.

.

.

Rabu, 24 Oktober 2018

SMKN 3 Luwu Menjadi Pusat Belajar Pengembangan Pembelajaran Berbasis STEM Guru SMK se Kabupaten Luwu


SMK Negeri 3 Luwu yang berada di KM 16 Jalan Trans Sulawesi Jurusan Palopo-Masamba, tepatnya di Desa Bara' Mamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulsel 
LUWU, Tabloid SAR- Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronik (P4TK BOE) Malang, menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pada seluruh wilayah kabupaten dan kota yang ada di Indonesia.

Kali ini, P4TK BOE Malang menggelar Diklat Pengembangan Pembelajaran Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics), khusus bagi para guru  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta.

Kegiatan itu, merupakan upaya untuk mengimbangi akselerasi perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin berkembang pesat pada abad ke 21.


Karena itu, perkembangan sains dan teknologi, tentu berbanding lurus dengan kebutuhan akan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pada era globalisasi saat ini, maka sistem pendidikan harus pula  mengalami transformasi mengikuti perkembangan zaman.

Sehingga para pendidik dan tenaga kependidikan, harus pula dibekali, serta dipersiapkan agar mampu mengikuti perkembangan yang ada di depan mata.

Salah satunya adalah melalui Diklat Pengembangan Pembelajaran Berbasis STEM, khusus bagi para guru SMK yang dilaksanakan oleh P4TK BOE Malang.


Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala SMK Negeri 3 Luwu, Drs. Damis Asang, MPd, ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/10/2018) siang tadi.

Menurutnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan P4TK BOE Malang, pada tanggal, 8-13 Oktober 2018 lalu di sekolah yang dinahkodainya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya bersyukur karena sekolahnya ditetapkan sebagai Pusat Belajar (PB) atau tuan rumah tempat penyelenggaraan Diklat Pengembangan Pembelajaran Berbasis STEM, bagi guru-guru SMK se-Kabupaten Luwu.

“Ketika Tim P4TK BOE Malang, bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) turun melakukan perivikasi dan peninjauan lembaga satuan pendidikan tingkat SMK se-Kabupaten Luwu. Alhamdulillah, sekolah kami ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan Diklat tersebut, karena dinilai memenuhi syarat dan kriteria untuk menjadi pusat belajar,” kata Damis.


Selain itu, Damis menerangkan bahwa Diklat yang diselenggarakan oleh P4TK BOE Malang di SMK Negeri 3 Luwu, berlangsung selama 6 hari, dan diikuti oleh 72 orang guru bidang studi fisika, kimia, matematika, dan guru produktif (guru bidang study otomotif, teknik elektro, dan teknik pengelasan- red) yang berasal dari 18 SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Luwu.

“Dari 18 SMK negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Luwu, masing-masing mengutus 4 orang guru bidang studinya, untuk mengikuti Diklat itu,” terangnya.


Lebih lanjut, Kepala SMK Negeri 3 Luwu menjelaskan bahwa dalam pembelajaran berbasis STEM pada Diklat tersebut, dilakukan upaya untuk menghilangkan pemisahan antara sains, matematika, teknologi dan rekayasa.

“Pembelajaran berbasis STEM bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik supaya bisa bersaing dan bekerja sesuai bidangnya. Karena itu, para peserta Diklat harus mampu mempersiapkan  anak-anak didiknya di sekolah mereka masing-masing, sebab para peserta didik SMK akan menggunakan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam konteks nyata yang berhubungan langsung dengan sekolah, lapangan kerja, dan dunia global, sehingga mereka mampu bersaing, setelah mereka menyelesaikan studi di lembaga satuan pendidikan (SMK),” jelas Damis.


Mantan Kepala SMA Negeri 11 Luwu ini, menambahkan pula bahwa dalam kegiatan tersebut, para peserta Diklat mendapatkan teori dan praktik.

“Nantinya akan dilakukan pemantauan berkala terhadap para guru yang telah mengikuti Diklat itu,  karena guru-guru tersebut akan membuat laporan wajib tentang desiminasi atau penerapan ilmu mereka kepada para anak didiknya di sekolah mereka masing-masing,” tambahnya.

Para instruktur dari P4TK BOE Malang diturunkan menjadi narasumber dalam Diklat Pengembangan Pembelajaran Berbasis STEM yang digelar selama 6 hari di SMK Negeri 3 Luwu.

Setiap harinya materi dimulai pada pukul 07.30 WITA pagi hingga pukul 17.00 WITA sore, selama kegiatan berlangsung.

Semua pihak berharap kegiatan ini, dapat berjalan secara terencana dan berkelanjutan demi peningkatan kapasitas, serta SDM para pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan SMK di seluruh wilayah NKRI.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.