.

.

.

Kamis, 29 November 2018

Dinkes Wajo Gelar Monev Kampanye Campak & Rubella TA 2018


Dari kiri kekanan, Sekda Kabupaten Wajo H. Amiruddin, S.Sos, MM, didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Wajo, dr. Asri Idrus, MKes, bersama stafnya saat menghadiri Monev Pelaksanaan Kampanye Campak dan Rubella TA 2018 tingkat Kabupaten Wajo di Aula Siamasei, Sengkang Ibukota Kabupaten Wajo, Kamis (29/11/2018).

WAJO, Tabloid SAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Wajo menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Kampanye Campak & Rubella Tahun Anggaran (TA) 2018 tingkat Kabupaten Wajo di Aula Siamasei, Sengkang Ibukota Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (29/11/2018).

Dalam Monev ini, Plt. Kepala Dinkes Kabupaten Wajo, dr. Asri Idrus MKes,  mengungkapkan bahwa capaian kampanye campak dan rubella TA 2018 di Wajo, masih di bawah target yang ditetapkan oleh Kemenkes RI.

“Capaian kita masih di bawah target sebagaimana yang ditetapkan oleh Kemenkes. Sebab pelaksanaan imunisasi untuk pencegahan penyakit campak dan rubella di Kabupaten Wajo, masih di bawah angka 95 persen. Karena capaian kita dalam tahun ini, baru sekitar 92,80 persen,” ungkap dr. Asri di depan para hadirin.


Selain itu, dr. Asri mengemukakan bahwa pihaknya berharap agar kedepannya, Dinkes Wajo bisa mencapai target vaksinisasi campak dan rubella di Bumi Lamaddukelleng, dan juga mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran Pemkab Wajo.

“Melalui Monev kali ini, kita dapat mengetahui secara pasti capaian target kita dalam pelaksanaan kampanye campak dan rubella, kendati hasilnya masih belum memuaskan. Oleh karena itu, saya berharap agar kedepannya Dinkes mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak terkait pada lingkup Pemkab Wajo agar kita bisa mencapai target sesuai yang telah ditetapkan Kemenkes,” tandasnya.

Menanggapi pernyataan Kepala Dinkes Wajo, Sekda Wajo, H. Amiruddin mengatakan bahwa Pemkab Wajo bersama seluruh jajarannya wajib mendukung pelaksanaan kampanye campak dan rubella secara maksimal, agar daerah Wajo dan Indonesia pada umumnya dapat terhindar dari penyakit campak dan rubella.

“Seluruh jajaran Pemkab Wajo, wajib mendukung pelaksanaan kampanye campak dan rubella, bukan semata – mata untuk mencapai target seperti yang telah ditetapkan oleh Kemenkes, akan tetapi yang lebih penting adalah agar masyarakat Kabupaten Wajo dan Indonesia pada umumnya, bisa terhindar dari penyakit campak dan rubella,” kata Amiruddin.


Lebih lanjut, mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Wajo tersebut, mengapresiasi pelaksanaan acara Monev  yang digelar Dinkes Wajo saat itu.

“Monev ini, merupakan sebuah langkah positif karena dengan demikian kita dapat menilai dan mengukur sejauh mana efektivitas pelaksanaan kampanye penyakit campak dan rubella di daerah kita. Sebab dengan melakukan Monev, maka kita dapat mengetahui apa penyebab kegagalan kita dalam mencapai sebuah target, dan apa yang mesti dilakukan sebagai solusi untuk mencapai target itu kedepannya,” ujar Sekda Wajo dalam Monev tersebut.

Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif seluruh jajaran Pemkab Wajo, khususnya instansi terkait sangat dibutuhkan dalam mengedukasi masyarakat, agar mereka bisa menerima secara baik, proses pencegah penyakit campak dan rubella dengan mengikhlaskan anak – anak mereka untuk diberi vaksin anti penyakit campak dan rubella.  

“Karena menurut penjelasan pihak medis, virus campak dan rubella adalah penyakit yang sangat membahayakan, karena bisa menimbulkan kecacatan permanen, tuli dan kelainan pada jantung, bahkan bisa mengakibatkan kematian,” tegas Amiruddin.


Amiruddin juga menyebutkan bahwa saat ini, Kabupaten Wajo masih berada di posisi urutan ke-6 dalam pencapaian target pelaksanaan kampanye campak dan rubella TA 2018.

“Tahun ini, capaian kita baru berada pada posisi angka 92,80 persen yang mestinya berada pada cakupan minimal 95 persen dari target. Tapi mudah – mudahan kegiatan semacam ini, dapat berjalan secara simultan untuk mendukung kampanye campak dan rubella, agar kedepannya Kabupaten Wajo dapat mencapai target” sebutnya.

Melalui kesempatan ini, Sekda Wajo juga mengimbau para camat se-Kabupaten Wajo, untuk menggerakkan seluruh jajaran aparat pemerintah di wilayah kerjanya masing – masing agar dapat bekerjasama dengan pihak Puskesmas guna mengedukasi masyarakat terkait dengan pelaksanaan kampanye campak dan rubella.

Untuk diketahui, tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya terkait dengan pelaksanaan kampanye imunisasi campak dan rubella.

Kegiatan ini dihadiri oleh para camat, Kepala Puskesmas dan Kepala UPTD Dinas Pendidikan se-Kabupaten Wajo.

Editor : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.