.

.

Rubrik

.

Kamis, 04 Oktober 2018

Setelah 17 Jam Tinggalkan Polres Luwu, Rombongan Truk Pembawa Bantuan Kemanusian untuk Korban Bencana Sulteng Tiba di Tentena-Poso


Jajaran Polres Luwu yang bertugas melakukan pengawalan mobilisasi bantuan kemanusian dari Kabupaten Luwu untuk korban gempa dan tsunami di Sulteng, bersama rombongan istrahat sarapan pagi di Warung Makan Pada Idi, milik warga Luwu di Kecamatan Tentena, Kabupateen Poso, Sulteng, Kamis (04/10/2018) pagi
POSO, Tabloid SAR- Setelah enam belas jam menempuh perjalanan dari titik star di halaman Polres Luwu, Belopa Ibukota Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). Rombongan Polres Luwu yang bertugas mengawal mobilisasi bantuan kemanusian untuk para korban gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala, Sigi dan Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), saat ini rombongan tersebut, sampai di Kecamatan Tentena, Kabupaten Poso, Sulteng, Kamis (04/10/2018) pukul 09.30 wita.


Perjalanan mengawal bantuan kemanusian tersebut, meski penuh rintangan namun Satlantas Polres Luwu dapat mengatasinya. Rintangan, seperti akses jalan yang sempit dan kendaraan laju kencang dari arah berlawanan harus dihalau terlebih dahulu agar iring-iringan kendaraan yang membawa bantuan dari Polres Luwu dan Pemda Luwu bersama warga Luwu itu, bisa berjalan lancar.

Mobil Satlantas yang dikemudikan Kanit Patroli Polres Luwu AIPTU Edyson, didampingi oleh Bripka Roma Rombe, dan Bripka Ibrahim, serta Briptu Jumardin, tetap melaju tanpa hambatan berarti.


Jajaran Polres Luwu itu, tak kenal lelah dan tetap semangat dalam tugas pengawalannya agar bantuan dari Kabupaten Luwu yang mereka kawal itu, bisa sampai kepada para korban bencana di Donggala, Sigi dan Palu.

Mereka tak kenal lelah, rombongan yang dipimpin Kasat Sabhara Polres Luwu AKP Abubakar Salihi tersebut, terus bergerak dan hanya beristirahat sekitar satu jam lamanya di Kecamatan Pendolo, Kabupaten Poso, Sulteng, lalu kemudian kembali melanjutkan perjalanannya menuju lokasi bencana.

“Ini misi kemanusiaan, jadi tidak boleh ada kata lelah dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab tersebut,” kata AKP Abubakar.


Sementara 10 unit truk dengan muatan yang sangat berat, karena membawa beras ratusan karung, dan air minum seribu dos, serta beberapa jenis Sembako dan obat-obatan dari Kabupaten Luwu itu, hanya sesekali mampir diperjalanan karena ada penumpang dan sopirnya yang mau melaksanakan ibadah, seperti shalat 5 waktu, dan istrahat makan, sembari mengorek sejumlah informasi dari warga setempat, terkait situasi jalanan menuju lokasi gempa dan tsunami di Sulteng itu.

Dalam perjalan tersebut, tim yang bertugas membawa bantuan kemanusian ke Sulteng ini, bertemu dengan salah seorang personil Tagana (Taruna Siaga Bencana) asal Kabupaten Morowali, Sulteng, bernama Imran yang juga baru pulang dari Kota Palu membawa bantuan kemanusian, mengingatkan agar tim dari Kabupaten Luwu ini, berhati-hati jika sudah memasuki Kota Palu.

Personil Tagana Kabupaten Morowali, Ilham memberikan informasi terkait kondisi di Kota Palu kepada anggota Satlantas Polres Luwu yang melakukan pengawalan mobilisasi bantuan kemanusian untuk korban gempa dan tsunami di Sulteng, Kamis (04/10/2018) pagi
Karena di kota itu, banyak terjadi penjarahan bantuan kemanusian yang dimobilisasi pada sejumlah titik di Jalan Trans Sulteng-Palu.

“Kalau sudah memasuki wilayah Kota Palu, sebaik mulai hati-hati. Sebab disana banyak terjadi penjarahan bantuan yang dimobilisasi kesana. Meski di sana sudah banyak tentara dan polisi yang berjaga-jaga,” himbau Imran.


Saat ini, rombongan tim kemanusian dari Kabupaten Luwu sudah berada di Rumah Makan Pada Idi, milik warga Luwu yang ada di Kecamatan Tentena, Kabupaten Poso, Sulteng, untuk sarapan.

Untuk diketahui, rombongan yang membawa bantuan kemanusian dari Kabupaten Luwu tersebut, diberangkatkan di halaman Mapolres Luwu  oleh Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso, bersama Wakil Bupati Luwu Amru Shaer dan Ketua DPRD Luwu Andi Muharrir, Rabu (03/10/2018) sore.

Penulis   : Echa
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.