.

.

Rubrik

.

Jumat, 12 Oktober 2018

Pelajar Korban Bencana Sulteng yang Mengungsi di Lutim dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah

Bupati Lutim, HM Thoriq Husler (kiri) menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah bagi para pelajar asal Sulteng yang mengungsi di Kabupaten Lutim karena bencana gempa dan tsunami melanda daerah mereka

LUTIM, Tabloid SAR- Sejumlah pelajar asal Sulawesi Tengah (Sulteng) yang mengungsi di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah dan sejumlah uang tunai dari Pemkab Lutim.

Bantuan perlengkapan sekolah berupa pakaian seragam, buku, alat tulis menulis dan tas, serta uang tunai tersebut, diserahkan langsung oleh Bupati Lutim HM Thoriq Husler di sela-sela acara pengukuhan Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Lutim periode 2018-2023 yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Lutim, Kamis (11/10/2018) kemarin.

Hal itu, merupakan salah satu bentuk keprihatinan Pemkab Lutim kepada para pengungsi korban bencana gempa dan tsunami asal Sulteng.


Dalam kesempatan ini, Bupati Lutim menyatakan bahwa penyerahan bantuan itu, diharapkan dapat membantu para pelajar yang mengungsi di Lutim untuk melanjutkan pendidikan mereka di tempat pengungsiannya di wilayah Kabupaten Lutim.

“Para pelajar korban bencana gempa dan tsunami asal Sulteng, harus dapat melanjutkan pendidikannya di daerah ini.  Karena bencana yang melanda Kota Palu dan sekitarnya tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk melanjutkan pendidikannya. Jadi pengungsi asal Sulteng harus tetap sekolah, meski berada di daerah pengungsian khususnya di Kabupaten Lutim,” kata Husler menyemangati para pelajar asal Sulteng saat menyerahkan bantuan tersebut.

Selain itu, bupati juga menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk dapat memperhatikan para korban bencana gempa dan tsunami yang melakukan pengungsian di Kabupaten Lutim, agar mereka bisa mendapat perhatian termasuk anak-anak sekolah supaya segera didata untuk dimasukkan pada sekolah di Lutim mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sederajatnya.

“Daerah kita ini, merupakan salah satu wilayah jalur pengungsian korban bencana Sulteng, jadi kita harus siap menampung dan memfasilitasi kebutuhan mereka yang mengungsi, termasuk kebutuhan pendidikan anak-anak para pengungsi agar mereka tidak kehilangan statusnya sebagai pelajar meski berada di wilayah pengungsian,” himbau Husler.


Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lutim, Labesse yang dikonfirmasi pada sela-sela berlangsungnya kegiatan, mengatakan pemberian bantuan berupa kebutuhan pendidikan anak-anak pengungsi asal Sulteng ini, merupakan sikap kepedulian dan rasa prihatin yang mendalam dari Bupati Lutim.

“Apalagi daerah kita ini, merupakan salah satu daerah yang melaksanakan pendidikan gratis secara paripurna. Sehingga semua anak usia pendidikan, termasuk para pengungsi yang masih berstatus pelajar, harus dipastikan dapat melanjutkan pendidikannya di Kabupaten Lutim,” ujar Labesse.

Ia menambahkan, bahwa khusus untuk anak-anak sekolah korban bencana gempa dan tsunami asal Sulteng akan disiapkan perlengkapan sekolahnya secara gratis.

“Semua pelajar asal Sulteng yang mengungsi di daerah kita ini, akan difasilitasi kebutuhan perlengkapan sekolahnya secara gratis oleh Pemkab Lutim,” jelas Labesse.


Untuk diketahui, akibat bencana gempa dan tsunami berkekuatan 7,4 magnitudo yang memporak-porandakan Kabupaten Donggala, Sigi, dan Kota Palu, Sulteng pada Jumat sore (28/09/2018) lalu, sejumlah bangunan dikabarkan ambruk dan rusak parah, serta sebagian masih tertimbun tanah berlumpur.

Bahkan bencana alam tersebut, menelan ribuan korban jiwa dan mengakibatkan kerugian materil yang jika ditaksir mencapai hingga trilliunan rupiah.

Para korban bencana yang dinyatakan hilang, masih dalam tahap pencarian.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.