.

.

.

Jumat, 26 Oktober 2018

Jelang Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan di Torut, Dinas PUPR Gelar Seminar Awal


Narasumber sedang menyampaikan materinya dalam Seminar Awal Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan di Kabupaten Torut yang digelar Dinas PUPR Torut di Aula Rumah Makan Ayam Penyet, Jalan Ahmad Yani, Rantepao Ibukota Kabupaten Torut, Kamis (25/10/2018).

TORAJA, Tabloid SAR- Jelang penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan di Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Torut, menggelar Seminar Awal.

Seminar tersebut, dibuka oleh Asisten II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Torut,  Daniel Silambi mewakili Sekda Torut, Roni Rede di Aula Rumah Makan Ayam Penyet, Jalan Ahmad Yani, Rantepao Ibukota Kabupaten Torut, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (25/10/2018).

Dalam seminar ini, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Torut, Yorry Rommy Lesawengan, bersama Syafri dari Tim Konsultan Umum asal Kota Makassar, Sulsel, didaulat sebagai narasumber atau pemateri.


Asisten II Pemkab Torut dalam sambutannya, mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan agar dalam seminar itu, semua peserta bisa menyampaikan masukan-masukan berupa saran atau pendapatnya terkait dengan RDTR kawasan perkotaan di Kabupaten Torut.

“Dalam seminar ini, kami berharap agar semua pihak terkait yang hadir dapat mendiskusikan hal-hal yang dianggap penting untuk menjadi bahan dan pertimbangan dalam penyusunan RDTR kawasan perkotaan di Torut,” himbau Daniel.

Selain itu, Daniel mengungkapkan pula, bahwa dalam RDTR kawasan perkotaan di Torut, nantinya akan berimplikasi pada banyak aspek kehidupan masyarakat dan lingkungan di kawasan perkotaan.

“Sehingga RDTR, nantinya  akan menjadi acuan dalam penataan ruang di kawasan perkotaan yang ada di Torut. Hal tersebut, sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor  26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Torut, Yorry Rommy dalam seminar ini,  menjelaskan bahwa penataan kawasan perkotaan di Rantepao merupakan salah satu hal yang akan diatur dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Torut di masa mendatang, sehingga idealnya penyusunan RDTR kawasan perkotaan di Torut harus diselesaikan terlebih dahulu agar dapat dijadikan acuan dalam Ranperda itu nantinya.

“Maka seminar ini, dilaksanakan dalam rangka penyusunan RDTR kawasan perkotaan di Torut, dengan melibatkan Konsultan Utama dari Kota Makassar, agar nantinya kita mampu menata kawasan perkotaan kita dengan lebih baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yorry menerangkan bahwa di Kabupaten Torut, ada sejumlah kawasan perkotaan yang akan diatur dalam RDTR itu.

“Jadi perlu kita ketahui, bahwa bukan hanya kawasan perkotaan di Rantepao yang dimaksud, tetapi ada sejumlah Ibukota Kecamatan juga termasuk dalam kawasan perkotaan di Torut, yakni kawasan Kecamatan Sopai, Kesu, Rantepao, Tallunglipu, Tikala dan Sesean,” terangnya.


Melalui kesempatan itu, Kadis PUPR Torut mengungkapkan pula bahwa pihaknya berharap agar tahun depan masalah penataan kawasan perkotaan di Torut, sudah bisa diatur dalam Perda Kabupaten Torut.

“Nantinya kalau sudah diatur dalam Perda kita, mengenai penataan ruang kawasan perkotaan di Kabupaten Torut, itu artinya masalah penataan kawasan perkotaan di daerah kita ini, sudah bisa menjadi pengawasan pemerintah daerah. Sehingga RDTR kawasan perkotaan di Torut, sangat penting karena secara kasat mata, saya melihat dan juga dari data statistik yang ada menunjukkan bahwa pembangunan di Torut saat ini, sangat luar biasa perkembangannya, maka pembangunan itu, harus mampu ditata oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.


Untuk diketahui, tujuan RDTR kawasan perkotaan adalah sebagai acuan bagi masyarakat dan pemerintah dalam pengisian pembangunan fisik di kawasan perkotaan, agar penyediaan ruang bagi pengembangan kawasan perkotaan dapat selaras dan serasi, antara bangunan dengan bangunan, serta antara bangunan dengan prasarana dan lingkungan di sekitarnya.

Seminar yang diselenggarakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Torut ini, dihadiri oleh Kepala Bappeda Torut Aris Mantong, Kadis Ketahanan Pangan Barnetje S. Toban, dan para perwakilan OPD pada lingkup Pemkab Torut, serta para tokoh masyarakat Torut.

Editor : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.