.

.

Rubrik

.

Rabu, 10 Oktober 2018

Hadir Dalam Sosialisi di Luwu, Komisioner Bawaslu Provinsi Sulsel Katakan Ini


LUWU, TABLOID SAR - Komisioner Bawaslu Provinsi Sulsel, hadiri sosialisasi di Aula pertemuan Hotel Belia Jl. Sungai Pareman Kelurahan Senga Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu, yang berlangsung sekira pukul 10.15 Wita, Rabu 10 Oktober 2018.

Kegiatan sosialisasi tersebut, dalam rangka pengawasan Pemilu 17 April 2019 mendatang. Dimana juga di hadiri oleh Bupati luwu Ir H Andi mudzakkar, Ketua Bawaslu Kab Luwu Abd Latif Idris, Zulkifli ST MM Kasubag Umum Bawaslu Provinsi Sulsel, Kaharuddin Komisioner Bawaslu Kabupaten Luwu, dan Perwakilan Partai Politik (Parpol) se Kabupaten Luwu serta 70 orang peserta lainnya.

" Pada hari ini kita lakukan sosialisasi dalam rangka pengawasan pemilu yang akan berlangsung pada 17 april 2019. Dalam kegiatan pemilu, Bawaslu tidak mampu mengawasi secara keseluruhan baik ditingkat kabupaten, kecamatan dan desa, sehingga Bawaslu harus melakukan sosialisasi pengawasan yang melibatkan media massa juga masyarakat untuk melaporkan pelanggaran yang ada." Kata Komisioner Bawaslu Provinsi Sulsel

Dikatakannya pula, bahwa masyarakat umum berhak untuk ikut mengawasi, seperti apa tupoksi KPU dan bagaiman cara pengaplikasiannya di lapangan, termasuk Bawaslu, yang juga harus diawasi akan kinerjanya.

" Diharapkan kepada Bawaslu Kabupaten Luwu agar benar-benar aktif dalam sosialisasi kepada masyarakat selaku pemantau pemilu, dan kegiatan seperti itu tidak mutlak bahwa harus dilaksanakan di kantor, akan tetapi juga bisa dilakukan diwarkop." Tuturnya

Husmaniar SIP selaku Pimpinan Bawaslu Prov sulsel juga mengatakan. Sebelum melangkah, maka penyelenggara dan badan pengawasan harus ada kata sepakat, terkait pelanggaran apa saja yang harus dipantau saat pemilu.

" Pengawasan parstisipatif adalah pengawasan yang melibatkan masyarakat untuk mengawasi dan memantau apa yang dilakukan penyelenggara, dan pemilih itu sendiri." kata Husmaniar

" Semakin banyak mata dan telinga memantau pemilu, maka tentu lebih memudahkan bawaslu untuk memonitor pelanggaran yang terjadi saat tahapan hingga hari pencoblosan berlangsung dan bawaslu harus benar-benar netral dalam pelaksanaan pemilu." terangnya

Lebih jauh dikatakan oleh Husmaniar, Kedaulatan berada ditangan rakyat, olehnya, didalam pemilu masyarakat benar - benar memilih wakilnya yang bisa dipercaya dan bisa membangun daerah, bangsa dan negara.

" Uang bisa merubah segalanya,oleh karena itu didalam konteks pemilu Tiadakan money politik saat pemilu berlangsung. Diharapkan pemilih benar-benar memilih pemimpin yang berkomitmen memajukan NKRI, Visi misi para kontestan harus dipelajari jika itu berkualitas silahkan disimpulkan untuk memilih siapa." pungkasnya. 

Dijelaskannya lagi. Bawaslu provinsi hanya berjumlah 7 orang, sehingga pengawasan partisipatif sangat penting untuk membantu jalannya Proses pemilu.

" Jika Bawaslu,KPU dan masyarakat selaku pemantau berintegritas,maka pemilu tahun 2019 akan berlangsung aman, nyaman dan damai."tutupnya.

Penulis / Editor : Awi Celebes

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.