.

.

.

Selasa, 27 November 2018

Januari Mendatang Kejari Enrekang Limpahkan Berkas Perkara Dugaan Korupsi Dana BOP PAUD Disdikbud ke Pengadilan Tipikor Makassar

Kajari Enrekang, Emanuel Achmad (kanan) bersama Kasi Pidsus Kejari Enrekang, Nasaruddin Agussalim

ENREKANG, Tabloid SAR – Kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Enrekang, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2016, tengah diusut oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang.

Bahkan dalam kasus tersebut, jajaran Kejari Enrekang telah menetapkan dua orang tersangka yakni MD selaku Kepala Bidang (Kabid) PAUD Disdikbud Kabupaten Enrekang dan AA selaku rekanan pengadaan buku PAUD.

Pihak penyidik Kejari Enrekang menetapkan MD dan AA sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana BOP PAUD TA 2016 sejak bulan Oktober 2018 lalu.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga kuat telah melakukan permufakatan jahat yang mengakibatkan kerugian Negara sekitar Rp 480 juta dalam proyek pengadaan buku khusus PAUD di Kabupaten Enrekang pada tahun 2016 lalu.


Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Kejari (Kajari) Enrekang, Emanuel Achmad didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Enrekang, Nasaruddin Agussalim, ketika dikonfirmasi wartawan Tabloid SAR di ruang kerja Kajari Enrekang, Senin (26/11/2018) kemarin.

Menurutnya, jika tidak ada aral yang melintang, maka kedua tersangka kasus dugaan korupsi dana BOP PAUD pada Disdikbud Kabupaten Enrekang, akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) paling lambat Januari 2019 mendatang.

“Insyah Allah, jika tidak ada kendala, maka paling lambat Januari tahun 2019 mendatang, kedua tersangka korupsi dana BOP PAUD pada Disdikbud Kabupaten Enrekang, akan segera kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar untuk selanjutnya disidangkan,” kata Emanuel Achmad.


Kendati demikian, Kajari Enrekang menerangkan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui pasti detail kerugian Negara dalam paket proyek pengadaan buku khusus PAUD yang dikelolah oleh Disdikbud Kabupaten Enrekang selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dana BOP PAUD TA 2016 lalu.  

“Sebab dalam kasus Tipikor yang melibatkan dua orang tersangka itu, masih terus di dalami oleh pihak penyidik Kejari Enrekang. Namun berdasarkan hasil audit Tim Ouditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam kasus tersebut, kerugian Negara diperkirakan sekitar Rp 480 juta,” terang Emanuel Achmad.

“Tim Penyidik kami yang menangani kasus ini, juga masih terus melakukan pengembangan untuk mengetahui pasti berapa total jumlah kerugian Negara dalam kasus korupsi tersebut, dan juga tengah mendalami kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini,” tambahnya.


Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Enrekang, Nasaruddin Agussalim menyebutkan bahwa sejak Oktober 2018 lalu, pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana BOP PAUD yang dikelolah oleh Disdikbud Kabupaten Enrekang.

“Dua orang yang telah kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, adalah Kabid PAUD Disdikbud Enrekang, berinisial MD dan seorang rekanan pengadaan buku PAUD berinisial, AA,” sebutnya sembari mengatakan bahwa keduanya ditetapkan sebagai tersangka, setelah pihaknya menemukan lebih dari dua alat bukti permulaan yang dapat meyakinkan bahwa kedua orang itu (tersangka MD dan AA- red), terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku PAUD dengan Pagu Anggaran sekitar Rp 1 miliar yang bersumber dari APBN TA 2016.

Lebih lanjut, Kasi Pidsus Kejari Enrekang menjelaskan bahwa ketika mereka melakukan pengecekan dan penyelidikan yang mendalam terkait kasus ini, pihaknya menemukan sejumlah buku yang dianggap tidak sesuai dengan spesifikasi paket proyek pengadaan buku khusus PAUD di Kabupaten Enrekang tersebut.

“Beberapa buku yang kami temukan, merupakan buku – buku untuk orang dewasa, semisal buku antartika. Artinya buku itu, tidak sesuai dengan spesifikasinya karena buku tersebut, tidak cocok dengan buku kebutuhan peserta didik PAUD,” jelas Nasaruddin Agussalim.


Untuk diketahui beberapa waktu lalu, jajaran Kejari Enrekang telah menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Enrekang.

Ketika melakukan penggeledahan yang dipimpin langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Enrekang, Nasaruddin Agussalim, mereka menggeladah dan memeriksa sejumlah ruangan di Kantor Disdikbud Kabupaten Enrekang, termasuk ruang kerja Kabid PAUD Enrekang.

Penggeledahan tersebut, dilakukan guna melengkapi beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana BOP PAUD pada Disdikbud Kabupaten Enrekang yang telah menyeret dua tersangka itu.

Penulis   : Echa
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.