.

.

.

Senin, 29 Oktober 2018

LMND Palopo Memperingati Hari Sumpah Pemuda Dengan Unjuk Rasa, Ini Tujuh Tuntutannya.

Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, puluhan mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Cabang Kota Palopo, menggelar aksi unjuk rasa di Perempatan Lampu Merah Gaspa, Jl Balaikota, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, pada Senin siang (29/10/2018).

PALOPO. TABLOID.SAR - Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, puluhan mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Cabang Kota Palopo, menggelar aksi unjuk rasa di Perempatan Lampu Merah Gaspa, Jl Balaikota, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, pada Senin siang (29/10/2018).

Korlap aksi, Ilham mengatakan bahwa sejak zaman Orde Baru hingga sekarang Indonesia masih mengadopsi haluan ekonomi liberal. Terbukti dengan diterapkannya undang-undang nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal asing.

"Kita telah mengalami deindustrialidasi dan deagrarianisasi. Liberalisasi telah memperlebar ketimpangan ekonomi dalam 2 dekade terakhir," teriak dalam orasinya.

"Tidak ada pilihan lain liberalisasi ekonomi harus dihentikan, diubah menuju haluan ekonomi Pancasila," ucapnya tegas.

Selain melakukan orasi dan bagi-bagi selebaran, massa aksi juga membentangkan spanduk bertuliskan "EK LMND Palopo : Cabut UU Pendidikan Tinggi no 12 tahun 2012, Wujudkan Reformasi agraria sejati, Wujudkan Pendidikan gratis ilmiah dan demokratis, Cabut UU no 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal Asing, 2019 Ganti Haluan Ekonomi Liberal menjadi Ekonomi Pancasila".

Massa aksi menyuarakan 7 tuntutan diantaranya Ganti haluan ekonomi menuju haluan ekonomi Pancasila. Cabut undang-undang nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal, Laksanakan pasal 33 UUD 1945. Laksanakan reforma agraria sejati. Mencabut undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang perguruan tinggi, serta mewujudkan pendidikan gratis ilmiah dan demokratis dan tuntaskan kasus korupsi yang masih mengendap di Kota Palopo.

Massa aksi kemudian melakukan long march ke DPRD Kota Palopo untuk menyampaikan aspirasinya kepada para Wakil Rakyat. 

Namun saat tiba di gerbang Kantor DPRD Palopo, mereka dihalau oleh puluhan aparat kepolisian, sehingga sempat terjadi ketegangan antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian.

Mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalam halaman Kantor DPRD dengan membawa ban bekas, sehingga mahasiswa pun membakarnya di jalan raya.

Penulis : Yasri Mhala
Editor    : Thio

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.