.

.

.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Wabup Torut Lepas Ratusan Pelari Toraja Marathon 2018

Wabup Torut, Yosia Rinto Kadang ketika melepas ratusan pelari di garis star Toraja Marathon 2018 yang berada di Lapangan Bakti, Rantepao Ibukota Kabupaten Torut, Sabtu pagi (20/10/2018)  

TORAJA, Tabloid SAR- Wakil Bupati (Wabup) Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang secara resmi melepas ratusan pelari Toraja Marathon 2018 di garis star yang berada di Lapangan Bakti, Rantepao, Ibukota Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (20/10/2018) pagi tadi.  

Para pelari marathon yang dilepas oleh Wabup Yosia di garis star tersebut, terdiri dari dua kategori yakni pelari marathon untuk jarak 5 kilometer (5K) dan pelari 10 kilometer (10K).

Kali ini, Toraja Marathon 2018 mengangkat Tema : “Run The Herritage Track” dengan kombinasi rute jenis road running yang datar dan berbukit.


Jalur yang dilalui oleh para pelari marathon tersebut, sama dengan rute pada event Toraja Marathon 2016 dan 2017 lalu, melewati dua kabupaten yakni Torut dan Tana Toraja (Tator).

Pada track atau jalur ini, para pelari melintasi daerah-daerah  perkampungan asli Toraja yang berusia ratusan tahun, pemakaman kuno, areal persawahan, dan pemandangan eksotik nan menyegarkan mata, serta lokasi pariwisata unggulan di Torut dan Tator.

Uniknya karena para pelari Toraja Marathon 2018 kali ini, selain ada diberangkatkan dari Lapangan Bakti Rantepao, Kabupaten Torut, juga ada pula yang  star dari Plataran Taman Rakyat Kolam Makale di Makale Ibukota Kabupaten Tator, Sulsel.


Para pelari yang star dari Lapangan Bakti Rantepao adalah pelari marathon untuk kategori 5K dan 10K, sedangkan dari Plataran Taman Rakyat Kolam Makale yaitu para pelari half marathon (setengah marathon) 23K dan pelari full marathon (marathon penuh) 42K.

Kendati para pelari ini, diberangkan dari garis star berbeda, namun finisnya sama, yakni di Lapangan Bakti Rantepao, Kabupaten Torut.

Event tersebut, diikuti oleh para pelari lokal Indonesia dan pelari Internasional. Untuk pelari lokal berasal dari pulau Sulawesi, serta Jawa dan Sumatra, sedangkan pelari Internasional dari manca negara.


Hebatnya karena Toraja Marathon merupakan full marathon pertama digelar di Sulawesi. Para pelari untuk kategori 21K dan 42K tersebut, melewati rute yang melalui sejumlah lokasi obyek wisata andalan Toraja, antara lain Suaya, Tampang Allo, Bebo dan Ke’te Kesu’.

Setiap peserta event ini, mendapatkan kaos Jersey standard lomba lari internasional. Bahkan, para juara lomba tersebut, juga mendapat medali finisher, dan beberapa cindera mata, serta hadiah ratusan juta rupiah dari sejumlah sponsor.

Demi menjamin kelancaran dan kenyamanan bagi para peserta lomba Toraja Marathon 2018, pihak panitia penyelenggara melibatkan jajaran kepolisian, TNI dan Satpol PP pada jalur yang dilalui oleh para pelari marathon pada event ini.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.