurunan.

"Angka kematian ibu pada 2016 ada 11 kasus, menurun jadi 5 kasus di tahun 2017 dan 2018. Angka kematian bayi di 2017 ada 73 kasus menurun jadi 22 kasus di tahun 2018 sampai Oktober 2018 ini," jelas Anjas. 

"Ini adalah monev terhadap perkembangan dari inovasi Hipnoterapi yang bertujuan untuk meningkatkan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat diminimalisir. Jika ini tercapai, maka angka harapan hidup Luwu Utara pasti akan meningkat,” pungkasnya.

Penulis  : Dhedy Budiman
Editor    : Thio

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.