.

.

Rubrik

.

Jumat, 05 Oktober 2018

KPU Gelar Silaturahmi dengan Media, Masalah Keterlambatan Penyerahan LADK Partai Golkar dan Hanura Kota Palopo Sempat Dibahas

Ketua KPU Kota Palopo, Abbas Djohan (tengah) bersama rekannya para komisioner KPU ketika menggelar acara silaturahim dengan media di Sweetness Cafe Jalan Andi Kambo Palopo, Rabu (03/10/2018) 

PALOPO, Tabloid SAR- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo, menggelar acara silaturahim dengan media yang ada di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Acara silaturrahim yang dikemas dengan tema, “Membangun Sinergitas, Menyukseskan Pemilu Tahun 2019” tersebut, digelar di Sweetness Cafe Jalan Andi Kambo, Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Rabu (03/10/2018) siang.


Kegiatan ini, dihadiri seluruh Komisioner KPU Kota Palopo, dan sejumlah wartawan dari berbagai media massa, baik cetak, during (online), maupum media elektronik yang ada di Kota Palopo.

Pada kesempatan itu, Ketua KPU Kota Palopo, Abbas Djohan mengatakan bahwa sinergitas antara penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) dengan insan pers, sangat penting karena media merupakan salah satu pilar untuk menegakkan demokrasi di negeri ini.


Menariknya dalam kegiatan tersebut, suasana keakraban antara komisioner KPU dengan para  wartawan yang hadir sangat kental terasa.

Pasalnya, ada dua Komisioner KPU Kota Palopo yang baru-baru ini dilantik di Jakarta, berlatar belakang jurnalis. Kedua tokoh jurnalis itu, ialah Ahmad Jaya Hartawan dan Iswandi Muis.

Dalam acara silaturahmi ini, terungkap pula kisruh mengenai persoalan keterlambatan penyerahan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019 di Kota Palopo yang beberapa pekan terakhir, santer dibicarakan sejumlah kalangan.


Menurut, Abbas Djohan persoalan keterlambatan Pengurus Partai Golkar dan Hanura menyampaikan LADK partainya kepada KPU Kota Palopo, akan diputuskan sanksinya oleh KPU Pusat.

“Jadi sanksi terhadap kedua Parpol peserta Pemilu 2019 yang terlambat menyerahkan LADK-nya kepada kami di KPU Kota Palopo, bukan domain kami untuk memutusnya sesuai dengan regulasi yang ada. Itu adalah kewenangan KPU Pusat, sedangkan kami hanya berwenang melaporkan hal itu, kepada KPU Pusat,” kata Ketua KPU Kota Palopo di depan para wartawan yang hadir pada kegiatan itu.


Ia juga menjelaskan bahwa masalah serupa, bukan hanya terjadi di Kota Palopo namun juga terjadi, hampir pada semua daerah di Indonesia.

“Persoalan keterlambatan penyerahan LADK Parpol peserta Pemilu 2019, tidak hanya terjadi di Kota Palopo, tapi juga banyak dialami daerah lain,” jelas Abbas Djohan.

Lebih lanjut mantan advokat tersebut, menerangkan bahwa persoalan penetapan calon walikota/bupati pada Pilkada yang lalu, itu memang kewenangan KPU pada tingkat kabupaten/kota.

“Demikian juga mengenai penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) pada tingkat daerah kabupaten/kota adalah kewenangan KPU kabupaten/kota. Akan tetapi, sanksi mengenai persoalan keterlambatan penyerahan LADK Parpol merupakan kewenangan KPU pusat. Namun persoalan itu, tetap KPU daerah yang menyampaikannya kepada KPU Pusat,” terang Abbad Djohan.


Ketika ditanya kapan KPU Pusat memutuskan persoalan mengenai keterlambatan partai Golkar dan Hanura menyerahkan LADK-nya kepada KPU Kota Palopo, Abbas Djohan menjawab bahwa pihaknya  belum dapat memastikan hal itu.

“Kami tidak dapat memastikan kapan KPU Pusat memutuskan kasus itu, karena kasus serupa bukan hanya terjadi di Kota Palopo, tetapi juga banyak terjadi di daerah lain,” sebutnya.


Kendati demikian Abbas Djohan, menyatakan pihaknya bersama rekan-rekannya sesama komisioner KPU Kota Palopo, akan segera menanyakan hal itu  kepada KPU Pusat, dan berjanji akan tetap mengawal kasus tersebut.

“Kami akan segera menanyakan kepada KPU Pusat, kapan hal itu akan diputuskan, dan juga kami akan tetap mengawalnya,” tegasnya sembari meminta para wartawan agar tetap berhati-hati dalam menyajikan informasi terkait persoalan itu kepada publik, sebab persoalan tersebut sangat sensitif, karena banyak kepentingan politik di dalamnya.

Penulis   : Andi Muhammad Rizaldy
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.