.

.

.

Selasa, 30 Oktober 2018

Tim Imunisasi Puskesmas Bara Permai Gelar Imunisasi MR di TK Kanaan Damai dan SDN 46 Buntu Batu Palopo

Seorang murid TK Kanaan Damai sementara disuntik dengan vaksin MR oleh Tim Imunisasi Puskesmas Bara Permai di ruang kelasnya, Selasa (30/10/2018) pagi tadi.

PALOPO, Tabloid SAR- Sejumlah petugas kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bara Permai yang tergabung dalam Tim Imunisasi mendatangi Taman Kanak-Kanak (TK) Kanaan Damai dan SDN 46 Buntu Batu Palopo yang berada di Lorong Home Base Batu, Kelurahan Batu Walenrang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (30/10/2018) pagi tadi.

Maksud kedatangan Tim Imunisasi Puskesmas Bara Permai tersebut, adalah untuk memberikan vaksin imunisasi Measles Rubella (MR) kepada para peserta didik baik di TK Kanaan Damai maupun di SDN 46 Buntu Batu.

Sebanyak 23 murid TK Kanaan Damai berhasil diberikan imunisasi MR dengan cara disuntik dengan vaksin MR. Sedangkan di SDN 46 Buntu Batu Palopo, sebanyak 203 orang murid berhasil vaksinisasi MR.


Menariknya karena dalam imunisasi tersebut, sejumlah murid TK Kanaan Damai dan siswa-siswi SDN 46 Buntu Batu Palopo, sempat menangis sebelum disuntik dengan vaksin MR oleh Tim Imunisasi Puskesmas Bara Permai.

Namun ketika disuntik dengan vaksin anti campak dan rubella tersebut, justru mereka diam tanpa menolak, lalu kemudian tertawa riang setelah disuntik.

Ketika proses imunisasi MR tersebut, berlangsung di TK Kanaan Damai, para Bunda-Bunda TK atau Guru-Guru TK, ikut mendampingi peserta didiknya.

Demikian pula, ketika vaksinisasi MR dilaksanakan di SDN 46 Buntu Batu Palopo, para Wali Kelas mereka, ikut mendampingi siswa-siswinya.
Seorang siswa Kelas II SDN 46 Buntu Batu Palopo sementara disuntik dengan vaksin MR oleh Tim Imunisasi Puskesmas Bara Permai di ruang kelasnya, Selasa (30/10/2018) pagi
Menurut Koordinator Imunisasi Puskesmas Bara Permai, Rusmin, A.MK, bahwa imunisasi itu, dilakukan untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap virus campak dan rubella bagi anak-anak usia 9 bulan hingga usia 15 tahun kebawah.

“Jadi anak-anak yang sudah diimunisasi dengan vaksin MR, akan meningkat tingkat kekebalan tubuhnya terhadap virus campak dan rubella,” kata Rusmin ketika dikonfirmasi pada sela-sela berlangsungnya imunisasi MR di TK Kanaan Damai.

Rusmin menambahkan, bahwa selain memberikan kekebalan tubuh terhadap anak-anak yang telah diberi vaksin MR, imunisasi tersebut juga untuk mencegah penularan virus campak dan rubella.

“Anak-anak yang telah divaksin MR selain kebal dengan virus campak dan rubella, mereka juga sudah dapat dipastikan tidak akan tertular dengan virus itu,” tambahnya.


Sementara, Kepala Puskesmas Bara Permai, Hj Herawati, S.KM, dalam kesempatan itu, menerangkan bahwa virus campak dan rubella sangat berbahaya jika ibu hamil terserang virus tersebut.

“Virus campak dan rubella sangat berbahaya jika menjangkiti ibu hamil, karena resikonya bisa mengakibatkan kelainan pada jantung, membuat tuli, dan buta, bahkan kematian terhadap anak dalam kandungan itu,” terang Herawati.

Selain itu, Herawati juga menerangkan bahwa program Kampanye Imunisasi MR tersebut, akan berakhir besok pada tanggal 31 Oktober 2018.

“Program Kampanye Imunisasi MR ini, dimulai sejak tanggal 1 Agustus 2018, dan akan berakhir besok pada tanggal 31 Oktober 2018,” terangnya.

Kandati demikian, kata Herawati, anak usia 9 bulan hingga umur 15 tahun ke bawah tetap bisa mendapatkan imunisasi MR di pusat-pusat pelayanan kesehatan yang ada di manapun.

“Kalaupun, besok Kampanye Imunisasi MR ini sudah berakhir, namun anak-anak yang belum sempat diberi vaksin campak dan rubella tersebut, mereka tetap bisa mendapat layanan imunisasi MR di pusat-pusat pelayanan kesehatan, seperti di Puskesmas, Posyandu dan rumah sakit,” kuncinya.


Sedangkan, Kepala TK Kanaan Damai, Arce Batara Karurukan, S.Pd, menerangkan bahwa hingga kini, masih ada beberapa anak didiknya yang belum diberikan vaksin MR.

“Masih ada beberapa orang anak-anak kami di sini yang belum diimunisasi dengan vaksin MR. Karena pada waktu Tim Imunisasi Puskesmas Bara Permai mendatangi TK kami beberapa bulan lalu, semua orangtua peserta didik kami, menolak jika anaknya divaksin MR. Sebab waktu itu, banyak pemberitaan di media massa yang memberitakan bahwa banyak anak-anak sekolah jatuh sakit setelah diimunisasi dengan vaksin MR,” ujar Arce ketika temui sesaat setelah imunisasi MR digelar di TK yang dinahkodainya.

Lebih lanjut, Arce menjelaskan bahwa meski kali ini, semua orang tua peserta didik TK Kanaan Damai telah menyetujui anaknya untuk diimunisasi MR, namun pada waktu bersamaan anak tersebut, kurang sehat atau sakit, sehingga ditolak oleh Tim Imunisasi Puskesmas Bara Permai.

“Semua orangtua murid-murid kami, sudah menyetujui anaknya untuk diimunisasi MR. Hanya saja pada hari ini, ada anak-anak kami yang lagi kurang sehat, sehingga terpaksa ditolak oleh Tim Imunisasi untuk diberi vaksin MR karena menurut mereka, anak yang lagi kurang sehat atau sakit, tidak boleh diimunisasi MR, sebab bisa bereziko fatal jika dipaksakan,” jelas Arce.  


Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru TK Kanaan Damai, menurutnya beberapa hari lalu, mereka telah meminta semua orangtua murid-muridnya untuk datang pada hari ini, Selasa pagi (30/10/2018), guna mendampingi anak-anak mereka untuk diimunisasi MR bagi yang setuju.

“Alhasil, hari ini ada beberapa diantara orangtua murid kami yang datang, dan bagi yang tidak sempat datang, mereka meminta tolong kepada kami untuk diwakili mendampingi anaknya ketika divaksin MR,” kata Selfiana, A.Ma.

Mantan Kepala TK Kanaan Damai tersebut, mengatakan bahwa intinya kali ini, semua orangtua peserta didiknya, telah menyetujui anak mereka untuk divaksin MR.

“Hanya saja, ada beberapa orang anak-anak kami di sini yang tidak sempat divaksin karena lagi kurang sehat, sehingga ditunda untuk divaksin sesuai dengan petunjuk Tim Imunisasi dari Puskesmas Bara Permai,” tandasnya.
Tim Imunisasi Puskesmas Bara Permai bersama para Bunda-Bunda TK Kanaan Damai dan murid-muridnya beserta para orangtua murid, foto bersama seusai menggelar imunisasi MR 
Untuk diketahui, bahwa dalam rangka mencegah penyakit campak dan rubella di Indonesia, maka Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menggelar Kampanye Imunisasi MR secara bertahap dalam dua fase.

Pada fase 1, Kemenkes RI bersama seluruh jajarannya menggelar Kampanye Imunisasi MR secara serentak di wilayah Pulau Jawa pada bulan Agustus dan September 2017.

Sedangkan fase 2 dilakukan di wilayah Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, pada bulan Agustus dan September 2018. Dengan introduksi vaksin MR kedalam program imunisasi rutin pada bulan Oktober 2017 dan 2018.


Sasaran utama program Kampanye Imunisasi MR tersebut, adalah anak usia 9 bulan hingga umur 15 tahun kebawah.

Pelayanan imunisasi MR tersebut, dilakukan di pos-pos pelayanan imunisasi yang telah ditentukan yakni di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), SD/MI/sederajat, dan SMP/MTs/sederajat, Posyandu, Polindes, Poskesdes, Pustu, Puskesmas, rumah sakit dan pada fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.